
Kini hubungan Arianna dan Bryan pun kembali membaik keduanya terlihat seperti biasanya . Saat keduanya berada di kantor mereka akan terlihat sangat profesional namun lain halnya jika mereka berada di luar kantor , Bryan akan selalu menempel pada Arianna namun hal tersebut tidak membuat Arianna merasa risih .
Kini Bryan terlihat sibuk dengan leptopnya banyak pekerjaan yang saat ini tengah Bryan kerjakan hingga membuat Bryan harus terpaksa lembur di kantornya .
Saat ini jam menunjukan pukul 11:45 di mana waktu tersebut adalah waktu untuk jamnya makan siang . Terlihat jelas Bryan masih sibuk dengan pekerjaan tanpa berniat untuk bangkit dari kursi kerajaannya hingga suara pintu terbuka membuat Bryan mengalihkan pandangannya karena pintu tersebut .
Terlihat wanita cantik tengah tersenyum manis kearahnya setelah memasuki ruangan tersebut seraya berjalan anggun menghampiri meja Bryan .
" Ada apa kau kemari Jenny ?? " Tanya Bryan seraya kembali menatap leptopnya setelah mengetahui siapa yang masuk kedalam ruangannya
Bryan berpikir itu adalah Arianna namun nyatanya salah mungkin saat ini wanitanya itu tengah menghabiskan waktu makan siangnya bersama dengan teman-temannya pikir Bryan .
" Tidak ada aku hanya ingin mengajakmu makan siang . Aku merindukan mu Bryan sudah lama kita tidak bertemu " ucap Jenny santai seraya mendekati Bryan dan berdiri di dekat kursi Bryan
" Maaf Jenny aku tidak bisa , banyak sekali pekerjaan yang harus aku kerjakan saat ini . Lebih baik kau hubungi Lucas mungkin dia akan bersedia menemani mu " ucap Bryan santai dan masih fokus pada pekerjaannya
" Apa kau bercanda Bryan " ucap Jenny sedikit kesal hingga membuat Bryan menatap kearahnya
" Apa aku terlihat sedang bercanda " ucap Bryan santai dan kembali menatap kearah leptopnya
" Huhf . Baiklah jika kau tidak bisa keluar dari ruangan mu maka kita akan makan siang di dalam ruangan mu , aku sudah membawakan makanan kesukaan mu Bryan " ucap Jenny santai dan tak mau menyerah seraya berjalan menuju meja dan kursi yang berada di dalam ruangan tersebut
" Kau tidak perlu repot ~ " ucap Bryan terpotong saat melihat pintu ruangan nya terbuka dan menampilkan tubuh mungil Arianna di sana
Jenny yang saat itu tengah menata makannya di meja pun langsung menghentikan aksinya dan menatap kearah pintu tersebut .
Arianna yang baru saja tiba Langsung terdiam dan menatap kearah Jenny yang saat itu tengah menatap kearahnya dengan tatapan tidak suka .
" Masuklah Arianna " ucap Bryan lembut hingga membuat Arianna tersadar dan menatap kearah Bryan yang saat itu tengah tersenyum kearahnya
__ADS_1
Arianna pun langsung menuruti perintah Bryan untuk masuk kedalam ruangannya , Bryan yang melihat kedatangan Arianna pun tak henti-hentinya menampilkan senyum senangnya .
" Apa kau tidak punya sopan santun Nona " ucap Jenny dengan nada ketusnya
Namun Arianna hanya terdiam tanpa menyahuti ucapan wanita tersebut , ia hanya berjalan menghampiri meja kerja Bryan hingga membuat Jenny yang melihatnya merasa sangat kesal dan bertambah benci dengan wanita mungil itu .
" Maaf Tuan , ada berkas yang harus anda tanda tangani " ucap Arianna datar mencoba untuk menahan kekesalan dalam hatinya saat ini
Bryan yang melihat ekspresi Arianna pun langsung mengetahui bahwa wanitanya itu tengah menahan rasa cemburunya dan hal tersebut tidak membuat Bryan merasa bingung melainkan ia merasa senang karena ini kali pertama nya Bryan melihat Arianna yang seperti ini pikirnya .
" Apa kau sudah makan siang ?? " Tanya Bryan lembut seraya terus menatap wanitanya tanpa melihat berkas yang di berikan oleh Arianna
" Aku berniat untuk makan siang bersama mu , tapi sepertinya kau sudah memiliki janji " ucap Arianna datar dengan sedikit mengencangkan suaranya agar terdengar oleh Jenny
Jenny yang masih setia menatap kearah keduanya pun terlihat sangat geram apa lagi di saat ia mendengar ucapan Arianna dan di tambah dengan wajah ceria Bryan membuat Jenny merasa sangat kesal namun sekuat tenaga Jenny menahan amarahnya dan bersikap santai seraya berjalan mendekat kearah meja Bryan .
" Apa kau sedang mencari muka pada bos mu Nona " ucap Jenny sinis setelah sampai di dekat keduanya hingga membuat Arianna menatap kearah
Bryan yang mendengarnya , merasa sangat terkejut bagaimana tidak secara tidak langsung Arianna tengah mempublikasikan hubungan mereka pada Jenny pikir Bryan .
Jenny yang mendengarnya pun merasa sangat kesal dengan Arianna . Ia hanya merasa tidak terima jika kalah dengan wanita yang jelas jauh di bawah dirinya itu .
" Kau terlalu percaya diri Nona Arianna , tidak mungkin Bryan akan jatuh cinta pada bawahan seperti mu " ucap Jenny tak terima dengan nada penuh emosi namun Arianna hanya menatap Jenny dengan santai dan tersenyum miring
" Benarkah apa kau perlu bukti Nona Jenny " ucap Arianna santai seraya menyentuh lehernya dengan sengaja dan mengeluarkan bandulan kalung yang berada di sana agar jenny melihat cincin tersebut
Jenny yang melihatnya pun merasa shock saat melihat cincin mahal berlapis berlian yang cukup langka terpasang di leher Arianna . ia pun langsung mengalihkan pandangannya kearah Bryan yang tengah terdiam menatap perdebatan kedua wanita tersebut seraya memasang senyum canggung nya kearah Jenny yang melihat kearah nya
Jenny kembali menatap Arianna dengan senyum remeh nya . sepertinya Jenny masih enggan untuk mengaku kalah di sini .
__ADS_1
" Apa kau menukarkan tubuhmu dengan itu Nona Arianna " ucap jenny dengan senyum meremehkan Arianna
" Stop Jenny , kau sudah keterlaluan " ucap Bryan tak terima setelah lama terdiam dan menghentikan berdebat kedua wanita tersebut
" Setidaknya jika aku menukarkan nya dengan tubuhku , aku tidak akan merasakan sakit hati seperti mu nona " sahut Arianna dengan sengaja karena tidak terima dengan ucapan padas wanita kaya itu
" Oya , saran ku . Berhentilah mengejar seseorang yang tidak mencintaimu Nona , percuma jika kau terus mengejarnya namun di hatinya hanya ada orang lain " Sambung Arianna dengan senyum miringnya dan telek membuat hati Jenny merasa sakit dan kesal
" Kau ~ " ucap jenny dengan wajah kesal dan hendak menampar Arianna namun segera di tahan oleh Bryan yang kini sudah berada di belakang Jenny
" Stop Jenny " ucap Bryan dan Jenny pun langsung melepaskan genggaman tangan Bryan dengan kasar
" Kau mencoba menghentikan ku Bryan , kenapa tidak kau coba menghentikan mulut wanita rendahan itu " ucap Jenny kesal pada Bryan
" Jaga bicaramu Jenny " bentak Bryan tak terima dengan ucapan Jenny
" Mood ku benar-benar hancur karna kedatangan nya " ucap Jenny kesal seraya berjalan menuju meja tempat ia menaruh tas nya
Saat Jenny hendak meninggalkan ruangan tersebut tiba-tiba suara Arianna kembali menghentikan langkah Jenny .
" Oya Nona , aku lupa untuk memperingatkan mu satu hal lagi " ucap Arianna dengan wajah santainya hingga membuat Jenny kembali menatap kearah belakanganya dengan tatapan kesal
" Berhentilah melakukan hal-hal seperti ini karna itu adalah tugasku sebagai kekasih dan calon istrinya " sambung Arianna dengan wajah bangga dan senyum manisnya namun meremehkan untuk jenny
Jenny yang mendengarnya pun merasa sangat kesal dengan sekuat tenaga ia mengepalkan tangannya agar emosinya bisa tersalurkan . Dengan emosi memuncak Jenny pun keluar dari ruangan tersebut seraya membanting pintu ruangan Bryan dengan sangat kasar .
.
.
__ADS_1
.