When A Man Falls In Love

When A Man Falls In Love
Bagian 17


__ADS_3

Bryan menghampiri Arianna yang masih terdiam di tempatnya seraya menatap takut kearah dirinya .


" Tenanglah semua sudah selesai " ucap Bryan menenangkan Arianna seraya mendekatkan dirinya ke wanita tersebut dan menjajarkan posisinya


" Apa yang akan kau lakukan pada mereka ?? " tanya Arianna setelah sadar dan sedikit menjauhkan tubuhnya dari Bryan


" Aku hanya memberi sedikit pelajaran pada mereka " ucap Bryan seraya bangkit dari posisi jongkoknya dan merapikan buku-buku yang bergeletakan di sana


Arianna pun menatap kearah pria itu , ia benar-benar tidak mengerti dengan pria yang ada di dekatnya saat ini . ada rasa takut yang menjalar dalam diri Arianna saat ini , Arianna merasa takut jika harus berurusan dengan pria tersebut karna menurut Arianna semua orang yang memiliki kekuasaan akan berprilaku seenaknya pada rakyat kecil seperti dirinya . namun di sisi lain Arianna juga merasa bingung dengan sikap Bryan yang selalu menolong dirinya .


Saat tengah melamun menatap punggung pria itu tiba-tiba Arianna di kejutkan dengan suara dering telepon yang membuat dirinya harus membuyarkan lamunannya dan menatap kearah telpon tersebut .


" Hallo " panggil Arianna setelah menempelkan gagang telepon tersebut di telinganya


" Nak , apa kau masih ingat dengan pria yang menabrak mu tempo lalu " ucap wanita paruh baya dari sebrang sana yang tak lain adalah ibu Arianna


" Memangnya ada apa ?? " tanya Arianna datar seraya menatap punggung Bryan yang saat itu sedang sibuk merapikan buku-buku di sana


" Beliau membayar semua biaya rumah sakit ayah mu " ucap sang ibu yang terdengar sangat antusias hingga membuat Arianna terkejut kaget


" Apa kau mengenalnya sangat dekat nak ?" sambung sang ibu namun Arianna hanya terdiam

__ADS_1


" Hallo " panggil sang ibu dari sebrang sana


" Ah ya , aku akan menghubungi mu nanti " sahut Arianna setelah tersadar dan menutup panggilannya


Arianna berjalan menghampiri Bryan yang tengah sibuk merapikan buku-buku itu dan berdiri tepat di belakang pria tersebut .


" Terimakasih " ucap Arianna singkat hingga membuat Bryan menghentikan aksinya dan menatap wanita tersebut


" Kau tidak perlu berterimakasih , Aku senang bisa menolong mu " ucap Bryan seraya menatap singkat wajah lusuh wanita yang berada tepat di depannya itu dan kembali mengerjakan pekerjaannya


" Apa niat mu membantu ku dan keluarga ku ?? " tanya Ariana langsung


Bryan terdiam sejenak saat mendengar ucapan wanita tersebut , ia kembali menatap lekat wajah wanita itu hingga pandangan mereka kini bertemu


" Kau tidak perlu bercanda Tuan , jika kau ingin aku menjadi kekasih mu aku akan menolak nya , tapi jika kau ingin aku bekerja di kantor mu aku akan lakukan itu , untuk melunasi uang yang sudah kau keluarkan untuk membayar hutang-hutang ku dan biaya rumah sakit ayah ku " sahut Arianna datar dan panjang lebar


" Baiklah , kau bisa datang langsung ke kantor ku besok " sahut Bryan mengalihkan pembicaraan


Sejujurnya niat Bryan untuk menjadikan Arianna kekasihnya bukanlah candaan , ia sangat serius dengan ucapannya itu namun ia tidak ingin memaksakan keinginannya saat ini dan di sisi lain Bryan juga merasa senang karna Arianna setuju untuk bekerja di kantornya walaupun wanita itu tidak ingin menjadi kekasihnya namun melihat Ariana dekat dengannya sudah lebih dari cukup bagi Brian saat ini .


Bryan kembali menata buku-buku yang berada di lantai ke dalam rak nya masing-masing . sedangkan Ariana yang berada di dekatnya hanya menatap ke arah punggung pria itu , kini pikirannya terasa sangat kosong ia tidak punya pilihan lain selain setuju untuk bekerja di kantor tersebut pikirnya .

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Waktu pun kini telah berlalu dan matahari telah memantulkan cahayanya melalui celah-celah jendela kamar seorang gadis kecil yang di paksa dewasa oleh keadaan , gadis tersebut yang tengah tertidur lelap kini terpaksa harus bangun dan menghadapi dunia nyatanya kembali . ia menetralkan tubuhnya di ranjang kecil itu seraya mengumpulkan seluruh nyawanya setelah dirasa cukup ia pun membersihkan dirinya . karena hari ini Arianna harus bekerja di kantor Bryan untuk menepati ucapan kemarin .


Di sisi lain ...


Seorang pria kini tengah memakai kemejanya entah sudah berapa kemeja yang telah ia coba namun belum ada yang cocok di matanya hingga akhirnya terpilih satu warna yang menurutnya sangat cocok kemeja biru laut yang saat ini sudah menempel indah di tubuh gagahnya dengan pernak-pernik dasi dan penjepit lengan membuat dirinya terlihat sangat gagah dan sempurna ditambah lagi dengan rambut yang sedikit ditata membuat dirinya terlihat lebih tampan .


untuk pertama kali penampilan Bryan terlihat sangat berbeda dari biasanya karena ia tahu Arianna akan bekerja di kantornya hari ini untuk pertama kalinya , maka dari itu ia tidak ingin terlihat buruk dimata wanita yang sangat ia sukai .


Bryan menatap dirinya di pantulan cermin seuntai senyuman kini terlihat jelas di bibirnya .


" Kau sangat tampan Bryan " pujinya pada diri sendiri sambil tersenyum melihat pantulan dirinya di cermin


Setelah puas menatap dirinya di cermin Bryan pun berjalan santai menuju mobilnya dan pergi meninggalkan Mension tersebut dengan wajah cerah dan tak seperti biasanya


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2