
Kini keempat nya sudah duduk di ruangan tersebut seraya berbincang-bincang ringan membahas tentang kisah-kisah David saat berada jauh dari kedua kakaknya .
Semuanya terlihat asik dengan perbincangan tersebut namun tidak dengan Arianna , tubuh Arianna terlihat sangat tegang seperti tengah duduk di antara orang-orang asing di sana dan di tambah lagi dengan tatapan yang lîosesekali di berikan oleh David padanya membuat Arianna sedikit bertambah gugup . Sebisa mungkin Arianna plllï6l
mengalihkan pandangannya dan mencoba untuk tetap tenang di sana .
Sejak tadi Arianna hanya terdiam seraya mendengarkan perbincangan ketiga pria itu yang tengah membahas kehidupan David saat berada di sana seperti pergaulan , pasangan dan keseharian anak itu di tanyakan jelas oleh kedua kakaknya hingga akhirnya tubuh Arianna semakin gugup saat mendengar pertanyaan Bryan yang membuat perasaanya menjadi tak karuan saat ini .
" Bukankah saat di hotel kau ingin mengenalkan ku pada seseorang wanita saat itu ?? " Tanya Bryan heran menyelak ucapan David yang bilang bahwa dia tidak pernah memiliki pacar saat berada di sana
David yang mendengarnya pun langsung menatap kearah Arianna yang saat itu duduk tepat di samping Bryan dan wanita itu juga tengah menatap kearah dirinya dengan tatapan sulit di artikan , dengan segera David pun mengalihkan pandangannya kearah dua kakaknya itu secara bergantian agar tidak menimbulkan kecurigaan yang membuat kesalah pahaman pikir David
" Ahh , wanita itu . Dia sudah mencampakkan ku kak " ucap David sambil tersenyum kikuk yang dan menggaruk tengkuknya yang tak gatal
" Benarkah . Wanita bodoh mana yang berani mencampakkan mu David " ucap Bryan sambil tersenyum lucu
" Entahlah kak , kami bertemu saat berada di sana kak , mungkin sikapku yang terlalu buru-buru hingga dia mencampakkan ku " ucap David sambil tersenyum canggung kearah kakak-kakaknya
" Mungkin itu karma mu nak " ucap Lucas dengan nada seperti orang tua sambil tersenyum lucu seperti Bryan
" Aku ini pria yang setia kak " sangkal David tak terima hingga membuat kedua kakaknya tertawa kecil Arianna
Sedangkan Arianna yang mendengarnya merasa shock bagaimana tidak wanita yang tengah mereka bicarakan itu adalah dirinya sendiri pikir nya . Sesaat Arianna menatap kearah Bryan yang saat itu masih tersenyum lucu ke arah David .
" Kak , sepertinya aku harus kembali bekerja " ucap Arianna hingga membuat Bryan menatap kearah kekasihnya itu dan beralih menatap jam di pergelangan tangannya
" Baiklah aku akan menunggumu di sini bersama mereka , kita akan makan siang bersama-sama nanti di luar " ucap Bryan lembut seraya menyentuh lembut puncak kepala Arianna
" Sepertinya aku tidak bisa ikut kak , banyak sekali pekerjaan yang belum terselesaikan saat ini " tolak Arianna dengan halus
__ADS_1
Sejujurnya itu hanya alasan saja untuk Arianna agar ia tidak merasakan situasi canggung lagi seperti saat ini pikirnya .
" Sayang ayolah , hanya makan siang saja sekaligus menyambut kedatangan David " ucap Bryan membujuk sang kekasih
" Baiklah " ucap Arianna pasrah hingga membuat Bryan tersenyum senang
" Kalau begitu aku permisi " pamit Arianna pada ketiga pria tersebut
Sepeninggal Arianna ketiganya pun kembali berbincang-bincang ringan hingga waktu makan siang pun tiba . Saat tengah asik dengan obrolannya tiba-tiba ponsel Bryan berdering menandakan ada pesan masuk di dalamnya hingga membuat Bryan menatap kearah layar ponselnya dan membaca pesan teks tersebut .
" Lebih baik kalian pergilah lebih duluan , aku akan menunggu Arianna dia bilang sebentar lagi akan selesai dengan pekerjaannya " suruh Bryan seraya menatap kearah Lucas seolah memberi code pada pria tersebut
Lucas yang mengerti pun langsung bangkit dan mencoba mengajak adik nya untuk pergi meninggalkan ruangan tersebut namun David yang merasa heran pun langsung bertanya .
" Mengapa kita tidak pergi bersama-sama ?? " Tanya David heran
" Aku akan menjelaskan nya nanti padamu David , cepat bangunlah " ucap Lucas seraya menyuruh sang adik untuk bangun
Lucas dan David pun pergi meninggalkan Bryan yang masih terduduk di ruangannya seraya menatap kearah layar ponselnya seolah tengah membaca sesuatu di sana hingga beberapa saat Bryan pun mulai bangkit dari duduknya dan mengambil jasnya yang tergantung di sana dengan sangat rapih .
Bryan pun meninggalkan ruangannya seraya berjalan gagah melewati koridor kantornya . Hingga tibalah ia di lobby kantornya , mobil mewah sudah terparkir rapih di luar gedung tersebut seolah tinggal menunggu sang pemilik untuk menunggangi nya saja .
Bryan pun membawa mobilnya meninggalkan gedung pencakar langit miliknya , baru beberapa menit Bryan melajukan mobil mewahnya namun dengan seketika ia menghentikan laju mobilnya itu , Bryan berhenti di salah satu pertigaan tak jauh dari kantornya dan tak berapa lama seseorang pun masuk kedalam mobil milik Bryan orang tersebut tak lain adalah Arianna .
Arianna akan selalu menunggu Bryan di sana saat mereka berniat untuk menikmati makan siang bersama atau untuk pulang bersama dan di situ juga tempat di mana Arianna akan turun di saat Bryan menjemputnya untuk berangkat bersama dengannya . semua itu di lakukan karena Arianna tidak ingin menjadi pusat perhatian orang-orang di kantornya dan terlebih lagi Arianna juga belum cukup berani untuk mengungkapkan statusnya bersama Bryan saat ini .
Sejujurnya ada sedikit rasa bersalah pada diri Arianna atas sikapnya itu , pasalnya Arianna sempat meyakinkan Bryan akan mempublikasikan hubungan mereka namun kenyataannya tidak semudah yang Arianna pikirkan , rasa takut yang Arianna rasakan terus saja mengganggu hati dan pikirannya saat ia ingin mempublikasikan hubungan nya saat ini . Rasa takut akan ucapan orang-orang , rasa takut akan pemikiran buruk dari orang-orang tentang dirinya yang berkencan dengan bos besarnya . Itu semua terus saja berputar dalam benak nya hingga membuat Arianna bersikap sedemikian .
Sedangkan Bryan hanya bisa pasrah mengikuti keinginan wanitanya itu walaupun ada sedikit rasa kecewa dalam dirinya , pasalnya Bryan juga ingin seperti pasangan pada umumnya yang selalu bersikap mesra di depan umum , namun Bryan selalu menghilangkan rasa kecewa itu karna kekecewaan yang ia rasakan itu tak sebanding dengan keberadaan Arianna saat ini di dekatnya toh ia bisa melakukan hal seperti itu saat di luar kantor pikir Bryan .
__ADS_1
" Apa kau menunggu lama ?? " Tanya Bryan saat Arianna tengah memasang sabuk pengamannya
" Tidak , aku baru saja tiba " sahut Arianna sambil tersenyum lembut kearah Bryan hingga membuat pria itu pun ikut tersenyum lembut
Bryan pun menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju salah satu restoran mewah yang sudah di pesan oleh Lucas dan David tadi . Sesampainya di depan restoran Bryan berjalan seraya merangkul pinggang Arianna menuju meja tempat Lucas dan David berada .
Saat hendak menuju meja tersebut tiba-tiba langkah Arianna terhenti dan membuat Bryan pun ikut menghentikan langkahnya . Arianna pun menatap kearah meja Lucas dan David saat ini .
Arianna yang saat itu menatap kearah meja Lucas dan David tiba-tiba mengalihkan pandangannya kearah Bryan seolah meminta penjelasan pada pria itu , sedangkan Bryan yang di tatapan seperti itu hanya mengerutkan keningnya dan mengangkat kedua bahunya secara bersamaan pertanda ia tidak tahu menahu tentang hal tersebut .
" Mungkin mereka yang mengundang Jenny , sayang " ucap Bryan memberi penjelasan agar kekasihnya tidak salah paham padanya
Arianna benar-benar di buat kaget dengan kehadiran Jenny , wanita yang sangat tidak Arianna sukai , wanita itu berada di sana dan dia juga terlihat sangat akrab dengan David saat itu . sedangkan Lucas hanya terdiam menatap kearah Jenny tanpa berbicara sepatah kata pun .
" Haruskah kita ke sana ?? " Tanya Arianna menatap ragu dan lirih ke arah Bryan
Bryan pun menganggukkan pelan kepalanya sambil tersenyum simpul hingga membuat Arianna tak punya pilihan lain .
" Baiklah " ucap Arianna pasrah
Keduanya pun kembali melanjutkan langkahnya menuju meja tersebut , setibanya di sana Arianna dan Bryan di sambut oleh Lucas yang mempersilakan keduanya untuk duduk di bangku kosong yang berada di sana .
Jenny menatap malas kearah pasangan tersebut ia memilih menatap kearah lain saat itu . Sedangkan David Ia tak melepaskan pandangannya sama sekali dari arah Arianna hingga membuat Jenny tersenyum miring saat melihat kearahnya.
.
.
.
__ADS_1
Maafkan saya kalo makin gak jelas ceritanya 🥺🙏