
Di sisi lain di tempat yang berbeda ...
Bryan kini tengah berada di dalam mobilnya bersama dengan seorang wanita yang saat itu tengah terduduk kaku di samping kursi kemudi mobilnya . Bryan terus menatap kearah sampingnya hingga membuat wanita tersebut semakin takut dan tegang di buatnya .
" Apa yang kau lakukan di sana Arianna ?? " tanya Bryan langsung
Ya wanita tersebut adalah Arianna , saat Lucas pergi mengantarkan Jenny Bryan masih berada di Bar tersebut dan saat ia ingin meninggalkan Bar tersebut tiba-tiba pandangan nya teralihkan dengan sosok gadis yang sudah mengganggu pikiran nya sejak tadi .
Bryan melihat Arianna tengah terduduk kaku di salah satu meja bersama dengan wanita yang pakaian nya agak sedikit berbuka dan juga dua pria dewasa lainnya . dengan emosi yang memuncak Bryan langsung menghampiri meja tersebut dan mengaku-ngaku sebagai pacar Arianna hingga akhirnya ia bisa membawa wanita itu kedalam mobilnya saat ini.
" Apa yang aku lakukan di sana bukan urusan anda Tuan dan aku sudah memperingatkan mu untuk bersikap tidak kenal jika bertemu lagi dengan ku " ucap Arianna kesal
Bryan yang mendengarnya tidak menggubris perkataan gadis tersebut , ia malah memiringkan senyumannya seraya menatap kearah Arianna yang saat itu tengah terlihat sangat kesal .
" Kau menginginkan pekerjaan bukan ?? " tanya Bryan langsung namun Arianna hanya terdiam dan masih memasang wajah kesalnya
" Aku akan memberikan mu pekerjaan " sambung Bryan dan Arianna pun mulai menatap kearahnya namun masih memasang wajah yang amat sangat kesal
" Aku tidak butuh pekerjaan dari mu " Sahut Arianna kesal seraya kembali mengalihkan pandangannya
" Benarkah , apa kau tidak kasihan dengan kedua orang tua mu " ucap Bryan sedikit menggertak
Seketika pikiran Arianna kembali teringat pada kedua orang tuanya setelah mendengar ucapan pria tersebut , di tambah lagi dengan kondisi sang ayah yang saat ini masih berada di rumah sakit . tiba-tiba saja Arianna menghembuskan pelan nafasnya , kini rasa benci , kesal dan marah bercampur aduk dalam dada dan pikirannya saat ini .
" Bekerjalah di dekat ku " sambung Bryan sambil tersenyum simpul namun dengan wajah senang hingga membuat Arianna menatap marah kearahnya
Bryan tidak perduli dengan tatapan tersebut , ia juga tidak peduli dengan kebencian Arianna terhadap nya . Bryan hanya ingin Arianna tetap berada di dekatnya .
" Aku tidak akan menerima pekerjaan konyol itu , apa kau mengerti ! " sahut Arianna kesal
" Bagaimana jika kau bekerja di kantor ku , apa kau masih tidak mau menerima nya " ucap Bryan santai namun Arianna hanya terdiam seolah tengah berfikir
" Tidak Terimakasih " Sahut Arianna setelah sadar tanpa menatap Bryan
" Baiklah , aku akan memberikan mu waktu untuk berpikir . kau bisa datang kapan saja ke kantor ku " ucap Bryan santai Seraya mendekatkan wajahnya ke kuping Arianna
" Kau tidak memiliki pilihan lain Arianna , selain menerima nya " Sambung Bryan tepat di kuping wanita itu , hingga membuat Arianna menjauhkan dirinya sedikit dan menatap kesal kearah Bryan
" Kau terlalu percaya diri Tuan " Sahut Arianna ketus
Rasa benci kini terlihat jelas di mata Arianna sungguh ia benar-benar tidak mengerti dengan pria yang ada di dekatnya saat ini . Arianna merasa dia sangat menggangu . Bryan yang di tatap penuh kebencian tak mempedulikan nya ia hanya terdiam dan malah membalas tatapan Arianna dengan tatapan wajah santainya .
" Jika tidak ada keperluan lagi , biarkan aku pergi " sambung Arianna jutek
" Baiklah " sahut Bryan singkat namun malah mendekatkan dirinya ke kursi Arianna
__ADS_1
"Apa yang kau lakukan ?? " tanya Arianna kaget namun Bryan hanya terdiam dan sibuk memasangkan sabuk pengaman Arianna
" Aku akan mengantarkan mu pulang " sahut Bryan santai setelah selesai dan kini sibuk menyalahkan mesin mobilnya
" Tidak perlu , aku bisa pergi sendiri " tolak Arianna cepat dan kembali melepaskan sabuk pengamannya
" Tidak ada penolakan Arianna " teriak Bryan cepat seraya menatap tegas kearah Arianna dan kembali memasangkan sabuk pengaman wanita itu
Arianna langsung terdiam saat melihat wajah garang dan suara keras pria tersebut . Bryan pun langsung mengendarai mobilnya menuju rumah Arianna sepanjang perjalanan keduanya hanya terdiam suasana di mobil tersebut kini sangat hening .
" Ya Tuhan , apa yang telah ku perbuat hingga aku terjebak dengan pria ini ? " tanya Arianna bingung dalam hati
kini Mobil pun terhenti tepat di depan rumah Arianna yang terlihat gelap dan sepi . tanpa bicara Arianna langsung melepaskan sabuk pengamannya dan berniat secepatnya keluar dari mobil tersebut . Bryan yang berada di sampingnya hanya menatap dan tersenyum simpul kearah wanita yang tengah sibuk itu .
" Pikirkanlah tawaran ku baik-baik sebelum kau menolaknya " ucap Bryan memecahkan keheningan namun Arianna hanya diam tak menjawab
" Terimakasih " sahut Arianna ketus dan keluar dari mobil tersebut tanpa menatap kearah Bryan
Bryan menatap kepergian Arianna seraya tersenyum simpul " Kau terlalu keras kepala Arianna " ucap Bryan Seraya menatap kepergian Arianna
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Waktu pun terus berlalu kini Bryan tengah berada di dalam mobilnya bersama dengan asisten pribadi yaitu Lucas untuk menghadiri meeting dengan client pentingnya . Bryan yang saat itu tengah sibuk dengan ponselnya pun menatap kearah Lucas yang sedang mengendarai mobilnya .
" He'em , tidak ada ! " Jawab Lucas langsung seraya menatap Bryan melalui kaca spionnya
" Benarkah , apa kau sakit ? " tanya Bryan lagi tak percaya
" Aku baik-baik saja Bryan " sahut Lucas meyakinkan sahabatnya
" Hm , Baiklah " Sahut Bryan seraya kembali menatap kearah ponselnya
Lucas menatap kearah Bryan melalui kaca spionnya , seperti ada yang mengganjal dalam hatinya saat ini namun ia tidak ingin menceritakan hal tersebut dan akhirnya Lucas pun hanya menghembuskan nafasnya dengan pelan .
" Jika kau ingin cerita maka cerita lah , aku akan mendengarkan nya " sahut Bryan langsung saat mendengar hembusan nafas Lucas seraya menatap kearahnya
Bryan sudah hapal betul dengan sikap sahabatnya ini . Bryan sangat yakin bahwa sahabat nya itu sedang tidak baik-baik saja . Lucas hanya terdiam tak menyahut ucapan Bryan .
" Jadi kau tidak ingin bicara ? " tanya Bryan lagi
" Apa Jenny menghubungi mu ?? " tanya Lucas langsung hingga membuat Bryan mengerutkan keningnya tanda bingung
" Tidak , Memangnya ada apa ? , mengapa dia harus menghubungi ku ? " tanya Bryan panjang lebar
" Tidak ada apa-apa ! " sahut Lucas gugup dan canggung
__ADS_1
Bryan yang melihat sikap temannya pun langsung menyipitkan kedua matanya seolah tidak percaya dengan ucap Lucas saat itu .
" Apa kau sedang menyembunyikan sesuatu dari ku Lucas ? " tanya Bryan namun Lucas hanya terdiam
" Memang Apa yang sudah kau lakukan pada Jenny ? " Sambung Bryan lagi semakin penasaran
" Aku mencium nya semalam " sahut Lucas datar namun sukses membuat Bryan kaget dan tersenyum lucu
" Benarkah ?? " tanya Bryan tak percaya dan masih tersenyum lucu
Lucas yang melihatnya pun langsung memutarkan bola matanya dengan malas . ia sangat tau inilah reaksi Bryan saat mendengar ceritanya.
" Maaf , Maaf . lalu bagaimana sekarang " tanya Bryan sambil tersenyum saat melihat ekspresi Lucas
" Entahlah , mungkin saat ini dia sudah sangat membenci ku " ucap Lucas datar
" Kau terlalu cepat putus asa kawan " ucap Bryan seraya menepuk pundak Lucas seolah menguatkan sahabatnya
" Mungkin bisa di bilang seperti itu " sahut Lucas datar
" Ayolah , ini masih terlalu awal untuk menyerah " ucap Bryan
" Tapi dia tidak menyukai ku Bryan " ucap Lucas lantang
" Tenanglah , kau bisa terus mengejar nya sampai dia menyerah , aku yakin kau akan mendapatkan nya " ucap Bryan meyakinkan sahabatnya namun Lucas hanya terdiam
" Sepertinya tidak mungkin " ucap Lucas datar
Karna Lucas tau pria yang di sukai Jenny adalah Bryan , tapi Lucas tidak ingin membicarakan hal tersebut pada sahabat nya itu.
" Ayolah , dirimu yang saat ini seperti bukan Lucas yang ku kenal " ucap Bryan seraya menepuk pundak Lucas
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1