
Arianna merasa sangat bingung dengan sikap pria yang menarik tangannya saat itu . pasalnya Arianna merasa tidak memiliki masalah apapun pada pria itu namun saat ini sikap pria itu sangat kasar seolah Arianna telah berbuat kesalahan padanya.
Dan Sebenarnya saat di lift tadi Arianna pun sangat terkejut saat melihat Bryan yang berada di dalam lift tersebut maka dari itu ia hanya menundukkan kepalanya sejak masuk ke dalam lift dan berlari cepat saat pintu lift telah terbuka untuk menjauh dari pria tersebut pikirnya . Arianna berada di kantor tersebut berniat untuk melamar pekerjaan yang tengah di buka oleh perusahaan itu sebagai office girl di kantor tersebut , Arianna benar-benar tidak tau bahwa pria yang tak ia kenal itu bekerja di kantor tersebut . jika Arianna tau bahwa Pria itu bekerja di sana mungkin Arianna tidak akan melamar di tempat tersebut pikirnya .
" Kau menyakitiku Tuan " ucap Arianna dengan nada kesal
" Maaf " ucap Bryan spontan seraya melepaskan genggaman tangannya setelah sadar bahwa ia menyakiti gadis tersebut
" Aku benar-benar tidak mengerti dengan sikap mu Tuan , ada apa dengan mu ? , dan apa yang telah ku perbuat terhadap mu ? " ucap Arianna kesal
Bryan hanya terdiam saat mendengar ucapan Arianna , ia juga merasa sangat bingung dengan dirinya saat ini , pasalnya ia tidak pernah bisa mengontrol dirinya saat berada di dekat gadis itu . Bryan juga ingin sekali tau semua tentang Arianna pikirnya .
__ADS_1
" Jika aku pernah berbuat salah padamu aku benar-benar minta maaf " sambung Arianna dengan wajah sedikit kesal dan mengerutkan keningnya hingga membuat Bryan menatap kearah gadis tersebut
" akulah yang seharusnya minta maaf pada mu " ucap Bryan lirih
" Maafkan aku karena sudah membuat mu sangat tidak nyaman dan aku juga tidak bermaksud untuk menyakiti mu , sungguh ! " sambung Bryan cepat dengan nada sangat menyesal
" lupakanlah , jika suatu hari kita bertemu , aku harap kau tidak seperti ini dan anggaplah kita tidak pernah mengenal sebelumnya " ucap Arianna lantang namun sukses membuat dada Bryan terasa sedikit sakit
Bryan merasa seperti tidak rela dengan ucapan Arianna ia hanya terdiam mematung seraya merasakan sedikit sesak di dadanya , ia benar-benar merasa sangat kesal pada dirinya saat ini karena telah membuat Arianna tidak nyaman berdekatan dengan dirinya .
" Tunggu " satu kata yang akhirnya terucap dari bibir pria tampan itu hingga membuat Arianna menghentikan langkahnya namun tidak menatap kearahnya
__ADS_1
" Aku tau kau membutuhkan banyak uang untuk kebutuhan keluarga mu saat ini " ucap Bryan hingga membuat Arianna langsung menatap kearah nya
" Aku bisa memberikan mu banyak uang tapi dengan syarat.... " ucap Bryan terhenti
kini Bryan sudah tak perduli dengan sikap dan ucapannya saat ini walaupun ia tau dirinya akan semakin di benci oleh gadis itu kini Bryan sudah tak perduli pikir nya . yang ada di pikirannya saat ini adalah bagaimana caranya agar gadis itu bisa dekat dengan dirinya .
" Kau harus menjadi pasangan ku dengan waktu yang tidak di tentukan , aku akan menjamin semua kehidupan mu dan keluarga mu , Bagaimana ?! " sambung Bryan seraya menatap kearah gadis itu yang saat ini tengah menatapnya dengan wajah penuh tanya
Arianna yang mendengarnya merasa sangat bingung dengan pria tersebut , ia menatap Bryan dengan tatapan tak bersahabat Arianna merasa heran dengan Ucap Bryan saat ini pasalnya ia tidak pernah merasa dekat dengan pria itu sebelumnya dan saat mendengar ucapan Bryan Arianna merasa penasaran setan apa yang telah merasuki tubuh pria itu hingga bisa berbicara seperti ini dengan wanita yang belum lama ia kenal .
" Maaf Tuan , aku dan keluarga ku memang membutuhkan uang tapi aku tidak berniat mengikuti syarat darimu " ucap Arianna lantang
__ADS_1
" Terimakasih atas tawaran nya dan permisi " sambung Arianna seraya berlalu pergi meninggalkan Bryan yang masih mematung menatap kearah Arianna
Bryan kini hanya bisa mematung dan menatap kepergian Arianna seraya menyesali ucapannya barusan , kini ia sudah tidak memiliki harapan apapun lagi untuk bisa dekat dengan gadis itu , karna ia berpikir Arianna sudah sangat membencinya saat ini . namun niatnya untuk bisa memiliki gadis itu terus membara dalam pikirannya saat ini