
Tak berapa lama akhirnya Arianna pun turun dan kembali ke tokonya seraya membawa tas jinjing yang ada di tangan nya saat itu .
" Apa anda sudah menemukan buku yang anda cari Tuan ? " tanya Arianna hingga membuat Bryan menetap kearah nya
" Ah , ya Aku sudah menemukan nya " ucap Bryan cepat seraya menatap heran kearah Arianna
" Ada apa denganmu ? , apa kau habis menangis ? " tanya Brian langsung saat melihat wajah dan mata Arianna yang merah
" Ah , tidak ada , aku hanya terkena debu saja saat mengambil sesuatu tadi " ucap Arianna berbohong dengan senyum lembutnya
" Benarkah , apa kau tidak ingin menceritakan nya padaku , mungkin aku bisa membantumu " ucap Bryan semakin memaksa Arianna untuk bercerita
" Tidak ada yang perlu di ceritakan Tuan , Aku benar baik-baik saja " ucap Arianna meyakinkan orang asing tersebut menurutnya
Arianna bukan gadis bodoh pikirnya yang akan menceritakan keluhan kesahnya pada siapapun terlebih lagi orang itu adalah orang asing menurutnya.
" Ah baiklah . ini buku yang akan aku ambil " Ucap Bryan canggung seraya memberikan beberapa buku yang ia pilih pada Arianna
Arianna pun memasukkan buku tersebut kedalam paper bag dan memberikannya pada Bryan .
__ADS_1
" Maaf tuan ini terlalu banyak " ucap Arianna saat menerima beberapa lembar uang dari Bryan
" Tidak apa-apa , Kau bisa menyimpannya untuk mu " ucap Bryan namun Arianna hanya terdiam menatap bingung kearah Bryan
" Terimakasih atas waktu mu dan maaf karna aku terlalu ingin tau tentang mu " ucap Bryan sambil tersenyum dan berlalu meninggalkan tempat tersebut
Arianna hanya membalas ucapan Bryan dengan senyum simpulnya seraya menatap kepergian pria tersebut agar tidak terlihat sombong . Arianna merasa sangat bingung dengan sikap Bryan saat itu Bagaimana tidak pria yang tidak Arianna kenal selalu saja bertemu dengan alasan tidak di sengaja di tambah lagi dengan rasa ingin tau pria tersebut membuat Arianna merasa sangat curiga . walaupun pria tersebut telah menolong dirinya saat itu , ia juga tetap harus waspada pikirnya.
Setelah kepergian Bryan Arianna pun kembali menutup tokonya dan kembali menuju rumah sakit untuk menemui sang ibu yang masih berada di sana .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di sisi lain ...
Bryan merasa sangat tertarik dengan Arianna hingga ia merasa sudah kehilangan akal sehatnya saat ini . mungkin jika Lucas melihat kelakuannya saat ini ia akan di tertawakan mungkin pikir nya.
" Apa keluarga nya ada yang sakit ? " tanya Bryan pada diri sendiri Seraya menatap kearah Arianna yang semakin menghilang dari pandangannya
Bryan memarkirkan mobilnya dan berniat mengikuti Arianna ke dalam rumah sakit itu . Saat Bryan memasuki lobby rumah sakit Bryan melihat Arianna yang sedang berdiri tepat di depan loket pembayaran rumah sakit seraya memegang kertas yang ada di tangannya . karna tidak ingin di curigai Bryan hanya menatapnya dari kejauhan namun Arianna masih bisa terlihat jelas olehnya , Bryan mengerutkan keningnya saat melihat wajah Arianna yang terlihat sedih saat melihat kertas yang ada di tangannya saat itu . karna sangat penasaran Bryan terus mengintip kearah Arianna dari kejauhan hingga gadis itu pergi meninggalkan tempat tersebut setelah mengeluarkan beberapa lembar uang dari dalam tas nya dan di berikan pada pegawai rumah sakit tersebut . Karna rasa penasarannya yang menggebu Bryan pun mendekatkan dirinya menuju loket tersebut .
__ADS_1
" Permisi Suster " panggil Bryan ke salah satu pegawai rumah sakit itu yang berada di loket
" Ada yang bisa di bantu Tuan ? " tanyanya sopan
" Saya ingin bertanya tentang wanita yang baru saja pergi tadi , apa kerabatnya ada yang sedang di rawat di sini ? " tanya Bryan
" Ya Tuan , Ayahnya baru saja masuk pagi ini dan saat ini beliau sedang melakukan operasi besar " Ucapnya menjelaskan
Bryan pun terdiam saat mendengar ucapan Suster tersebut seraya menatap kearah lorong yang Arianna lewati tadi .
" Baiklah , Terimakasih sus" ucap Bryan sopan di balas anggukan sopan oleh suster tersebut
Bryan berjalan kearah lorong yang di lewati oleh Arianna tadi dan tiba-tiba langkah nya terhenti saat melihat Arianna dan seorang wanita paruh baya tengah terduduk di kursi tunggu depan ruang UGD dengan wajah yang sangat lirih . Karna takut membuat mereka tidak nyaman dengan kehadirannya , Bryan hanya melihat mereka dari kejauhan saja . Bryan merasa iba dengan keadaan gadis kecil yang sudah mengganggu perasaan nya saat ini .
.
.
.
__ADS_1
.
Disinilah awal mulanya Bryan jatuh cinta ...