
Bryan menghentikan mobilnya di salah satu rumah yang tak lain adalah rumah Arianna yang pernah ia datangi tempo lalu . Bryan menatap kearah rumah tersebut dan terlihat toko buku yang kini sudah di buka oleh pemiliknya . Bryan keluar dari mobilnya seraya memegang map yang sudah ia bawa sejak tadi .
" Selamat datang " sapa Arianna saat mendengar lonceng pintu yang berbunyi tanpa melihat kearah orang tersebut karna ia tengah merapikan buku-buku nya
" Permisi " ucap Bryan dengan suara baritonnya seraya menghampiri Arianna hingga membuat gadis kecil itu menatap kearah suara tersebut
Arianna menatap heran kearah Bryan saat melihat pria itu yang kini sudah berdiri tepat di belakangnya . namun dengan segera Arianna menepis pikiran buruknya tentang pria tersebut .
" Ada yang bisa saya bantu Tuan ?? " tanya Arianna sopan
Bryan menatap dan terdiam saat melihat wajah Arianna yang sedikit lusuh dengan rambut yang di kuncir asal olehnya namun masih terlihat cantik , Arianna juga terlihat sangat kelelahan kala itu karna saat itu Bryan melihat keringat Arianna yang menetes di keningnya .
" Permisi Tuan " ucap Arianna mengagetkan Bryan
" Ah , maaf " ucap Bryan spontan
" Ada yang bisa saya bantu ? , atau Anda ingin mencari buku lain lagi ? " Tanya Arianna sopan
" Ah tidak , Aku datang kemari karena ingin bertemu dengan mu " Ucap Bryan hingga membuat Arianna menatap bingung dan heran
" Bertemu dengan ku ? " Tanya Arianna bingung
" Ya , aku ingin memberikan mu ini " ucap Bryan seraya memberikan map yang sejak tadi ia pegang pada Arianna
Arianna membuka map tersebut dan melihat lembaran kertas yang ada di dalamnya , setelah melihat kertas tersebut ia langsung mengerutkan keningnya seraya menatap kearah Bryan .
" Aku tidak menyetujui pengunduran diri mu dari beasiswa yang ku berikan " ucap Bryan lantang namun Arianna hanya terdiam dan masih menatap kearah Bryan
" Nilai-nilai mu sangat bagus , dan kau juga tidak memiliki perilaku yang buruk semasa sekolah mu , kau juga tidak memiliki alasan yang kuat untuk berhenti , lalu kenapa kau ingin keluar ? " tanya Bryan panjang lebar
" Saya sudah membicarakan ini semua dengan dosen pembimbing saya dan kepala Dekan juga , beliau sudah menyetujui nya " ucap Arianna seraya mengerutkan keningnya saat menatap Bryan
" Apa karna masalah biaya hingga kau ingin berhenti dari kuliah mu ? , aku bisa menanggung semua biaya kuliah mu kau tenang saja " ucap Bryan lagi tanpa menghiraukan ucapan gadis kecil itu
__ADS_1
Arianna menatap heran ia benar-benar di buat bingung dengan sikap Bryan yang menurutnya sangat menggangu privasinya .
" Maaf Tuan , ini masalah pribadi saya dan tidak ada urusannya dengan anda , lagi pula saya sudah menyerahkan semua data-data pengunduran diri saya ke kampus " Ucap Arianna dengan lantang
" Tapi , kuliahmu sudah tinggal beberapa semester lagi " ucap Bryan
" Maaf Tuan , saya mohon berhentilah ikut campur dalam urusan pribadi saya " ucap Arianna dengan wajah tak bersahabat
Bryan pun terdiam ia tak lagi meneruskan ucapannya saat mendengar ucapan Arianna saat itu . seketika ia berpikir saat mendengar ucapan Arianna barusan . Bryan berpikir seolah ia sudah melewati batasnya hingga membuat gadis itu merasa tidak nyaman padanya .
" Maaf " Ucap Bryan merasa menyesal namun Arianna hanya menatap seraya menghembuskan nafas beratnya
" Apa anda masih ada keperluan lain di sini ? " tanya Arianna langsung
" Ah , Tidak ada " ucap Bryan canggung
" Kalau begitu aku permisi , maaf karena sudah mengganggu mu " sambung Bryan seraya berlalu
Arianna hanya menatap heran dan menggelengkan kepalanya kearah Bryan yang berlalu meninggalkan tokonya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah meninggalkan tempat Arianna Bryan kini terduduk di salah satu Bar seraya meminum minuman nya . pikirannya kini terus saja terganggu dengan gadis kecil itu ia selalu menggerutuki dirinya karna telah bertindak gegabah hingga membuat gadis itu membenci sikap Bryan saat ini . Saat ia tengah menikmati minuman nya tiba-tiba seseorang datang dan menghampiri mejanya.
" Ada apa dengan mu ? " Tanya Lucas yang baru saja tiba dan duduk di kursi lain dekat Bryan seraya menatap Bryan dengan heran
Bryan tidak menghiraukan pertanyaan Lucas ia malah meneruskan minumnya hingga membuat Lucas terpaksa harus mengambil gelas yang ada di tangan Bryan saat itu .
" Hey , ada apa dengan mu ? , Kau tidak ingin cerita padaku ?? " tanya Lucas lagi
" Huhf "
Lucas mendengar hembusan nafas berat dari mulut Bryan namun ia masih terdiam seraya menunggu Bryan untuk bercerita .
__ADS_1
" Sepertinya aku menyukainya " ucap Bryan seraya memandang kosong kearah depannya
" Apa gadis itu yang ada di rumah sakit tempo lalu ? " tanya Lucas dan Bryan pun mengangguk pelan
" lalu ? , apa kau sudah mendekati nya ? " tanya Lucas pelan
" Sudah , tapi __" ucap Bryan menggantung
" Tapi apa ? " tanya Lucas penasaran
" Aku ingin sekali membantu nya , tapi dia seperti merasa terganggu dengan kehadiran ku " ucap Bryan lirih
" Lucas apa yang harus aku lakukan ? " tanya Bryan seraya menatap Lucas dengan pandangan lirih
Lucas terdiam seraya menatap Bryan seolah memikirkan cara untuk membantu sahabatnya itu .
" Apa kau sangat menyukainya ? " tanya Lucas
" He'em , aku yakin aku sangat menyukainya , saat pertama kali aku melihatnya aku sudah menyukainya dan selalu memikirkan senyumannya , dan saat aku membantunya dari para preman itu aku merasa sangat penasaran dengan kehidupan nya hingga aku ingin sekali tau tentang kehidupan nya saat itu " ucap Bryan antusias
" Tapi , sepertinya dia sangat tergantung dengan kehadiranku sekarang " sambung Bryan
" Lucas bantuan aku , apa yang harus aku lakukan sekarang " ucap Bryan memohon
" Buatlah dia berhutang budi pada mu Bryan " ucap Lucas lantang namun Bryan hanya terdiam mantap Lucas
" Apakah itu akan baik-baik saja ? , aku takut dia akan lebih membenci ku nantinya " ucap Bryan khawatir
Lucas yang mendengarnya pun menghembuskan nafas beratnya sejujurnya ia pun tidak tau dan merasa bingung karna Lucas sendri pun belum pernah merasakan hal seperti yang Bryan rasakan saat ini .
.
.
__ADS_1
.