When A Man Falls In Love

When A Man Falls In Love
Bagian 15


__ADS_3

Di sisi lain di tempat yang berbeda ...


Bryan kini tengah berada di dalam mobilnya bersama dengan seorang wanita yang saat itu tengah terduduk kaku di samping kursi kemudi mobilnya . Bryan terus menatap kearah sampingnya hingga membuat wanita tersebut semakin takut dan tegang di buatnya .


" Apa yang kau lakukan di sana Arianna ?? " tanya Bryan langsung


Ya wanita tersebut adalah Arianna , saat Lucas pergi mengantarkan Jenny Bryan masih berada di Bar tersebut dan saat ia ingin meninggalkan Bar tersebut tiba-tiba pandangan nya teralihkan dengan sosok gadis yang sudah mengganggu pikiran nya sejak tadi .


Bryan melihat Arianna tengah terduduk kaku di salah satu meja bersama dengan wanita yang pakaian nya agak sedikit berbuka dan juga dua pria dewasa lainnya . dengan emosi yang memuncak Bryan langsung menghampiri meja tersebut dan mengaku-ngaku sebagai pacar Arianna hingga akhirnya ia bisa membawa wanita itu kedalam mobilnya saat ini.


" Apa yang aku lakukan di sana bukan urusan anda Tuan dan aku sudah memperingatkan mu untuk bersikap tidak kenal jika bertemu lagi dengan ku " ucap Arianna kesal


Bryan yang mendengarnya tidak menggubris perkataan gadis tersebut , ia malah memiringkan senyumannya seraya menatap kearah Arianna yang saat itu tengah terlihat sangat kesal .


" Kau menginginkan pekerjaan bukan ?? " tanya Bryan langsung namun Arianna hanya terdiam dan masih memasang wajah kesalnya


" Aku akan memberikan mu pekerjaan " sambung Bryan dan Arianna pun mulai menatap kearahnya namun masih memasang wajah yang amat sangat kesal


" Aku tidak butuh pekerjaan dari mu " Sahut Arianna kesal seraya kembali mengalihkan pandangannya


" Benarkah , apa kau tidak kasihan dengan kedua orang tua mu " ucap Bryan sedikit menggertak


Seketika pikiran Arianna kembali teringat pada kedua orang tuanya setelah mendengar ucapan pria tersebut , di tambah lagi dengan kondisi sang ayah yang saat ini masih berada di rumah sakit . tiba-tiba saja Arianna menghembuskan pelan nafasnya , kini rasa benci , kesal dan marah bercampur aduk dalam dada dan pikirannya saat ini .


" Bekerjalah di dekat ku " sambung Bryan sambil tersenyum simpul namun dengan wajah senang hingga membuat Arianna menatap marah kearahnya


Bryan tidak perduli dengan tatapan tersebut , ia juga tidak peduli dengan kebencian Arianna terhadap nya . Bryan hanya ingin Arianna tetap berada di dekatnya .


" Aku tidak akan menerima pekerjaan konyol itu , apa kau mengerti ! " sahut Arianna kesal


" Bagaimana jika kau bekerja di kantor ku , apa kau masih tidak mau menerima nya " ucap Bryan santai namun Arianna hanya terdiam seolah tengah berfikir


" Tidak Terimakasih " Sahut Arianna setelah sadar tanpa menatap Bryan


" Baiklah , aku akan memberikan mu waktu untuk berpikir . kau bisa datang kapan saja ke kantor ku " ucap Bryan santai Seraya mendekatkan wajahnya ke kuping Arianna


" Kau tidak memiliki pilihan lain Arianna , selain menerima nya " Sambung Bryan tepat di kuping wanita itu , hingga membuat Arianna menjauhkan dirinya sedikit dan menatap kesal kearah Bryan


" Kau terlalu percaya diri Tuan " Sahut Arianna ketus


Rasa benci kini terlihat jelas di mata Arianna sungguh ia benar-benar tidak mengerti dengan pria yang ada di dekatnya saat ini . Arianna merasa dia sangat menggangu . Bryan yang di tatap penuh kebencian tak mempedulikan nya ia hanya terdiam dan malah membalas tatapan Arianna dengan tatapan wajah santainya .


" Jika tidak ada keperluan lagi , biarkan aku pergi " sambung Arianna jutek


" Baiklah " sahut Bryan singkat namun malah mendekatkan dirinya ke kursi Arianna

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan ?? " tanya Arianna kaget namun Bryan hanya terdiam dan sibuk memasangkan sabuk pengaman Arianna


" Aku akan mengantarkan mu pulang " sahut Bryan santai setelah selesai dan kini sibuk menyalahkan mesin mobilnya


" Tidak perlu , aku bisa pergi sendiri " tolak Arianna cepat dan kembali melepaskan sabuk pengamannya


" Tidak ada penolakan Arianna " teriak Bryan cepat seraya menatap tegas kearah Arianna dan kembali memasangkan sabuk pengaman wanita itu


Arianna langsung terdiam saat melihat wajah garang dan suara keras pria tersebut . Bryan pun langsung mengendarai mobilnya menuju rumah Arianna sepanjang perjalanan keduanya hanya terdiam suasana di mobil tersebut kini sangat hening .


" Ya Tuhan , apa yang telah ku perbuat hingga aku terjebak dengan pria ini ? " tanya Arianna bingung dalam hati


kini Mobil pun terhenti tepat di depan rumah Arianna yang terlihat gelap dan sepi . tanpa bicara Arianna langsung melepaskan sabuk pengamannya dan berniat secepatnya keluar dari mobil tersebut . Bryan yang berada di sampingnya hanya menatap dan tersenyum simpul kearah wanita yang tengah sibuk itu .


" Pikirkanlah tawaran ku baik-baik sebelum kau menolaknya " ucap Bryan memecahkan keheningan namun Arianna hanya diam tak menjawab


" Terimakasih " sahut Arianna ketus dan keluar dari mobil tersebut tanpa menatap kearah Bryan


Bryan menatap kepergian Arianna seraya tersenyum simpul " Kau terlalu keras kepala Arianna " ucap Bryan Seraya menatap kepergian Arianna


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Waktu pun terus berlalu kini Bryan tengah berada di dalam mobilnya bersama dengan asisten pribadi yaitu Lucas untuk menghadiri meeting dengan client pentingnya . Bryan yang saat itu tengah sibuk dengan ponselnya pun menatap kearah Lucas yang sedang mengendarai mobilnya .


" He'em , tidak ada ! " Jawab Lucas langsung seraya menatap Bryan melalui kaca spionnya


" Benarkah , apa kau sakit ? " tanya Bryan lagi tak percaya


" Aku baik-baik saja Bryan " sahut Lucas meyakinkan sahabatnya


" Hm , Baiklah " Sahut Bryan seraya kembali menatap kearah ponselnya


Lucas menatap kearah Bryan melalui kaca spionnya , seperti ada yang mengganjal dalam hatinya saat ini namun ia tidak ingin menceritakan hal tersebut dan akhirnya Lucas pun hanya menghembuskan nafasnya dengan pelan .


" Jika kau ingin cerita maka cerita lah , aku akan mendengarkan nya " sahut Bryan langsung saat mendengar hembusan nafas Lucas seraya menatap kearahnya


Bryan sudah hapal betul dengan sikap sahabatnya ini . Bryan sangat yakin bahwa sahabat nya itu sedang tidak baik-baik saja . Lucas hanya terdiam tak menyahut ucapan Bryan .


" Jadi kau tidak ingin bicara ? " tanya Bryan lagi


" Apa Jenny menghubungi mu ?? " tanya Lucas langsung hingga membuat Bryan mengerutkan keningnya tanda bingung


" Tidak , Memangnya ada apa ? , mengapa dia harus menghubungi ku ? " tanya Bryan panjang lebar


" Tidak ada apa-apa ! " sahut Lucas gugup dan canggung

__ADS_1


Bryan yang melihat sikap temannya pun langsung menyipitkan kedua matanya seolah tidak percaya dengan ucap Lucas saat itu .


" Apa kau sedang menyembunyikan sesuatu dari ku Lucas ? " tanya Bryan namun Lucas hanya terdiam


" Memang Apa yang sudah kau lakukan pada Jenny ? " Sambung Bryan lagi semakin penasaran


" Aku mencium nya semalam " sahut Lucas datar namun sukses membuat Bryan kaget dan tersenyum lucu


" Benarkah ?? " tanya Bryan tak percaya dan masih tersenyum lucu


Lucas yang melihatnya pun langsung memutarkan bola matanya dengan malas . ia sangat tau inilah reaksi Bryan saat mendengar ceritanya.


" Maaf , Maaf . lalu bagaimana sekarang " tanya Bryan sambil tersenyum saat melihat ekspresi Lucas


" Entahlah , mungkin saat ini dia sudah sangat membenci ku " ucap Lucas datar


" Kau terlalu cepat putus asa kawan " ucap Bryan seraya menepuk pundak Lucas seolah menguatkan sahabatnya


" Mungkin bisa di bilang seperti itu " sahut Lucas datar


" Ayolah , ini masih terlalu awal untuk menyerah " ucap Bryan


" Tapi dia tidak menyukai ku Bryan " ucap Lucas lantang


" Tenanglah , kau bisa terus mengejar nya sampai dia menyerah , aku yakin kau akan mendapatkan nya " ucap Bryan meyakinkan sahabatnya namun Lucas hanya terdiam


" Sepertinya tidak mungkin " ucap Lucas datar


Karna Lucas tau pria yang di sukai Jenny adalah Bryan , tapi Lucas tidak ingin membicarakan hal tersebut pada sahabat nya itu.


" Ayolah , dirimu yang saat ini seperti bukan Lucas yang ku kenal " ucap Bryan seraya menepuk pundak Lucas


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2