When A Man Falls In Love

When A Man Falls In Love
Bagian 33


__ADS_3

Setelah memakan waktu empat puluh lima menit akhirnya mobil pun berhenti . Bryan memalingkan wajahnya menatap kearah Arianna yang saat itu tengah memejamkan kedua matanya , ia menatap lirih kearah wanita tersebut dan tak lama kemudian Arianna pun membuka kedua matanya hingga membuat Bryan merubah ekspresi wajahnya secepat mungkin .


" Aku baru saja ingin membangunkan mu " ucap Bryan santai


" Terimakasih Tuan " sahut Arianna sopan Seraya membuka sabuk pengaman nya


Sejujurnya sejak tadi Arianna tidak tertidur ia hanya memejamkan kedua matanya seolah ia tengah tertidur . Arianna merasa sangat canggung jika berdua dengan sang bos dan di tambah lagi pikirnya saat ini tengah merasa sangat kacau maka dari itu Arianna memilih untuk memejamkan matanya sejak tadi .


" Biar aku bantu mengeluarkan barang-barang mu " ucap Bryan Seraya membuka sabuk pengamannya dan turun dari mobil tersebut di ikuti oleh Arianna


Bryan pun mengeluarkan barang bawaan Arianna dari dalam bagasinya , sedangkan Arianna hanya berdiri seraya memandangi pria tersebut sambil memeluk kantung boneka yang sudah ia ambil sejak awal turun dari mobil .


" Seperti kau sangat menyukainya Boneka itu ?? " tanya Bryan lembut seraya menatap kearah boneka yang ada di pelukan Arianna


" He'em , ini adalah hadiah istimewa dari perjalanan pertama ku " ucap Arianna antusias hingga membuat Bryan tersenyum lembut


" Syukurlah , kau bisa menyimpan nya sebagai kenang-kenangan mu " ucap Bryan di balas anggukan pelan dan senyuman lembut oleh Arianna


" Baiklah , kalau begitu aku permisi " pamit Bryan Seraya menutup pintu bagasi mobilnya


" Terimakasih Tuan karna sudah mengantarkan ku pulang " ucap Arianna

__ADS_1


" Tidak masalah , sampai bertemu besok di kantor " sahut Bryan sebelum pamit namun seketika matanya tertuju kearah seseorang yang baru saja keluar dari dalam rumah Arianna .


Saat melihat sosok tersebut Bryan pun langsung membungkukkan badannya sedikit seolah menyapa sopan dan di balas sapaan sopan oleh sang empunya , Sosok orang tersebut tak lain adalah ibu Arianna .


" Apa kau ingin mampir dulu Tuan ? " tanya wanita paruh baya tersebut sambil tersenyum ramah hingga membuat Arianna menatap kearah asal suara tersebut


" Ibu... " panggil Arianna kaget saat melihat sang ibu yang sudah berada di rumah . pasalnya sebelum penerbangan tadi Arianna menghubungi sang ibu dan saat itu keberadaan sang ibu masih berada di rumah sakit maka dari itu Arianna berniat pulang terlebih dahulu dan kembali ke rumah sakit untuk menjemput ibu dan ayahnya pikir Arianna .


Arianna pun langsung memeluk sang ibu dengan sangat erat seperti telah sekian lama mereka tidak bertemu . Bryan yang berada di dekatnya pun tersenyum senang saat melihat kedua wanita tersebut .


" Nak undanglah Tuan Bryan untuk masuk " suruh sang ibu hingga membuat Arianna menatap kearah sang ibu dan berpaling kearah Bryan .


" Tidak perlu nyonya , aku tidak ingin merepotkan kalian " tolak Bryan cepat dengan nada sopan


" Mampirlah sebentar tuan , kami tidak merasa di repot kan " sambung Arianna yang sejak tadi terdiam


" Baiklah , aku akan mampir " ucap Bryan pasrah


Ketiganya pun masuk kedalam rumah kecil tersebut . Dan kini Arianna tengah sibuk membantu sang ibu menyiapkan makan malam untuk mereka , sedangkan Bryan ia hanya duduk terdiam di ruang tamu yang berukuran minimalis di mana tempat tersebut terdapat satu kamar dan juga dapur di sana dan masih ada satu lantai atas yang tak lain adalah kamar Arianna .


Bryan menatap kearah sekeliling ruangan mini tersebut ada rasa nyaman saat Bryan berada di rumah itu dan tiba-tiba kenangan masa lalu saat ia masih bersama keluarganya pun terlintas hingga membuat Bryan tersenyum simpul . Bryan menatap kearah sisi tembok yang terdapat banyak tumpukan buku di sana dengan rasa penasaran Bryan pun langsung menghampiri tempat tersebut dan mengambil salah satu buku yang ada di sana .

__ADS_1


Saat tengah asik membaca buku tersebut tiba-tiba Arianna keluar seraya membawa sesuatu di tangannya . Bryan yang memiliki kepekaan yang luar biasa pun langsung menutup bukunya dan menghampiri Arianna .


" Biar aku bantu " ucap Bryan Seraya mengambil barang yang ada di tangan Arianna


" Tidak perlu tuan " tolak Arianna namun Bryan tak menghiraukan ucapan wanita tersebut


Bryan pun langsung memasang meja Portabel yang di bawah Arianna tadi . sedangkan Arianna yang berada di sana hanya menatap diam kearah pria tampan tersebut seperti tengah shock saat melihat penampilan Bryan yang sedikit cool dengan lengan kemeja yang di gulung asal saat hendak memasang meja tersebut .


" Apakah ada lagi yang bisa aku bantu ?? " tanya Bryan setelah menyelesaikan pekerjaannya hingga membuat Arianna tersadar


" Ah . tidak ada Tuan , tunggulah aku akan menyiapkan nya " ucap Arianna cepat seraya meninggalkan tempat tersebut


Arianna pun berjalan membelakangi Bryan yang saat itu masih menatap kearahnya sambil tersenyum lembut . sedangkan Arianna ia terus berjalan menuju dapur tempat ibunya berada seraya memegangi dadanya .


" Ya Tuhan , ada apa ini ?? " tanya Arianna bingung dalam hati sambil berjalan menuju dapur


Arianna merasa bingung dengan detak jantungnya saat ini yang tengah berdetak sangat kencang hingga membuat dirinya merasa tidak nyaman .


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2