
" Hmm " sapa Bryan pada seseorang di sebrang sana
" Kau masih sibuk dengan tidurmu ?? "
" Ya . Ada apa ?? , kau mengganggu tidurku Lucas " ucap Bryan pada Lucas pria yang menelpon Bryan saat itu dengan suara paruh
" Tidak ada . Aku hanya ingin mengajakmu ke suatu tempat " ucap nya santai
" Tidak mau , Saat ini aku tidak ingin pergi kemanapun " tolak Bryan dengan suara paruh
" Baiklah . Nanti aku akan mampir ke rumah mu kalo begitu " ucap Lucas seraya mematikan panggilan tersebut tanpa menunggu Jawaban dari Bryan
Bryan yang mendengarnya pun hanya terdiam seraya menatap kearah layar ponselnya sasaat dan kembali menaruh benda tersebut dan melanjutkan tidurnya .
Saat ini Bryan merasa sangat pusing dan juga lelah mungkin efek minuman
yang ia minum tadi malam dan di tambah lagi dengan pikirannya tentang kejadian semalam hingga membuat Bryan enggan untuk melakukan apa pun selain tidur di ranjangnya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di sisi lain . Arianna tengah membantu sang ibu untuk menjaga toko buku kecil miliknya seraya merapihkan beberapa buku yang yang terlihat berantakan di matanya .
Sesekali Arianna menatap kearah ponselnya yang ia letakkan di meja kasir tersebut sejak tadi perasaan Arianna benar-benar tidak karuan pasalnya ini kali pertama ia tidak mendapat kabar apapun dari kekasihnya yaitu Bryan .
" Pergilah beristirahat nak , biarkan ibu yang melanjutkan nya " ucap sang ibu seraya menatap lembut kearah sang anak
Arianna pun tersenyum dan berjalan menuju meja kasir , ia mendudukkan bokongnya seraya mengambil ponsel tersebut dan mencari nama sang kekasih di dalam daftar kontaknya , ia berniat untuk menghubungi Bryan saat itu .
Arianna mengerutkan keduanya alisnya setelan beberapa kali mencoba menghubungi pria tersebut sepertinya tak ada tanda-tanda panggilan itu akan terhubung .
__ADS_1
" Apa dia benar-benar marah pada ku ? " tanya Arianna dalam hati seraya menatap bingung kearah layar ponselnya
Arianna pun bangkit dari duduknya dan langsung menuju kamar tidurnya , ia mengambil salah satu kotak yang ada di meja nakasnya tersebut .
tanpa berpikir panjang Arianna langsung berpamitan pada ibunya dan berlalu meninggalkan sang ibu yang masih menatap heran kearah sang anak . Setelah semalaman memikirkan kejadian kemarin akhirnya saat ini Arianna memutuskan untuk percaya dan yakin atas hubungan nya pada pria tersebut , Arianna terus meyakinkan dirinya untuk bisa sepenuhnya menerima Bryan di dalam hatinya .
Memikirkan perubahan sikap Bryan saat ini membuat hati Arianna menjadi tak karuan rasa takut dan gundah bercampur jadi satu saat ini .
Tak berapa lama Arianna pun tiba di depan rumah Bryan . Ia terus memandangi rumah besar yang ada di depannya itu seraya mengumpulkan keberanian untuk memencet tombol bell yang ada di sana dan sesaat Arianna menatap kearah kotak yang sejak tadi ia pegang .
Dan Bryan yang saat itu sudah terbangun dan sedang mengerjakan sesuatu di laptopnya pun langsung bangkit dari meja kerjanya saat mendengar suara bel yang begitu nyaring di telinganya , dengan sedikit mengumpat ia berjalan menuju pintu tersebut dan betapa terkejutnya Bryan saat melihat Arianna yang berdiri di depan pintu rumahnya .
" Arianna " ucap Bryan saat pintu telah berbuka
Arianna yang di panggil hanya terdiam seraya menatap kearah Bryan dan langsung memeluk tubuh kekar Bryan hingga membuat sang empunya merasa terkejut atas perlakuan Arianna saat ini .
Bryan pun sedikit melonggarkan pelukan Arianna agar bisa melihat wajah wanitanya itu . Kini wajah Arianna terlihat basah dan tatapannya terlihat sayu , Bryan menyentuh kedua pipi Arianna dan mengusap air mata Arianna dengan ibu jarinya .
" Ada apa denganmu ?? , hm " tanya Bryan lembut
" Maafkan aku kak " ucap Arianna hingga membuat Bryan menautkan kedua alisnya
" Maaf ?? , untuk apa ?? " tanya Bryan bingung
" Maaf , karna sudah menolak cincin pemberian dari mu tadi malam " ucap Arianna lirih
Bryan yang mendengarnya pun langsung tersenyum lembut seraya kembali memeluk tubuh mungil Arianna dan mengelus lembut pundak wanitanya itu .
" Kau pasti sangat marah pada ku kan kak , mangkanya kau tidak memberi ku kabar seharian ini " ucap Arianna pelan namun masih terdengar oleh Bryan
__ADS_1
Bryan yang mendengarnya pun hanya bisa tersenyum lucu . Sebenarnya bukan ia tidak ingin memberi kabar pada wanitanya itu tapi kepala Bryan pagi tadi memang sangat pusing hingga membuat ia hanya ingin memejamkan matanya dan tanpa di sadari ponselnya telah mati karna kehabisan daya .
" Jadi , apa kau sudah menerima lamaran ku ?? " tanya Bryan sambil tersenyum seraya melonggarkan pelukannya dan menatap kearah wanita tersebut
Arianna hanya menganggukkan pelan kepalanya dan menunduk malu tanpa berniat untuk menatap pria tampan itu . Bryan yang melihatnya pun terus tersenyum senang ia merasa sangat gemas dengan sikap wanitanya saat ini .
" Lalu mengapa kau tidak memakai cincinnya ?? " tanya Bryan penasaran
Arianna yang mendengarnya pun langsung menatap kearah Bryan hingga membuat mata keduanya saling bertemu .
" Aku memakainya kak " ucap Arianna polos seraya menyentuh kalung yang ada di lehernya dan memperlihatkan bandulan yang ada di sana yang sejak tadi berada di dalam baju Arianna
" Maaf kak , aku ingin sekali memakai nya di jariku tapi ~ " ucap Arianna terpotong
" tidak masalah Arianna aku mengerti . Aku tau kau tidak ingin orang lain tau atau bertanya-tanya tentang hubungan kita bukan " ucap Bryan memotong ucapan Arianna
" Ku mohon beri aku waktu kak , aku berjanji akan memberitahukan hubungan kita pada teman-temanku secara perlahan " ucap Arianna dengan wajah lirih dan memohon
" Aku akan selalu sabar menunggu mu Arianna , melihat kau memakainya saja sudah cukup untuk ku " ucap Bryan sambil tersenyum seraya mengelus lembut pipi Arianna
Arianna pun ikut tersenyum seraya menatap sayu kearah Bryan . Bryan yang melihat senyum di bibir Arianna pun langsung mencium lembut bibir Arianna dan membawa wanita itu kedalam rumahnya tanpa melepaskan ciumannya tersebut .
Arianna yang mendapatkan perlakuan tersebut hanya bisa mengikuti langkah Bryan seraya membalas ciuman lembut yang tengah di berikan oleh pria tersebut.
.
.
.
__ADS_1