
" Mengenalkan ku ? , untuk apa ? " tanya Arianna bingung
Bryan pun merubah posisinya seraya menatap kearah Arianna hingga membuat keduanya saling menatap satu sama lain .
" Arianna , sebenarnya aku sangat menyukaimu sejak pertemuan kedua kita di caffe tempo lalu " ucap Bryan memberanikan diri untuk menyatakan perasaannya pada Arianna wanita yang sudah membuat hari-hari nya tak karuan
Arianna yang mendengarnya pun langsung terdiam ia merasa kaget saat mendengar ucapan pria yang kini ada di depannya . bagaimana tidak Arianna benar-benar di buat syok dengan pernyataan tersebut pasalnya selama ini Arianna tidak memiliki perasaan apapun pada Bryan .
" Arianna , maukah kau menjadi kekasih ku ?? " tanya Bryan namun Arianna masih terdiam kaget
" Kau tidak perlu menjawabnya saat ini juga Arianna , aku akan menunggu mu sampai kau siap , Aku hanya ingin kau tau bahwa aku sangat menyukai mu sejak saat itu " sambung Bryan yang tidak ingin memaksa Arianna
Bryan tau betul bahwa Arianna mungkin terkejut dengan pernyataannya saat ini namun Bryan tidak bisa menyembunyikan perasaannya lebih lama lagi pikirnya . Sedangkan Arianna yang berada di depannya kini hanya terdiam mematung seraya mencerna setiap ucapan yang baru saja ia dengar hingga pintu lift pun terbuka dan Bryan merubah posisinya seperti semula .
" Ayo " ajak Bryan membuat Arianna seketika tersadar dan mengikuti langkah kaki pria tersebut hingga sampai di depan kamarnya
" Masuk dan Beristirahatlah " suruh Bryan lembut namun Arianna hanya terdiam dengan pandangan kosong ke arah depannya
__ADS_1
Bryan yang sadar akan sikap Arianna pun kembali memegang kedua pundak wanita itu dan membawanya agar menghadap kearah dirinya hingga mata Arianna kembali menatap pria tampan tersebut .
" Arianna maafkan aku karena sudah membebani mu dengan ucapan ku barusan , saat ini aku hanya ingin kau tahu tentang perasaan ku pada mu " ucap Bryan lembut
" Maaf tuan , Sepertinya .... " ucap Arianna terpotong
" Arianna aku mohon untuk tidak menjawabnya sekarang , kau bisa memikirkannya terlebih dahulu " suruh Bryan memotong ucapan Arianna hingga membuat Arianna terdiam
" Masuklah , Aku akan memesankan makan malam untuk mu " sambung Bryan lembut
" Terimakasih Tuan , anda tidak perlu melakukan nya , aku bisa memesannya sendiri " Sahut Arianna seraya berjalan masuk menuju kamarnya dengan wajah yang sulit di artikan
Setelah masuk kedalam kamarnya Arianna terdiam di balik pintu seraya menatap kosong kearah depannya dan tiba-tiba lamunannya pun di buyarkan oleh getaran ponsel yang saat itu ada di tas kecilnya .
Arianna menatap layar ponselnya dan tertera nama David di atas layar tersebut namun Arianna hanya menatap namanya saja tanpa berniat untuk memencet tombol hijau yang ada di layarnya . tak berapa lama panggilan pun terhenti dan Arianna melihat ada beberapa panggil tak terjawab dari David dan juga pesan masuk di dalam layar tersebut .
Arianna pun mengklik chat masuk yang ada di layar ponselnya dan membaca setiap chat yang dikirimkan oleh David pada nya .
__ADS_1
💌 1 " Arianna , mengapa kau tidak mengangkat telpon ?? , apa kau sedang mandi ?? "
💌 2 " aku sudah berada di restoran saat ini aku menunggumu di sini "
💌 3 " Arianna , apa kau baik-baik saja ?? , mengapa kau tidak menjawab panggilan ku ? "
Arianna terdiam sejenak sebelum membalas chat tersebut sejujurnya Arianna merasa sangat bingung dengan situasi saat ini . belum sempat Arianna membalas chat tersebut tiba-tiba ada chat baru masuk kedalam ponselnya .
💌 4 " aku akan datang ke kamarmu dalam lima menit " pesan terakhir dari David yang membuat Arianna langsung segera membalas pesan teks tersebut
💌 " Maafkan aku David seperti aku tidak bisa datang , aku merasa tidak enak badan aku harap kau bisa mengerti dan kau tidak perlu datang ke kamarku aku baik-baik saja , Saat ini aku hanya butuh istirahat " ucap Arianna dalam pesan teks tersebut
Setelah pesan itu terkirim Arianna pun langsung membaringkan tubuhnya di ranjang seraya memikirkan hal-hal yang terjadi saat ini . ia merasa sangat bingung dengan situasi tersebut bagaimana tidak saat mendengar pertanyaan sang bos Arianna terus saja memikirkan ucapan tersebut namun di sisi lain ada rasa kesal dengan ucapan yang ia dengar tadi . Arianna berharap bukan Bryan orang yang menyatakan ucapan tersebut pikirnya .
.
.
__ADS_1
.
.