When A Man Falls In Love

When A Man Falls In Love
Bagian 16


__ADS_3

Kini dua pemuda itu tengah fokus dengan client yang mereka temui saat ini . keduanya terlihat sangat serius dengan perbincangan tersebut hingga akhirnya mereka berdiri dan saling berjabatan tangan satu sama lain seolah menyetujui sesuatu .


"Terimakasih atas kerjasama nya " ucap salah seorang pria tersebut seraya mengulurkan tangannya dan di sambung oleh Bryan


Setelah menyelesaikan meetingnya mereka pun meninggalkan tempat tersebut dan berjalan santai menuju mobil mereka . saat hendak membuka pintu mobil tiba-tiba ponsel Bryan berdering hingga membuat ia menghentikan aktivitasnya .


" ...... "


" Apa dia baik-baik saja ? " tanya Bryan seraya memasang wajah khawatir


"...."


Lucas yang berada di sampingnya hanya menatap bingung ke arah sahabatnya yang saat itu tengah sibuk berbicara dengan seseorang di ponselnya . saat melihat ekspresi Bryan Lucas semakin penasaran di buatnya .


" Baiklah aku akan segera kesana , kau terus pantau mereka dari kejauhan " sahut Bryan seraya menutup panggilan tersebut


" Ada apa ?? " tanya Lucas penasaran


" Lucas antarkan aku ke alamat rumah Arianna sekarang " sahut Bryan dengan wajah khawatir dan masuk kedalam mobilnya dengan cepat


Lucas yang merasa bingung dan penasaran pun tak banyak bicara ia langsung menuruti perintah bos besarnya . dengan kecepatan sedang Lucas membawa mobilnya menuju alamat rumah Arianna sepanjang perjalanan Lucas menatap Bryan melalui kaca spionnya .


" Apa yang membuat begitu mengkhawatirkan gadis itu ? " tanya Lucas penasaran


" Entahlah aku hanya tidak ingin dia terluka " Ucap Bryan tanpa mengalihkan pandangannya dari ponselnya


Setelah mendengar ucapan Bryan Lucas pun langsung terdiam ia tidak ingin menanyakan hal lain lagi , Lucas Sang mengenal Bryan jika pria itu sudah bersikap seperti ini berarti Bryan sudah sangat menyukai gadis itu dan ia sangat yakin karna sikap Bryan yang seperti ini sudah sangat Lucas kenal pikirnya .

__ADS_1


Lucas menatap Bryan melalui kaca spionnya yang saat itu tengah sibuk dengan ponselnya , entah apa yang sedang pria itu lakukan saat ini Lucas tidak mengetahuinya dan tiba-tiba Bryan menghubungi seseorang melalui ponselnya.


" Apa kau ini bodoh , aku membayar mu untuk mengurus semuanya " ucap Bryan kesal


" Maafkan saya Tuan , saya akan mengurus semuanya segera " sahut seseorang dari sebrang sana


" Selesaikan segera biaya rumah sakit itu dan berikan fasilitas yang lengkap untuk nya , aku akan mengurus orang-orang yang ada di rumahnya " ucap Bryan panjang lebar seraya mematikan panggilan nya


Lucas yang melihatnya melalui kaca spion hanya terdiam saat melihat wajah kesal pada sahabatnya itu . ia tidak menyangka bahwa Bryan akan melakukan hal sampai sejauh itu demi wanita yang tidak memiliki perasaan apapun pada nya .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah menempuh perjalanan panjang akhirnya mereka sampai di dekat rumah Arianna , terlihat jelas di mata Bryan dan Lukas beberapa Pria berbadan besar tengah berdiri tepat di depan rumah tersebut .


Bryan yang melihatnya pun langsung menuruni mobilnya dan berjalan cepat menuju rumah tersebut dan di susul oleh Lucas di belakangnya .


Salah satu pria berbadan besar itu menatap Bryan sambil tersenyum miring seolah meremehkan pria tersebut . karna memang penampilan Bryan sedikit santai dengan lengan kemeja yang ia gulung asal dan jas yang sudah ia buka sejak tadi di mobilnya membuat Bryan terlihat seperti pemuda biasa .


" Berhenti kau bilang , Seperti ini kah " ucap pria tersebut seraya melanjutkan aksinya untuk menghancurkan tempat tersebut


Bryan yang melihatnya pun merasa geram di tambah lagi saat ia melihat wanita yang di sukai nya tengah menangis di sana membuat dirinya langsung naik pitam , tanpa aba-aba Bryan langsung melontarkan tendangan nya ke tubuh pria itu hingga membuat pria itu terpental ke belakang .


" Breng**k , Hajar mereka " suruh pria tersebut pada anak buahnya


Bryan yang mendapat aba-aba tersebut pun langsung menepukkan tangannya seolah memberi isyarat pada anak buahnya yang sejak tadi bersembunyi dan langsung menyerang beberapa orang tersebut di bantu oleh Lucas . sedangkan Bryan ia langsung mendekati Arianna yang saat itu tengah menangis karena merasa sangat shock


" Apa kau baik-baik saja ?? " tanya Bryan khawatir namun Arianna hanya terdiam

__ADS_1


Bryan yang melihatnya merasa sangat iba saat melihat kondisi wanita itu , Tanpa persetujuan Arianna Bryan pun langsung memeluk tubuh mungil wanita itu , ia menarik tubuh Arianna dan memeluknya dengan erat seolah ia juga merasakan sakitnya saat melihat air mata wanita itu .


" Tenanglah semua akan baik-baik saja " sambung Bryan menenangkan Arianna


Tak ada sahutan dari Arianna ataupun balasan atas pelukan Bryan . yang terdengar hanya suara isakkan tangis dari mulut wanita tersebut . Bryan melepaskan pelukannya dan kembali menghampiri orang berbadan besar itu yang saat ini sudah terkapar di lantai karena kekalahannya .


" kalian menginginkan uang nya bukan , Berapa semua total hutang nya ? " tanya Bryan seraya menghampiri pria berbadan besar tersebut


Pria berbadan besar itu pun langsung mengeluarkan kertas yang ada di kantong jasnya dan memberikan pada Bryan dengan takut-takut . Bryan yang melihatnya langsung merampas kertas tersebut dan membacanya dengan seksama


" Selesaikan semuanya , dan urus perusahaan itu " ucap Bryan pada Lucas yang sejak tadi berada di dekatnya dan di balas anggukan patuh oleh Lucas


" Pergilah , dan bilang pada bos mu untuk berhati-hati " suruh Bryan dengan wajah garang nya


Para pria berbadan besar tersebut pun pergi meninggalkan tempat itu dengan wajah takut dan babak belur .


" Kalian pergilah dan urus semuanya " suruh Bryan pada Lucas dan para anak buahnya


Lucas dan anak buahnya pun mematuhi perintah sang bos besar mereka langsung meninggalkan tempat tersebut dan mengurus sisanya . setelah kepergian anak buahnya Bryan pun kembali menghampiri Arianna yang saat itu tengah menatap takut kearah Bryan .


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2