
Kini di sebuah ruang terlihat dua orang wanita tentang terduduk dengan wajah lesu dan sangat lirih , rasa lelah dan lapar tak lagi mereka rasakan saat ini . pandang kosong terlihat jelas di wajah wanita paruh baya itu yang tak lain adalah Hellen ibu Arianna sedangkan Arianna Ia terus menatap kearah peti kayu yang berada tepat di depannya entah sudah berapa kali air matanya menetes saat itu .
Flashback On ...
Saat Arianna menerima panggilan dari sang ibu kemarin Arianna langsung bergegas pergi meninggalkan tempat kerjanya untuk menuju rumah sakit tempat dimana sang ibu berada saat itu .
saat tiba di sana Arianna melihat sang ibu tengah berdiri di depan ruang UGD dengan wajah gelisah penuh air mata dan wajahnya pun terlihat sangat panik saat itu .
" Bu , bagaimana keadaan ayah ?? " tanya Arianna saat tiba di dekat sang ibu dengan wajah paniknya
sang ibu hanya menggelengkan kepalanya dengan memasang wajah lirih seraya memeluk tubuh sang anak dan menumpahkan seluruh kesediaan nya saat ini .
" Ayah akan baik-baik saja Bu , percayalah " ucap Arianna menenangkan sang ibu walaupun sejujurnya dirinya saat ini pun merasa sangat takut dengan kenyataan yang akan di terima oleh ibu dan dirinya
__ADS_1
setelah menunggu beberapa jam akhirnya dokter pun keluar dengan wajah lelah dan penuh penyesalan seraya mengucapkan kata " maaf " . Arianna yang mendengar dan melihat ekspresi sang dokter pun hanya terdiam suara tangis sang ibu kini terdengar sangat keras di telinganya namun ia tak bisa berbuat apapun saat itu Arianna merasa separuh raga nya telah hilang dalam dirinya
Flashback Off
Arianna terus menatap kearah peti kayu yang berada di depannya saat itu seraya berjalan mendekati peti tersebut . di pandang nya foto sang ayah yang berada tak jauh dari peti tersebut dan tiba-tiba air mata yang sejak tadi telah berhenti kini keluar lagi tanpa seizin dari sang empunya .
" Ayah " ucap Arianna lirih seraya beralih menatap wajah sang ayah yang tengah tertidur lelap dalam damainya saat ini
Pandangan Arianna terus menatap kearah sang ayah yang tengah tertidur lelap di dalam peti tersebut , kini air mata terus mengalir deras di wajah cantik wanita itu namun dengan kasar ia menghapus air mata tersebut agar tak menghalangi pandangannya untuk menatap sang ayah
saat tengah fokus menatap wajah sang ayah tiba-tiba ada sosok tangan yang menyentuh pundak Arianna hingga membuat gadis itu menatap kearah asal tersebut .
Arianna menatap kearah sampingnya terlihat sosok Pria yang ia kenal tengah berdiri tegap tepat di sampingnya saat ini . Arianna menatap mata pria tersebut dengan tatapan sayunya dan pria tersebut hanya tersenyum lembut kearah Arianna seolah tengah berucap pada Arianna bahwa semuanya akan baik-baik saja .
__ADS_1
Tanpa persetujuan dari sang empunya Arianna langsung memeluk tubuh kekar pria tersebut dan menumpahkan semua air matanya di dada bidang pria tersebut .
" Ayah " ucap Arianna dengan suara seraknya karna sambil menangis
" Menangis lah sepuas mu Arianna , tumpukan semua beban yang mengganjal di dada mu " ucap Bryan pria tampan yang kini berada didekat Arianna seraya mengelus lembut punggung Arianna
Bryan sengaja meninggalkan pekerjaannya Saat itu dan bergegas pergi menuju negara asalnya saat mendengar kabar duka tentang ayah Arianna . setelah sampai Bryan tak langsung menuju mansion nya ia angsung menuju ke rumah duka tempat Arianna dan keluarganya berada saat ini .
Di sisi lain , Hellen mengalihkan pandangannya kearah Arianna dan Bryan yang berada di dekat peti kayu tersebut . tiba-tiba saja kesadaran Hellen pulih saat melihat sang anak yang tengah memeluk tubuh kekar Bryan dengan sangat erat seketika butiran air mata kembali keluar dari mata sayu wanita paruh baya tersebut .
" Kau tidak perlu mengkhawatirkan Arianna lagi Alex , aku yakin Bryan akan menjaga anak kita dengan sangat baik , beristirahatlah dengan tenang sayang " ucap Hellen dalam hati seraya terus menatap kearah sang anak dengan tatapan penuh air mata
.
__ADS_1
.
.