
Saat ini semua orang di kantor tengah sibuk dengan pekerjaan nya masing-masing begitu juga dengan Bryan dan Arianna karena begitu banyak pekerjaan yang harus mereka tangani sajak ini hingga akhirnya mereka pun rela menghabiskan waktunya untuk lembur di kantor .
kini jam menunjukan pukul sembilan malam dan para karyawan pun sudah mulai meninggalkan kantor satu persatu namun tidak dengan Arianna , karna saat ini Arianna masih berada di kantor untuk menyalin beberapa dokumen yang akan di pakainya besok . saat tengah serius dengan laptopnya tiba-tiba ada seseorang yang datang menghampiri dirinya .
" Kau tidak pulang ?? " tanya orang itu dengan suara bariton nya hingga membuat Arianna menatap kearah asal suara tersebut
" Malam tuan Lucas " sapa Arianna saat melihat sosok pria tersebut yang tengah berjalan menuju kearah nya
" Mengapa kau belum pulang ?? " tanya Lucas lagi
" Masih ada pekerjaan ku yang belum selesai tuan , mungkin sebentar lagi tuan aku akan pulang " ucap Arianna sopan
" Lanjutkan saja besok ini sudah sangat larut . tidak baik jika wanita pulang larut malam itu akan berbahaya " ucap Lucas khawatir
" Terimakasih Tuan karna sudah mengkhawatirkan ku , aku akan menyelesaikan nya secepat mungkin dan secepatnya kembali pulang " ucap Arianna meyakinkan atasannya
Lucas yang mendengarkannya pun hanya mengangguk paham dan menyetujui nya karna percuma saja jika ia terus melarang Arianna untuk segera pulang karena itu tidak akan berhasil pikir nya . Lucas pun pergi meninggalkan Arianna yang saat itu tengah kembali mengerjakan pekerjaannya .
kini di ruangan itu kembali hening karna hanya menyisahkan Arianna seorang diri . setelah berkutat beberapa menit dengan pekerjaannya akhirnya Arianna pun menyelesaikan pekerjaannya ia kembali merapikan barang-barangnya dan segera bergegas untuk pulang . saat Arianna tengah merapikan barangnya tiba-tiba ada seorang pria yang mendekat kearahnya membuat Arianna menatap kilas kearah sosok pria tersebut dan kembali merapikan barang nya . Saat itu Arianna berpikir bahwa sosok pria itu adalah Lucas karna yang Arianna tau bahwa Lucas masih berada di kantor saat ini pikirnya .
" Kau sudah ingin pulang ?? " tanya pria tersebut dari jarak yang tidak terlalu dekat
Arianna yang sangat mengenal suara itu pun langsung menatap kearah asal suara tersebut dan terlihat sosok pria yang langsung tersenyum saat melihat Arianna yang menatap kearahnya . pria itu tak lain adalah Bryan Axton .
" Apa pekerjaan mu sudah selesai ?? " tanyanya lagi saat sudah berada dekat dengan Arianna
" Sudah Tuan " ucap Arianna sambil tersenyum lembut
" hanya ada kita berdua , kau bisa memanggilku dengan sebutan nama saja " ucap Bryan mengingat Arianna hingga membuat wanita itu terus tersenyum lembut
" Baiklah kak Bryan " ucap Arianna dengan nada sedikit mengejek dan tersenyum
" Kau juga belum pulang ?? " sambung Arianna yang tersadar akan keberadaan sang bos yang masih berada di kantornya pada jam segini
Arianna benar-benar tidak tahu jika saat itu bosnya masih berada di kantor . Arianna berpikir beliau sudah pulang terlebih dulu Karena saat itu suasana kantor sudah sangat sepi .
__ADS_1
" he'em , Ada beberapa pekerjaan yang harus ku selesai tadi tapi tiba-tiba saja ada panggilan masuk yang memberi tahu ku bahwa kau masih berada di ruangan mu jadi aku memutuskan untuk datang dan mengajak mu pulang " ucap Bryan panjang lebar
Arianna sangat yakin bahwa yang memberi tahukan nya pada Bryan adalah Lucas karna hanya Lucas lah yang menemui nya tadi tidak ada orang lain selain Lucas pikirnya .
" Kau bisa kembali mengerjakan pekerjaan mu kak , aku bisa pulang sendiri tenang saja " ucap Arianna dengan nada sopan agar Bryan tidak tersinggung
" Tidak , aku bisa melanjutkan nya besok . lagi pula ada sesuatu yang ingin aku berikan untuk mu " ucap Bryan dengan senyum sumringahnya
" Apa itu ?? " tanya Arianna seraya memasang wajah penasaran
" ikutlah denganku . kau akan tau nanti " ucap Bryan mengajak Arianna sambil tersenyum senang
Dengan pasrah dan penasaran akhirnya Arianna pun mengikuti langkah kaki pria itu . kini keduanya jalan beriringan menuju mobil Bryan yang terparkir di gedung basement seraya berbincang-bincang ringan untuk menghilangkan rasa sepi . saat tiba di basement Bryan pun langsung memencet kunci alarm mobilnya dan membuka pintu mobilnya namun yang ia buka Bukanlah pintu depannya melainkan pintu penumpang yang ada di belakangnya .
Arianna yang berada di dekatnya hanya terdiam saat melihat apa saja yang di lakukan pria tampan tersebut . saat Bryan membuka pintu mobil belakangnya tiba-tiba Arianna melihat salah satu Boneka beruang yang bisa di bilang besar karna hampir memenuhi satu ruang kursi penumpang disana . karna merasa bingung Arianna pun langsung mengalihkan pandangannya kearah Bryan yang saat itu tengah tersenyum menatap kearah dirinya .
" Untuk mu " ucap Bryan cepat seolah tau bahwa Arianna akan menanyakan sesuatu padanya
" Untuk ku ?? " tanya Arianna
Setelah bergelut dengan pikirannya kemarin akhirnya Bryan memutuskan untuk membelikan Arianna Boneka sebagai hadiah ulang tahun nya . Bryan berpikir Arianna akan menyukai hadiah pemberian dari nya , mengapa Bryan membelikan nya boneka karna Bryan teringat saat Arianna melakukan perjalanan bisnisnya ia sampai membawa pulang boneka yang di dapatkan nya di sana . oleh karena itu Bryan menandakan bahwa Arianna sangat menyukai boneka pikirnya .
" Terimakasih , seharusnya kau tidak perlu melakukan itu kak " ucap Arianna merasa tidak enak
" Tidak masalah , aku senang melakukannya Arianna " ucap Bryan dengan wajah senangnya
Setelah menghabiskan beberapa menit di basement dan di perjalanan pulang akhirnya mobil Bryan pun berhenti tepat di depan rumah Arianna yang kini sudah terlihat sangat sepi mungkin kedua orang tua Arianna saat ini sudah terlelap .
Bryan dan Arianna pun keluar dari mobil tersebut dan tak lupa juga Bryan mengeluarkan bonekanya dan memberikan nya pada Arianna .
Dengan sedikit susah Arianna pun menerima boneka tersebut dan lalu memeluknya seperti tengah menggendong anak kecil .
" Terimakasih " ucap Arianna sambil tersenyum lembut di balas anggukan dan senyuman oleh Bryan
" masuk dan Beristirahatlah , aku akan pergi sekarang " ucap Bryan pamit sambil tersenyum dan berjalan masuk ke dalam mobilnya
__ADS_1
" Hati-hatilah Saat berkendara " ucap Arianna di balas anggukan kepala boleh Bryan
Setelah kepergian Bryan Arianna pun langsung masuk ke dalam rumahnya dan berjalan menuju kamarnya namun saat ia baru tiba di dekat meja makan Arianna melihat sang ibu yang masih merapikan beberapa barang di sana .
" ibu belum tidur ?? " tanya Arianna hingga membuat sang ibu melihat Kearah nya dan tersenyum saat melihat bawaan yang ada di tangan Putrinya itu
" kau sudah pulang ?? " ucap sang ibu saat melihat Arianna dan di balas anggukan oleh sang anak
" mengapa ibu belum tidur ?? " tanyanya lagi
" ibu sedang merapikan ini sebentar nak , Oya . apa kau sudah makan ? , ingin ibu hangatkan makanan nya lagi " ucap Hellen panjang lebar
" Tidak Bu . Anna sudah makan tadi " ucap nya di balas anggukan oleh sang ibu
" Pergilah istirahat " ucap sang ibu Arianna pun mengangguk dan hendak melanjutkan langkah kakinya menuju kamar
" Oya nak " panggil Sang ibu hingga membuat Arianna menghentikan langkahnya dan kembali menatap kearah wanita paruh baya itu
" Dari mana kau mendapatkan boneka itu " sambung Hellen penasaran sambil tersenyum
" Dari kak Bryan Bu , dia bilang ini hadiah untuk ulang tahun ku kemarin " ucap Arianna hingga membuat Hellen tersenyum senang
" Beliau pria yang sangat baik nak " ucap sang ibu di balas anggukan setuju oleh Arianna
" Pergilah kekamar mu dan beristirahatlah " sambung Hellen
Arianna pun benar-benar pergi meninggalkan sang ibu yang masih berada di ruang makan tersebut . sesampainya di kamar Arianna menaruh boneka besar itu di sisi ranjangnya , saat tengah menaruh boneka tersebut tiba-tiba pandangan nya teralihkan pada boneka kecil yang ada di tempat itu Juga . boneka itu adalah pemberian dari David saat perjalanan bisnisnya tempo lalu dan seketika kenangan pria itu muncul di ingatan nya saat ini .
Dengan sekuat tenaga Arianna mengalihkan pikiran nya dan segera menaruh boneka besar itu hingga menutupi boneka kecil yang ada di tempat itu dan ia pun langsung bergegas untuk membersihkan dirinya dan pergi untuk beristirahat .
saat ini Arianna sudah benar-benar yakin untuk melupakan kenangan nya bersama dengan pria yang ia temui selama tiga hari itu . Arianna hanya ingin membuka hatinya untuk pria yang sudah sangat baik pada dirinya dan keluarganya , walaupun saat ini Arianna memang belum sepenuhnya menyukai Bryan namun lambat laun Arianna yakin bahwa ia bisa menerima kehadiran Bryan pikir nya .
.
.
__ADS_1
.