When A Man Falls In Love

When A Man Falls In Love
Bagian 18


__ADS_3

Setibanya di kantor Bryan sudah melihat sosok wanita yang sangat ia sukai tengah berjalan bersama dengan sahabat nya seraya menatap dan tersenyum pada karyawan lain yang ada di sana , wanita tersebut tak lain adalah Arianna .


Bryan berjalan menghampiri sosok keduanya dengan memasang wajah santai. Arianna dan Lucas yang melihat sosok bosnya pun langsung menghentikan langkahnya .


" Apa kau sudah mengatur tempat untuknya ? " tanya Bryan saat tiba di dekat keduanya


" He'em . Dia akan di tempatkan di departemen perencanaan , Bagaimana menurut mu ? " sahut Lucas meminta pendapat sang bos


" Sepertinya bagus , teruskanlah aku akan pergi ke ruangan ku " sahut Bryan seraya menepuk pelan pundak Lucas dan berlalu menuju ruangan nya


Sepanjang perjalanan menuju ruangannya bibir Bryan terus mengukirkan senyum paling bahagia hingga membuat para karyawan menatap kagum kearah dirinya karena melihat sang bos yang berbeda dari biasanya saat ini .


Lucas dan Arianna pun berjalan menuju sekumpulan orang yang tengah sibuk dengan pekerjaannya masing-masing .


" Permisi , bisakah kalian menghentikan pekerjaan kalian sebentar " suruh Lucas saat tiba di salah satu ruangan yang terdapat meja besar dan lebar namun di sekatan seperti meja ala-ala perusahaan


para karyawan pun menghentikan aktivitasnya dan berdiri seraya menatap kearah Lucas yang tengah berdiri gagah bersama Arianna di depan meja besar tersebut .


" Aku ingin mengenalkan kalian dengan seseorang , dia akan bergabung dengan team kalian mulai hari ini " ucap Lucas pada para karyawan tersebut


" Kau bisa perkenalkan dirimu Arianna " suruh Lucas pada Arianna


Arianna langsung memperkenalkan dirinya pada rekan-rekan barunya dan para Karyawan tersebut pun menyambut Arianna dengan senyuman ramah tanda menerima kehadiran Arianna .


" Dia adalah yang termuda di team kalian , aku harap kalian menjaganya dengan baik " ucap Lucas sambil tersenyum di balasan anggukan dan senyuman oleh para karyawan tersebut


" Kau bisa duduk di sana Arianna " suruh Lucas seraya menunjuk salah satu meja kosong di sana


" Terimakasih " sahut Arianna sambil menunduk sopan dan berlalu menuju meja kosong tersebut


" Oya . ini pekerjaan mu hari ini , jika ada yang tidak kau mengerti kau bisa langsung tanyakan pada rekan-rekan mu " ucap Lucas seraya memberikan berkas yang sejak tadi berada di tangan nya


" Terimakasih " ucap Arianna sopan seraya menerima berkas tersebut


" Aku harap kalian membantunya di saat dia tidak mengerti dengan pekerjaannya " suruh Lucas pada para karyawannya


" Baik tuan , anda tenang saja kami akan menjaganya dengan baik " sahut salah satu karyawan senior di team tersebut


" Baiklah , kalian bisa kembali mengerjakan pekerjaannya kalian " ucap Lucas seraya pamit dan berlalu dari ruangan tersebut

__ADS_1


Kini Lucas tengah berjalan menuju ruangan bos sekaligus sahabatnya itu seraya membawa berkas yang ada di tangannya . saat ia membuka pintu ruangan Bryan tiba-tiba Lucas melihat sosok pria yang tengah berdiri gusar membolak-balikkan langkah kakinya di depan meja kerjanya seolah tengah memikirkan atau menuggu sesuatu . Lucas yang melihat sikap sahabatnya pun langsung tersenyum lucu ia tak kuasa menahan tawanya saat ini .


" Apa yang sedang kau lakukan ?? " tanya Lucas langsung masih dengan senyum lucunya


Bryan yang melihat kehadiran sahabatnya pun langsung menghampiri pria tersebut yang saat itu masih berdiri di dekat pintu .


" Bagaimana , apa dia berbicara sesuatu pada mu ?? " tanya Bryan antusias mengalihkan pembicaraan hingga membuat Tawa Lucas semakin menjadi


Lucas merasa sangat lucu dengan sikap sahabatnya saat ini , karena sebelumnya Lucas tidak pernah melihat sikap Bryan yang seperti ini maka dari itu Lucas merasa sangat lucu saat melihatnya.


" Ayolah , ceritakan pada ku !? " ucap Bryan penasaran


" Dia tidak berbicara apapun selain mengucapkan terimakasih pada ku " sahut Lucas masih dengan senyum lucunya


" Benarkah ? " ucap Bryan


" He'em " sahut Lucas seraya membuat ekspresi wajah meyakinkan


" Huhf " hembusan nafas Bryan


" Ayolah , Kau tenang saja saat ini dia sudah ada di dekat mu aku yakin kau pasti aka mendapatkan nya " ucap Lucas memberi semangat untuk sahabat nya seraya menepuk pelan pundak Bryan


" Nah , berkas yang harus kau tanda tangani " ucap Lucas seraya memberikan berkas yang sejak tadi ia pegang


Bryan pun langsung kembali ke kursi kerajaannya seraya melihat satu persatu berkas yang di bawa oleh Lucas tadi dan menandatangani berkas tersebut .


" Nah , kembalilah bekerja " Suruh Bryan seraya memberikan berkas yang sudah ia tanda tangani pada Lucas


" Baik bos " sahut Lucas dengan senyum jahilnya seraya membalikkan badannya dan berlalu pergi meninggalkan ruangan tersebut


Lucas berjalan keluar dari ruangan Bryan menuju ruangannya seraya mengecek berkas yang sudah di tanda tangani oleh Bryan tadi namun tiba-tiba langkah kakinya terhenti saat melihat sosok wanita yang kini ada di depannya , wanita yang ia sukai sejak lama dan wanita yang bibirnya ia cium kemarin kini berada di depannya dengan jarak yang tidak terlalu jauh dari dirinya . Lucas menelan Salivanya saat melihat wajah cantik wanita tersebut dan dengan sekuat tenaga Lucas menetralkan dirinya agar terlihat biasa saja .


" Hay " sapa Lucas canggung


" Apa Bryan ada di ruangannya ?? " tanya Jenny langsung tanpa menghiraukan sapaan Lucas


" Ya , dia ada di ruangannya , kau bisa langsung kesana " suruh Lucas seraya menyingkirkan dirinya kesamping agar Jenny bisa melewati nya .


Jenny pun langsung melewati Lucas tanpa mengucapkan sepatah kata pun pada pria tersebut , ia berjalan santai menuju ruangan Bryan tanpa memperdulikan Lucas yang saat itu masih berdiri di tempatnya . Lucas yang melihat kepergian Jenny hanya bisa menundukkan kepalanya , hatinya kini seperti teriris ada rasa perih di dalam dadanya saat ini namun Lucas tidak bisa berbuat apapun karena inilah konsekuensi yang harus ia terima atas perbuatannya kemarin pikir Lucas

__ADS_1


Lucas menghembuskan pelan nafasnya setelah melihat tubuh wanita itu yang menghilang di telan pintu ruangan Bryan , Lucas pun kembali meneruskan langkah kakinya menuju ruangannya saat ini .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Di sisi lain......


Jenny pun membuka pintu ruangan Bryan terlihat pria yang sangat ia sukai tengah sibuk berkutat dengan laptopnya . mendengar pintu tertutup akhirnya Bryan pun mengalihkan pandangannya kearah pintu tersebut .


" Apa yang membuat mu datang ke sini Jenny ?? " tanya Bryan langsung saat melihat Jenny yang tengah berjalan santai menuju mejanya


" Apa aku tidak di perboleh untuk datang walaupun hanya sekedar menemui mu " ucap Jenny santai seraya menempelkan bokongnya di kursi depan meja kerja Bryan


" Terserah kau saja , buatlah dirimu senyaman mungkin " ucap Bryan seraya kembali menatap kearah laptopnya


Jenny duduk terdiam namun matanya tak beralih dari wajah pria tampan yang saat


itu terlihat sangat serius menatap kearah laptopnya . bibir Jenny pun tersenyum saat melihat wajah pria tampan tersebut .


" Oya . apa kau sudah mensurvey tempat itu ?? " tanya Jenny hingga membuat Bryan menatap kearah wanita tersebut


" Belum , aku akan menyuruh salah satu anak buah ku untuk pergi kesana " ucap Bryan di balas anggukan pelan oleh Jenny


" Mengapa tidak kau dan aku saja yang pergi kesana " ucap Jenny memberi saran sekaligus mencari kesempatan sambil tersenyum cerah


Jenny ingin mencari kesempatan untuk bisa bersama dengan Bryan . maka dari itu ia mengajak Bryan untuk mensurvey tempat itu bersama dengan diri agar ia dan Bryan bisa lebih dekat , kerna untuk mensurvey tempat tersebut ia dan Bryan tidak perlu bekerja anggaplah itu sekedar refreshing pikir Jenny .


" Tidak bisa , ada beberapa pekerjaan yang harus aku kerjakan " tolak Bryan dan kembali mengalihkan pandangannya hingga membuat Jenny merubah ekspresi wajahnya


" Oya , mengapa tidak kau dan Lucas saja yang pergi ke tempat itu ? " Sambung Bryan memberi saran seraya kembali menatap wanita tersebut


" Itu bukan ide bagus Bryan " sahut Jenny dengan nada jutek namun Bryan hanya tersenyum kuda


Saat keduanya tengah berbincang-bincang tiba-tiba suara ketukan pintu membuyarkan keduanya .


" Masuk " teriak Bryan dari dalam


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2