
Pintu pun terbuka terlihat sosok wanita tengah masuk kedalam ruangan tersebut setelah membungkuk sopan seraya membawa beberapa berkas yang ada di tangannya . Bryan yang melihat wanita itu pun tak kuasa mengalihkan pandangannya , ia terus menatap kearah wanita cantik tersebut hingga membuat Jenny yang berada di depannya pun ikut menatap kearah sosok tersebut karna merasa penasaran dengan sikap Bryan saat ini .
" Permisi " sapa Arianna yang kini sudah berada di dekat meja Bryan
" Ah ya , ada apa ?? " tanya Bryan setelah sadar
" ini , Ada berkas yang harus anda tanda tangani Tuan " ucap Arianna seraya memberikan berkas yang ada di tangannya itu
Bryan pun langsung menerima berkas tersebut dan membacanya dengan seksama sebelum ia menandatangani kertas tersebut .
" Bagaimana hari pertama mu bekerja di sini , Arianna ?? " tanya Bryan sambil memandangi kertas tersebut seraya melirik kilat kearah Arianna
" Baik " sahut Arianna singkat
" Aku harap kau kerasan bekerja di sini " ucap Bryan namun Arianna hanya terdiam seraya menundukkan kepalanya tak membalas ucapan tersebut dan Bryan tak memperdulikan nya ia hanya menatap kearah wanita tersebut setelah selesai menanda tangani berkasnya
Jenny yang berada di tempat itu merasa bingung dengan keduanya ia menatap kedua secara bergantian dan di tambah lagi dengan sikap Bryan yang saat itu berada pada karyawannya tersebut , karna Sebelumnya Jenny tidak pernah melihat interaksi Bryan pada karyawan nya seperti saat ini pikirnya .
" Ehmm " sentak Jenny yang merasa ada yang aneh dengan sikap Bryan hingga membuat Arianna mengangkat wajahnya
" Ah , nah " sahut Bryan seraya memberikan berkas pada Arianna
Arianna yang melihatnya pun langsung mengambil berkas tersebut dan berpamitan pada Bryan dan wanita yang saat itu tengah menatap kearah dengan membungkukkan sedikit badannya untuk meninggalkan ruangan tersebut .
setelah keluar dari ruangan tersebut Arianna pun langsung menghembuskan nafas leganya . ia merasa lega karena bisa keluar dari ruangan yang membuat dirinya merasa sangat tidak nyaman .
Jenny yang masih berada di ruangan tersebut pun kembali menatap kearah Bryan yang saat itu tengah menatap kembali kearah laptopnya .
" Apa dia karyawan baru mu ?? " tanya Jenny penasaran
" He'em " sahut Bryan singkat tanpa mengalihkan pandangannya
" Kau terlihat sangat dekat dengan nya ?? " tanya Jenny semakin penasaran
__ADS_1
Bryan yang mendengarnya pun langsung menatap kearah wanita tersebut dan terdiam sesaat tanpa menjawab pertanyaan dari wanita itu .
" Jenny , apa kau tidak memiliki kesibukan ?? " tanya Bryan mengalihkan pembicaraan
" Tidak " Sahut jenny singkat dan di balas anggukan pelan oleh Bryan
Jenny hanya terdiam di kursinya seraya menatap kearah Bryan yang saat itu terlihat tengah merapikan kertas-kertas yang ada di mejanya
" Sebentar lagi aku ada meeting , apa kau ingin tetep berada di sini ?? " ucap Bryan tanpa mengalihkan pandangannya dari kertas-kertas yang ada di mejanya
Jenny yang merasa di usir pun hanya terdiam dan menatap pria itu tanpa menjawab pertanyaan dari pria tersebut .
" Apa kau mengusir ku ?? " tanya Jenny hingga membuat Bryan menatap kearahnya
" Ayolah Jenny , aku tidak mengusir mu , aku hanya bertanya " ucap Bryan dengan nada bercanda namun jenny hanya terdiam dengan wajah santainya
" Baiklah aku akan pergi sekarang " sahut Jenny seraya bangkit dari duduknya
Bryan terus menatap kearah Jenny yang saat itu tengah berjalan santai menuju pintu ruangannya , ia pun menggelengkan pelan kepalanya saat Jenny telah pergi dari ruangannya tersebut .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari-hari pun terus berlalu tak terasa kini sudah hampir satu bulan Arianna bekerja di kantor tersebut , dan selama dua Minggu ini Arianna terus berusaha fokus pada pekerjaan nya berbeda pada dua Minggu Sebelumnya , ia mencoba untuk profesional dengan pekerjaannya karena sikap Bryan belakang ini yang membuat dirinya sedikit tidak nyaman di sana . bagaimana tidak , Bryan selalu mendekati Arianna dengan alasan ingin mengantarkan dirinya pulang , mengajak makan malam dan pergi ke rumah sakit jika Arianna sedang ingin melihat kedua orang tuanya seringkali Arianna menolak ajakan Bryan namun Bryan tetap saja tidak mau menyerah hingga membuat Arianna terpaksa harus menuruti keinginan bos besarnya itu .
Kini Interaksi keduanya terlihat berbeda dari sebelumnya . Karna kegigihan Bryan yang selalu mendekati gadis itu membuat sikap Arianna mulai sedikit berubah pada Bryan , dari tatapan nya dan dari cara bicaranya yang sudah mulai sedikit santai tak seperti sebelumnya , yak walaupun masih ada sedikit jarak di antara mereka namun tidak membuat Bryan menyerah dan putus asa itu bahkan membuat dirinya sedikit tertantang untuk mendapatkan hati gadis tersebut pikirnya .
Siang itu Bryan dan para karyawannya tengah mengadakan meeting di kantornya , semua orang terlihat fokus pada meeting tersebut namun sesekali mata Arianna menatap kearah pria yang kini ada di kursi kerajaannya , Pria tersebut terlihat tampan dan tenang seraya menatap kearah laptopnya dan kupingnya mendengarkan salah satu karyawannya yang saat itu tengah presentasi tentang proyek tersebut .
" Baiklah , Saya akan mengutus salah satu dari departemen perencanaan untuk meninjau lokasi tersebut , siapa dari kalian yang akan pergi ke tempat itu untuk mengecek daerah di sana ? " tanya Bryan pada karyawan nya namun para karyawan hanya terdiam
" Bagaimana , jika Arianna saja yang pergi "
Ucap Cristina rekan kerja Arianna langsung memberi saran hingga membuat Arianna menatap kearahnya seolah meminta penjelasan
__ADS_1
" Ya , saya setuju " sahut rekan kerja Arianna nya yang lain
Arianna pun menatap bingung kearah rekan kerjanya dan memasang wajah sedikit cemberut seolah meminta penjelasan . Bryan yang melihatnya pun langsung tersenyum simpul kearah wanita tersebut karena menurut Bryan ekspresi Arianna saat ini sangat lucu dan menggemaskan .
" Arianna maafkan kami " ucap Cristina sambil tersenyum kuda
"Mengapa harus aku ? " tanya Arianna polos
" Karma kau belum menikah " Sahut pak Bram sambil tersenyum namun Arianna hanya terdiam karna bingung dengan alasan tersebut
" lagi pula ini perjalanan bisnis pertamamu anggaplah sekaligus juga liburan mu " Sahut Cristina antusias
" Tapi , apa yang harus aku lakukan di sana ? , aku belum pernah melakukan ini sebelumnya , dan di mana nanti aku akan tinggal ? " tanya Arianna panjang lebar dengan wajah polos dan bingung hingga membuat semua orang yang ada di sana tersenyum lucu
" Kau hanya perlu memfoto lokasi - lokasi yang terkenal di sana untuk menilai apakah tempat itu cocok atau tidak dengan proyek kita , dan selama kau di sana kau akan menempati hotel berbintang selama tiga hari dan juga untuk semua biayanya akan di tanggung oleh perusahaan , jadi kau tenang saja kau hanya perlu menyiapkan diri mu saja " sahut Bryan panjang lebar yang sejak tadi terdiam menatap kelucuan Arianna
" Baiklah , aku yang akan pergi " ucap Arianna pasrah saat mendengar penjelasan sang bos
" Baiklah , Meeting hari cukup sampai sini " sahut Bryan seraya bangkit dari kursi kerajaannya dan berjalan menuju pintu
Bryan berjalan santai menuju ruangan milik nya dan segera masuk kedalam ruangannya setelah ia sampai . sesampainya di dalam Bryan hanya berdiri mematung di balik pintu ruangannya sambil tersenyum senang seraya memegang dadanya .
" Ya Tuhan , dia sangat menggemaskan " ucapnya sambil tersenyum senang dan masih memegangi dadanya
.
.
.
.
.
__ADS_1