When A Man Falls In Love

When A Man Falls In Love
Bagian 43


__ADS_3

Setelah menyelesaikan makan siangnya kini Bryan kembali membawa mobilnya namun kali ini mereka tidak kembali ke kantor .


Arianna yang duduk di sampingnya hanya terdiam seraya menatap bingung kearah pria yang tengah fokus pada stir nya saat itu .


" Bukankah ini jalan menuju rumah ku ?? " tanya Arianna setelah sadar dengan jalan yang di lalui bosnya itu


" He'em " sahut Bryan singkat sambil menganggukkan pelan kepalanya


" Kenapa kita tidak kembali kekantor ?? " tanya Arianna dengan wajah bingung


" Tidak " sahut nya singkat dan tenang


" Kenapa ?? , ayolah pak kita kembali , saat ini pekerjaan ku sangat banyak di kantor " pinta Arianna


" Arianna , aku adalah bos nya jadi kau tenang saja " ucap Bryan tenang sambil menatap kearah wanita itu


Arianna yang mendapat Jawaban tersebut pun langsung mengalihkan pandangannya dengan wajah sedikit merajuk hingga membuat Bryan yang melihatnya pun ikut tersenyum saat melihat Arianna yang menurutnya menggemaskan .


" Kau selalu seperti itu " ucap Arianna dengan nada sedikit jutek namun Bryan hanya terdiam dan tersenyum tanpa minat untuk membalas ucapan Arianna


Setelah menempuh perjalanan beberapa menit akhirnya keduanya pun sampai tepat di depan rumah Arianna dan terlihat sang ibu tengah merapikan beberapa buku yang ada di tokonya .


Arianna hanya terdiam tanpa berminat untuk turun dari mobil tersebut sedangkan Bryan yang sudah melepaskan seatbelt nya pun langsung menatap kearah wanita tersebut .


" Kenapa kau membawa ku pulang ?? " tanya Arianna tiba-tiba sebelum Bryan memulai pembicaraan


Arianna merasa heran saja dengan bosnya itu pasalnya ini adalah jam kerja mereka tapi Bryan malah membawa dirinya pulang kerumahnya saat ini .


" Aku hanya ingin menikmati waktu luang ku di sini " sahut Bryan santai


" Huh . terserah kau saja lah " sahut Arianna dengan nafas pelannya seraya membuka seatbelt nya lalu turun dari mobil tersebut


Bryan yang melihatnya pun tersenyum lucu seraya terus menatap wanita tersebut yang saat itu tengah berjalan menuju rumahnya . tak berapa lama Bryan pun turun dan berjalan mengikuti langkah Arianna menuju rumahnya .


" Kau sudah pulang nak ?? " Tanya sang ibu saat melihat sosok sang anak yang memasuki toko sekaligus akses menuju rumahnya


" Sudah bu , ibu sedang apa ?? " tanya Arianna namun sang ibu tengah menatap kearah belakang sang anak sambil tersenyum lembut

__ADS_1


Bryan yang ada di belakang Arianna pun langsung memberi salam pada ibu Arianna dan di balas senyuman lembut oleh sang ibu .


" Ibu sedang merapikan buku-buku ini nak , agar besok kita bisa buka kembali " ucap sang ibu menyahuti ucapan sang anak tadi


" Biar aku bantu Bu " sahut Bryan yang sudah siap melepas jasnya dan kemeja yang sudah di gulung asal


" Tidak perlu nak Bryan , kau pasti lelah beristirahat sajalah di atas . Nak ajaklah nak Bryan ke atas " suruh Hellen lembut


" Tidak masalah Bu , aku tidak merasa lelah sama sekali " ucap Bryan yang sudah merapikan beberapa buku di sana


Hellen hanya menggeleng pasrah saat melihat Bryan yang sudah sibuk dengan buku-buku disana keduanya pun kini kembali merapikan tempat tersebut , sedangkan Arianna saat ini ia tengah bergantian pakaian yang lebih nyaman untuk membantu keduanya di bawah .


Setelah selesai berganti pakaian Arianna pun membantu merapikan tempat tersebut hingga tempat tersebut terlihat lebih rapi dan layak dari sebelumnya .


ketiganya pun kini tengah beristirahat setelah menyelesaikan pekerjaannya dan tentunya sudah membersihkan dirinya dengan mencuci tangan mereka dari debu kotoran , Arianna menuangkan segelas air dingin dan memberikannya pada Bryan tanpa bicara apapun . Bryan yang mendapat perlakuan tersebut pun langsung menatap kearah wanita itu dengan tatapan tak percaya .


Bryan bukan tak percaya melainkan kaget dengan perlakuan Arianna pasalnya ini kali pertama Arianna bersikap seperti ini dan perlakuan Arianna saat ini membuat hati Bryan berbunga-bunga maka dari itu ia hanya terdiam seraya menatap kearah Arianna .


" Minumlah pak " suruh Arianna malu saat Bryan tak kunjung menggambil gelas tersebut


Bryan pun tersenyum dan mengambil gelas itu dari tangan Arianna . terlihat jelas wajah Arianna saat ini yang memerah karena tengah menahan malu , Arianna terus merutuki dirinya atas perbuatannya barusan .


sang ibu yang berada di sana hanya tersenyum saat melihat kedua pemuda tersebut sampai akhirnya berucap sesuatu agar suasana canggung itu menghilang .


" Baiklah , ibu akan menyiapkan makan malam untuk kita bertiga . Kalian beristirahatlah " ucap Hellen seraya bangkit dari duduknya


" Anna bantu ya Bu " ucap Arianna hingga membuat Hellen menghentikan langkahnya


" Tidak perlu , kau temani nak Bryan saja " suruh sang ibu sambil tersenyum lembut hingga membuat Arianna makin salah tingkah


Setelah sepeninggal Hellen kini keduanya hanya terdiam dengan kesibukan masing-masing , Bryan kini tengah membaca buku yang menurutnya menarik sedangkan Arianna ia sedang sibuk dengan buku-buku yang menurutnya masih sedikit berantakan .


Bryan yang berada tak jauh dari wanita itu pun sering kali mencuri pandang kearah wanita yang tengah sibuk dengan buku-buku nya itu .


" Biar aku saja " ucap Bryan menghentikan Arianna saat melihat gadis itu hendak menaiki tangga besi untuk menaruh beberapa buku di sana


Bryan pun langsung mengambil alih pekerjaan Arianna . ia meletakkan beberapa buku yang di berikan Arianna di rak kosong tersebut .

__ADS_1


" Kau bisa meminta bantuan ku Arianna , kau tidak perlu melakukan itu sendiri " ucap Bryan setelah menyelesaikan pekerjaan nya


" Tenang saja kak , aku biasa melakukannya sendiri " ucap Arianna menenangkan Bryan


" Aku tau kau biasa melakukannya sendiri , tapi aku ingin jadi berguna untuk mu , aku ingin menjagamu Arianna " ucap Bryan lembut seraya menatap wajah Arianna dengan tatapan lembut nya


Arianna yang mendengarnya pun langsung menundukkan kepalanya ia merasa ada yang aneh dengan perasaannya saat ini , tapi apa , Arianna sendiri pun tidak tau . saat Arianna menundukkan kepalanya tiba-tiba ada tangan besar yang menyentuh kedua tangannya dan tentu saja tangan besar itu milik Bryan


" Arianna... " panggil Bryan lembut hingga membuat sang empunya nama menatap kearahnya


kini pandangan keduanya saling bertemu satu sama lain namun tak ada ucapan di antara keduanya tangan Bryan masih terus menggenggam tangan mungil Arianna . mereka hanya saling menatap seolah tengah berbicara melalui pandangannya saat itu .


Setelah beberapa menit akhirnya Arianna tersadar ia pun langsung mengalihkan pandangannya kearah lain namun berbeda dengan Bryan pria itu masih terus menatap kearah Arianna dengan tatapan lembut nya . sebisa mungkin Arianna menetralkan detak jantung nya saat ini .


" Arianna , aku ingin bisa terus menjaga mu " ucap Bryan tiba-tiba setelah beberapa menit keduanya terdiam


Arianna pun kembali memberanikan diri menatap Bryan dan mendengar penuturan pria tersebut .


" aku ingin menjadi bagian dari hidup mu Arianna dan aku juga ingin kau menjadi bagian dalam hidup ku " sambung Bryan seraya menatap dalam wajah Arianna yang masih terdiam menatap kearahnya


Saat ini Bryan sudah tidak bisa menunggu lagi ia hanya ingin menyatakan semua tentang perasaan nya pada Arianna dan Bryan sangat berharap jika Arianna akan menerima pernyataan cintanya yang menurutnya sangat tidak di rencanakan itu dan di sisi lain Bryan juga sudah siap jika Arianna menolak nya atau bahkan meminta untuk memberikannya waktu lagi seperti tempo lalu Bryan tidak perduli ia akan siapa apapun keputusan Arianna dan ia akan siap untuk menunggu Arianna sampai kapanpun pikir nya .


" Aku ingin menjalin hubungan dengan mu , Arianna aku ingin mengatakan perasaan ku lagi pada mu , aku masih ingat kau pernah bilang untuk memberikan mu waktu tapi ~ "


" Cup " ciuman kilas mendarat sempurna di bibir Bryan yang saat itu tengah berbicara hingga membuat pria itu langsung terdiam kaget dengan perlakuan Arianna saat itu


sedangkan Arianna ia kini sudah menundukkan kepalanya karna benar-benar malu atas perbuatannya nya tadi .


" Arianna " panggil Bryan lembut namun Arianna masih menundukkan kepalanya tanpa berniat menatap Bryan


" apa artinya ciuman tadi ? " tanya Bryan meminta penjelasan seraya mengangkat dagu Arianna dengan lembut agar wanita itu menatap kearah nya


kini pandangan keduanya pun bertemu dan saling menatap satu sama lain . Bryan menatap Arianna seolah meminta penjelasan sedangkan Arianna ia menatap Bryan dengan tatapan menahan malu belum lagi jantung nya yang berdekatan tak karuan saat ini .


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2