
" Apa dia yang akan kau kenalkan pada ku , Tuan Bryan ??: " tanya orang itu hingga membuat keduanya berhati dan menatap kearah asal suara tersebut
Jenny menatap diam kearah sosok yang ada di depannya saat ini . sedangkan Bryan ia merasa sedikit kikuk dan canggung dengan situasi tersebut namun sebisa mungkin ia bersikap santai seolah tidak terjadi apa-apa .
" Hay " sapa Bryan seraya mendekati orang tersebut dan memeluknya ala-ala cowok gentle
" Bagaimana kabarmu ?? " tanya Bryan mengalihkan pembicaraan setelah pelukannya terlepas
" Seperti yang kak Bryan lihat saat ini , aku baik-baik saja " Ucapnya seraya melebarkan tangan seperti tengah memamerkan dirinya
Bryan pun tersenyum sambil menatap ke arah sosok tersebut , sedangkan Jenny yang sejak tadi berada di samping Bryan hanya terdiam dan masih menatap kearah sosok yang ada di depannya saat ini .
" Apakah dia wanita yang ingin kau perkenalkan pada ku ?? " tanyanya lagi dengan suara pelan seraya mendekatkan mulutnya ke telinga Bryan namun masih bisa terdengar oleh Jenny
mendengar pertanyaan itu lagi Bryan pun langsung menatap kearah Jenny yang juga menatap kearahnya saat itu seolah tengah menunggu jawaban dari mulutnya saat ini .
" Bukan ! , Orang yang ingin ku perkenalkan pada mu saat ini tidak bisa bergabung dengan kita , karna dia sedang tidak enak badan " ucap Bryan seraya mengalihkan pandangannya dari Jenny dan menatap sosok yang ada di depannya
__ADS_1
" Oya , Perkenalan ini Jenny , Dia adalah teman sekaligus rekan bisnis ku " sambung Bryan hingga membuat wajah Jenny sedikit berubah karena kecewa atas ucapan pria tersebut
Jenny yang mendengarnya pun merasa sakit di bagian dadanya seperti ada pisau yang tengah mengiris hatinya saat ini walaupun ucapan tersebut sudah sering ia dengar sebelumnya dari mulut pria itu namun tetap saja Jenny masih merasa sakit dan sesak di bagian dadanya dan di tambah lagi dengan ucapan Bryan sebelumnya yang akan memperkenalkan seorang wanita pada orang tersebut rasa penasaran Jenny kini menggebu dalam dada dan pikirannya saat ini namun sebisa mungkin ia bersikap biasa saja seolah tak terjadi apa pun agar tidak merusak suasana pihaknya .
" Perkenalan , Aku Jenny " ucap Jenny sambil tersenyum seraya mengulurkan tangannya
" Aku David . Maafkan mulutku yang lancang ini Nona " Sahut David merasa bersalah seraya membalas uluran tangan dari wanita tersebut
Ya sosok tersebut adalah David pria tampan yang saat ini tengah menyukai wanita yang tak lain adalah Arianna , David adalah adik angkat dari Bryan dan adik kandung dari Lucas yang saat ini tengah melanjutkan studinya di luar negeri .
" Tidak masalah , aku hanya kebetulan saja bertemu dengan Bryan di sini " ucap Jenny santai
" Tidak perlu , aku tidak ingin mengganggu obrolan kalian " tolak Jenny seraya menatap kearah David
" Kau bisa bergabung dengan kami Jenny " sahut Bryan hingga membuat Jenny menatap dan tersenyum kearah Bryan
" Apakah aku tidak mengganggu kalian ?? " tanya Jenny sambil tersenyum
__ADS_1
" Tidak , Baner kan kak ? " sahut David seraya menatap Bryan yang hanya terdiam
" He'em " sahut Bryan singkat
" Baiklah aku akan bergabung jika kalian memaksa " ucap Jenny dengan senyum senangnya
" Duduklah , kalian bisa memesan makanannya berlebihan dahulu , aku akan pergi ke toilet sebentar " ucap Bryan pamit seraya berlalu setelah memastikan keduanya duduk di kursinya masing-masing
Bryan pun berjalan menuju toilet yang tak jauh dari restoran tersebut , wajahnya terlihat frustasi Bagaimana tidak wanita yang tidak di harapkan berada di dekatnya kini malah semakin mendekat dengannya sedangkan wanita yang ingin Bryan dekati malah semakin jauh dan menjaga jarak padanya pikir Bryan .
" Tenanglah Bryan ini hanya kebetulan saja , Jenny di sini tidak mengikuti mu " ucap Bryan menenangkan diri seraya menatap dirinya di pantulan cermin besar yang ada di depan
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di sisi lain . kini David dan Jenny tengah menatap kearah daftar menu yang ada di tangannya masing-masing seraya memberi pendapat tentang pesanannya satu sama lain dan tanpa disadari keduanya ada sosok wanita yang menatap kearah meja mereka wanita tersebut tak lain adalah Arianna .
Arianna menatap kearah dua orang tersebut yang saat itu terlihat sangat akrab , ia pun langsung menyembunyikannya tubuhnya di balik dinding .
__ADS_1
" Sepertinya aku pernah melihat wanita itu sebelumnya ! " ucap Arianna mengingat-ingat wajah wanita yang baru saja ia lihat
Arianna pun merasa ragu untuk menghampiri meja tersebut dan akhirnya ia memutuskan untuk kembali ke kamarnya namun saat Arianna meninggalkan restoran tersebut tiba-tiba ada seseorang yang memanggil namanya membuat Langkah kaki Arianna terhenti .