
Mereka pun kini telah menyelesaikan makan siangnya dan suasana hening kembali hadir seperti biasa di antara keduanya . sejak tadi Arianna hanya terdiam seraya menatap jalan yang ada di sampingnya melalui celah jendela seolah tengah memikirkan sesuatu sedangkan Bryan hanya fokus pada jalannya Walaupun sesekali ia terus menatap kearah samping nya untuk menatap Arianna .
Bryan terus membawa mobilnya menyusuri jalan yang terlihat ramai oleh pengendara lain nya . Arianna yang saat itu tengah menatap jalan pun tersadar saat melihat jalur yang sangat familiar di matanya . dengan spontan Arianna menatap kearah Bryan seraya mengerutkan keningnya
" Tuan , apa kita tidak kembali ke kantor ?? " tanya Arianna bingung
" Tidak " sahut Bryan santai tanpa menatap kearah Arianna namun sukses membuat Arianna semakin bingung
" Aku ingin bersantai di toko buku mu Arianna sambil membaca buku-buku di sana " sambung Bryan sambil tersenyum lembut kearah Arianna yang masih menatap kearahnya hingga membuat pandangan keduanya bertemu
Ya saat ini Bryan tengah mengendarai mobilnya menuju rumah Arianna tanpa sepengetahuan wanita itu . Saat ini Bryan hanya ingin menghabiskan waktunya bersama Arianna , Bryan ingin membuat jarak di antara mereka tidak terlalu canggung dan terlebih lagi Bryan ingin membuat Arianna merasa nyaman bersama dengan dirinya maka dari itu Bryan ingin membuat waktu santai bersama dengan wanita tersebut walaupun waktu nya sangat tidak tepat tapi Bryan tidak perduli dengan hal itu .
" Tapi Tuan , saat ini banyak sekali pekerjaan yang belum terselesaikan di kantor " ucap Arianna menolak usul bosnya itu sambil mengalihkan pandangannya kearah lain
Jantung Arianna saat ini menjadi tidak karuan setiap kali matanya bertemu dengan mata Bryan di tambah lagi dengan senyum lembut pria itu membuat perasaan Arianna semakin tidak nyaman di buatnya , pasalnya selama ini Arianna Tidak pernah berkontak langsung seperti ini maka dari itu perasaannya menjadi tak tenang saat mengalami hal tersebut .
" Tenang saja Arianna , aku bos nya di sana dan kau sudah terlalu sering menghabiskan waktu lembur mu di kantor dan saat ini aku mengijinkan mu untuk pulang lebih awal " sahut Bryan dengan nada tenang dan santai agar Arianna yakin dengan ucapannya
Arianna yang mendengarnya hanya terdiam pasrah seraya menetralkan detak jantung nya saat ini . lain halnya dengan Bryan ia terus mengukirkan senyum tampannya saat tidak lagi mendengar penolakan dari wanita itu ia terus menatap arah jalan yang ada didepannya saat ini sambil tersenyum senang .
Setelah menghabiskan waktu beberapa menit Akhirnya mobil Bryan berhenti tepat di depan pekarangan rumah Arianna dengan santai keduanya pun turun dan berjalan memasuki toko buku kecil milik Arianna .
" Kau sudah pulang nak ?? " tanya Hellen ( ibu Arianna ) saat melihat anak semata wayangnya masuk kedalam rumah
" Sudah Bu " sahut Arianna Seraya berjalan menuju sang ibu di ikuti oleh Bryan yang ada di belakangnya
Bryan ada di belakang Arianna pun langsung tersenyum sopan kearah wanita paruh baya tersebut .
" Silakan menikmati waktu mu tuan , Aku ingin menaruh barang-barang ku terlebih dulu " ucap Arianna di balas anggukan lembut oleh Bryan
__ADS_1
Setelah berpamitan pada pria itu Arianna pun langsung meninggalkan Bryan yang saat itu tengah di temani oleh sang ibu . Arianna berjalan menuju kamarnya yang berada di lantai atas . setibanya di kamar Arianna pun langsung mendudukkan bokongnya di tepi ranjang seraya mengingat dan mencerna semua ucapan Bryan saat berada di restoran tadi .
Di sisi lain ...
Bryan saat ini tengah di temani oleh Hellen ( ibu Arianna ) sepeninggal Arianna mereka pun berbincang-bincang ringan . keduanya terlihat sangat dekat seperti ibu dan anak yang tengah menghabiskan waktu bersama di tambah lagi dengan pembicaraan mereka yang kini terlihat semakin sentai dan tidak formal hingga membuat keduanya terlihat sangat dekat dan akrab . Sikap Bryan yang sopan membuat Hellen merasa senang dengan pria tersebut begitu juga dengan Bryan sikap keibuan Hellen membuatnya merasa nyaman Bryan merasa seperti memiliki sosok ibu di dekatnya .
" Tunggu lah sebentar , ibu akan membuatkan minum untuk mu " ucap Hellen seraya bangkit dari duduknya
" Maafkan aku Bu , karena sudah merepotkan mu " sahut Bryan seraya menatap wanita paruh baya itu
" Tenanglah nak , kau tidak merepotkan ku sama sekali " sahut Hellen dengan senyum lembutnya seraya berjalan meninggalkan Bryan
Bryan yang saat itu tengah terduduk pun melihat kearah sekeliling tempat tersebut . terlihat ada beberapa buku yang tidak berada di tempatnya . tanpa persetujuan dari sang empunya Bryan pun langsung menghampiri rak tersebut dan menyusun buku-buku itu kedalam rak nya , ia juga merapikan beberapa buku yang berserakan di tempat tersebut hingga tempat tersebut terlihat rapi dari sebelumnya .
Setelah selesai dengan pekerjaannya Bryan pun mengambil salah satu buku yang sempat mencuri perhatian nya sejak tadi dan dengan santai ia membaca buku tersebut namun tanpa di sadari ada sosok mata yang memperhatikan nya sejak tadi hingga saat ini pria itu mulai membaca buku yang ada di tangannya .
Ya , sejak tadi Arianna sudah turun saat sang ibu naik ke atas untuk membuatkan minum namun saat tiba di pertengahan tangga Arianna langsung menghentikan langkahnya seraya menatap kearah depannya . ia pun terus menatap kearah Bryan yang tengah sibuk merapikan buku-buku yang ada di toko kecil miliknya itu . Arianna merasa terpukau dengan penampilan Bryan yang terlihat sangat santai tanpa dasi dan juga jas di tubuhnya Arianna merasa terpukau dengan penampilan Bryan saat lengan kemeja pria itu di gulung asal membuat Pria itu terlihat sangat berkarisma dan juga tampan dengan penampilan santai nya .
" Ibu !! , sejak kapan ibu di sini ? " tanya Arianna salah tingkah namun sekuat tenaga ia menetralkan ekspresi nya
" Baru saja " ucap sang ibu berbohong . pasalnya Hellen sudah sejak tadi berada di belakang putrinya
" Bawakan ini untuk nak Bryan , ibu akan melihat ayah mu dan menyiapkan kan makan malam untuk kita " sambung sang ibu seraya menyerahkan gelas minumannya pada Arianna
Arianna pun menerima gelas tersebut dan berjalan menuju kearah Bryan berada. sedangkan Hellen hanya tersenyum lembut sambil melihat kearah dua anak muda itu secara bergantian dan berlalu menuju lantai atas setelah puas menatap keduanya .
" Permisi Tuan "ucap Arianna saat tiba di dekat Bryan
Bryan yang tengah menatap kearah buku yang sedang di pegang nya pun langsung mengalihkan pandangannya kearah asal suara tersebut .
__ADS_1
" Silakan di minum " sambung Arianna
" Terimakasih " sahut Bryan sambil tersenyum lembut
" Apa kau yang merapikan buku-buku itu " tanya Ariana pura-pura tidak tahu padahal sejak tadi ia sudah memperhatikan nya
" Ya , maafkan aku Arianna karna sudah terlalu lancang " ucap Bryan
" Kau tidak perlu minta maaf Tuan , aku malah ingin berterimakasih padamu karna sudah membantu ibuku . belakang ini aku jarang berada di sini karena banyak pekerjaan yang harus aku kerjakan di kantor hingga aku tidak bisa membantu ibu di toko ini " sahut Arianna panjang lebar tak seperti biasanya
" Maaf karena terlalu memberi mu banyak pekerjaan " ucap Bryan merasa bersalah
" itu bukan salah mu Tuan . itu adalah tanggung jawab untuk ku , kau tidak perlu merasa bersalah seperti ini " sahut Arianna
" mulai saat ini aku akan lebih sering datang ke tempat ini untuk merapikan buku-buku yang ada di sini " ucap Bryan dengan senyum antusias
" Kau tidak perlu melakukan itu Tuan karena aku tidak akan sanggup membayar gaji mu nanti " ucap Arianna sambil tersenyum hingga membuat Bryan pun ikut tersenyum
Bryan merasa sangat senang dengan sikap Arianna saat ini . ia merasa Arianna sedikit berbeda pasalnya selama ini Arianna jarang sekali berbicara panjang lebar seperti saat ini , di tambah lagi dengan senyum yang ada di bibirnya karena sebelumnya Arianna tidak pernah menampilkan senyum santainya pada Bryan seperti ini dan terlebih lagi sikap Arianna saat ini terlihat sedikit santai dari sebelumnya hingga membuat Bryan merasa sangat senang dengan perubahan tersebut .
Mereka pun menghabiskan waktu tersebut dengan di campur perbincangan ringan dan di bumbui dengan sedikit tawa dari keduanya membuat satu sama lain terlihat merasa nyaman dengan pembicaraan masing-masing saat ini .
Saat ini hati Bryan merasa sangat senang seraya menatap kearah wanita yang tengah ia kejar itu . seperti memiliki banyak peluang untuk bisa bersama dengan pujaan hatinya , bibirnya terus mengukirkan senyum saat melihat kearah wanita tersebut . menurut Bryan saat ini ia tidak merasa sia-sia karena merelakan waktu kerjanya untuk bisa dekat dengan wanita itu pikir Bryan .
.
.
.
__ADS_1