
Saat kepulangan pria tampan itu Arianna pun langsung masuk menuju kamarnya dan duduk terdiam di tepi ranjang kecil miliknya .
pandangan nya masih tertuju ke salah satu kotak yang sejak tadi masih berada di tangannya itu .
" Maafkan aku kak " ucap Arianna merasa bersalah seraya terus menatap kearah kotak tersebut saat pikirannya mengingat semua ucapan Bryan tadi , ada rasa bersalah yang terus menggerogoti hatinya saat ini
Sejujurnya ucapan yang Bryan katakan tadi memang ada benarnya sedikit mengenai perasaannya yang memang belum sepenuhnya untuk menerima pria tampan itu . namun di sisi lain Arianna memeng sudah memiliki sedikit rasa pada pria tersebut namun ia hanya masih takut dengan pemikiran orang-orang tentang hubungannya saat ini . maka dari itu Arianna bersikeras untuk menyembunyikan hubungannya dengan Bryan pada siapa pun .
Cukup lama Arianna terdiam memandangi kotak tersebut hingga akhirnya ia meletakkan kotak tersebut di meja nakas dekat dengan ranjangnya .
Arianna pun berjalan menuju kamar mandi untuk sekedar membersihkan dirinya dan menyegarkan pikiran nya agar bisa lebih berpikir jernih untuk mengambil keputusannya saat ini .
Di sisi lain...
Seorang pria tampan kini tengah terduduk di salah satu meja bar yang di penuhi dengan alunan musik yang bisa di bilang cukup kencang saat itu . Pria itu duduk sendiri sambil di temani dengan segelas minuman beralkohol yang sesekali ia serap , pikirannya saat ini masih menerawang entah kemana , rasa kecewa terlihat jelas di wajahnya saat ini hingga tak berapa lama seseorang datang menghampiri kearah mejanya itu .
" Ada apa lagi denganmu , Bryan ? , Apa dia menolak lamaran mu ? " tanya orang tersebut yang tak lain adalah Lucas sahabat yang senantiasa selalu ada untuk dirinya
Ya . Lucas memang sudah mengetahui niat Bryan untuk melamar wanita itu , karna sebelumnya Bryan sempat bertanya lebih dulu pada nya seperti meminta pendapat mungkin . Lucas memang sangat mendukung niat Bryan itu namun ia tidak tahu jika hal ini akan terjadi .
Lucas mendudukkan bokongnya di sisi kursi lain seraya menatap kearah sahabatnya yang terlihat sedikit berantakan . saat ini Bryan terlihat seperti pria yang tengah putus asa .
__ADS_1
" Entahlah " ucap Bryan dengan suara sedikit lirih dan menatap sayu kearah sahabatnya
" Mungkin yang aku pikirkan selama ini memang benar " sambung Bryan hingga membuat Lucas mengerutkan keningnya
" Maksudmu ? , memangnya apa yang kau pikirkan ? " tanya Lucas penasaran
" Aku selalu berpikir Arianna tidak pernah mencintaiku , aku merasa dia hanya ingin membalas budi saja atas perbuatan ku terhadap keluarganya . Namun aku selalu meyakinkan diriku bahwa semua itu tidak benar dan aku berharap perasaan Arianna benar-benar tulus pada ku hingga akhirnya ~ " ucap Bryan tertahan sebelum melanjutkan ucapannya
" Dia menolak cincin pemberianku , dan itu membuatku sakit hingga aku tersadar bahwa hati Arianna saat ini belum sepenuhnya menerima kehadiran ku Lucas " sambung Bryan masih dengan wajah lirihnya
Lucas yang mendengar cerita sahabatnya itu pun merasa sangat empatik dengan keadaannya saat ini , bagaimana tidak ia tau betul perjuangan pria itu untuk mendapatkan wanita tersebut pikirnya .
" Apa kau ingin menyerah saat ini ?? " tanya Lucas dan di sahut dengan gelengan kepala oleh Bryan
" Aku memang sangat mencintainya Lucas mungkin saat pertama kali aku melihatnya . kadang aku selalu berpikir apakah aku terlalu memaksakan kehendak ku hingga membuat dia terpaksa menerima ku " ucap Bryan menerawang jauh
" Tidak ada kata terpaksa saat seseorang sudah memilih sesuatu Bryan . mungkin sebelumnya sudah dipikirkan matang-matang olehnya , hanya saja saat ini mungkin hatinya memang masih gundah kendati banyak hal yang harus dia pikirkan lagi . Dan yang harus kau lakukan saat ini hanyalah bersabar " ucap Lucas mematahkan pikiran negatif sahabat itu
" Beri dia waktu untuk memikirkan ini , mungkin hal ini lebih serius dibandingkan dengan ajakan mu saat berpacaran tempo dulu " sambung Lucas menenangkan sahabatnya
Keduanya pun terlibat pembicaraan yang cukup serius hingga tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 03:00 pagi dan keduanya pun kembali kekediaman masing-masing . Untung saja keduanya tidak terlalu mabuk saat ini hingga memudahkan keduanya untuk pulang menggunakan mobil masing-masing .
__ADS_1
setelah menempuh perjalan yang singkat karna memang jalan raya saat ini sangat lapang mengingat jam yang masih menunjukkan waktu untuk tidur bagi semua umat membuat Bryan dengan sangat cepat tiba di kediamannya . tubuhnya yang lelah langsung berjalan menuju kamar dan membaringkan tubuhnya di atas ranjang king size miliknya.
pikirnya masih menerawang kearah kejadian tadi saat bersama Arianna dan kembali mengingat ucapan sahabatnya untuk terus bersabar dan memberikan waktu untuk wanita tersebut.
karna merasa sangat pusing akhirnya Bryan pun memejamkan matanya berharap rasa sakit di hati dan dadanya menghilang saat ia bangun di keesokan harinya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sinar matahari yang masuk melalui celah gorden sedikit mengusik tidur wanita cantik itu hingga membuat kedua matanya perlahan terbuka . kini Arianna mencoba untuk mengumpulkan seluruh nyawanya setelah merasa sudah terkumpul Arianna pun langsung merogohkan tangannya ke atas meja nakas untuk menggambil benda pipih yang ada di meja tersebut .
Tak ada satupun notifikasi dari pria tersebut hingga membuat perasaan Arianna kembali tak karuan saat ini , bagaimana tidak biasanya setiap pagi sebelum Arianna bangun selalu ada notifikasi yang akan ia lihat di layar ponselnya itu , ya , walaupun hanya ucapan " Selama pagi " dari pria tersebut itu sudah menjadi rutinitas setiap hari sejak mereka berstatus pacaran namun saat ini tak ada notifikasi dari pria itu hingga membuat Arianna teringat akan kejadian semalam .
" Apa dia marah pada ku ?? " tanyanya pada diri sendiri seraya menatap kearah layar ponselnya
" Mungkin saat ini dia masih tertidur " sambung Arianna berpikir positif seraya menaruh benda tersebut dan bangkit dari ranjangnya untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu dan pergi membantu sang ibu di bawah
Dan di sisi lain di waktu dan tempat yang berbeda seorang pria tampan masih tertidur lelap dengan penampilannya yang tidak berubah sejak ia pulang tadi malam .
Saat tengah asyik dengan tidurnya tiba tiba ponsel yang berada tak jauh dari dirinya pun berbunyi hingga memaksakan mata Pria itu mengerjap sesaat untuk melihat nama di layar ponselnya tersebut .
.
__ADS_1
.
.