
Kini Bryan baru saja tiba di rumah besar miliknya . senyum senang kini terpancar jelas di wajah tampan pria itu bahkan tadi ia sampai bersiul saat masuk kedalam rumah nya . mood nya benar-benar bagus akhir-akhir ini .
Bryan terduduk di sofa empuknya seraya bersandar seolah tengah meregangkan otot-otot tubuhnya . saat Bryan tengah memejamkan matanya tiba-tiba ponselnya berdering membuat pria itu merogoh kantung celananya dan menatap kearah layar ponsel tersebut untuk melihat siapakah yang menelpon dirinya saat malam seperti ini .
" Hallo " panggil seseorang dari sebrang sana
" Ada apa , Lucas ?? " tanya Bryan pada Lucas yang menelponnya dari sebrang sana
" ..... "
" Apakah kau tidak bisa mewakili nya ?? " tanya Bryan dengan memasang wajah serius
" .... "
" Baiklah , aku akan pergi kesana . Oya Lucas bisakah kau handle semua pekerjaan ku yang belum terselesaikan di sini ?? " tanya Bryan sedikit ragu
" Kau tengah saja , aku bisa mengurus semua itu " ucap Lucas meyakinkan Bryan dari sebrang sana
" Baiklah , aku sangat mengandalkan mu teman . terimakasih " sahut Bryan dan mematikan panggilan tersebut setelah merasa selesai dengan pembicaraan nya mereka pun akhirnya mengakhiri panggilan tersebut .
Keesokan harinya ..
__ADS_1
kini Bryan sudah duduk santai di dalam pesawat seraya menyandarkan kepalanya di sandaran kursi , Untung saja Bryan berada di kelas bisnis saat itu jadi ia bisa beristirahat sejenak selayaknya berada di sofa empuk miliknya . saat ini ia benar-benar merasa sangat lelah karena setelah mendapat kabar dari Lucas Bryan langsung menuju ruang kerjanya untuk menyiapkan data-data yang akan di bawanya hari itu hingga akhirnya Bryan tak sempat untuk memejamkan matanya sama sekali malam itu .
Setelah menempuh perjalanan panjang akhirnya Bryan tiba di salah satu bandara yang cukup ramai oleh para pengunjung dari mana pun . sambil menarik koper kecilnya Bryan pun langsung di sambut oleh salah satu supir yang sudah menunggu kedatangan nya sejak tadi .
Setelah memakan waktu beberapa menit Bryan pun tiba di salah satu hotel berbintang lima di negara tersebut . tanpa mengistirahatkan tubuh nya yang lelah Bryan langsung mengganti pakaian nya seraya merapihkan beberapa dokumen yang akan ia bawa saat itu .
Saat ini Bryan menghabiskan hari pertamanya untuk meeting dengan salah satu perusahaan yang bekerja sama dengan perusahaan milik nya karna ada sedikit kendala yang sangat besar hingga mengharuskan Bryan untuk menghandle masalah tersebut .
tanpa terasa waktu pun terus berlalu dan hari pun ikut berganti tak terasa sudah beberapa hari Bryan berada di negara tetangga tersebut . kini Bryan masih menghabiskan waktunya untuk mengerjakan pekerjaannya yang belum terselesaikan di sana . rasa ingin kembali terus memburu di dada Bryan namun ia tidak memiliki pilihan apapun selain bersabar di tempat tersebut seraya mempercepat pekerjaannya agar bisa cepat kembali ke negaranya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di sisi lain ...
Saat tengah mengerjakan pekerjaannya tiba-tiba seorang datang menghampiri mejanya membuat Arianna menatap ke arah orang tersebut .
" Arianna , apakah laporan yang kau buat sudah siap ? " tanya orang tersebut yang tak lain adalah seniornya
" Sudah kak " sahut sopan
" bisakah kau mengantarkan berkas itu ke ruangan tuan Lukas sekaligus dengan berkas ini " ucap orang tersebut seraya menyerahkan map yang ada di tangannya
__ADS_1
Arianna pun mengambil map itu dan mengiyakan suruhan seniornya tersebut . sepanjang perjalanan Arianna terus berpikir mengapa harus di berikan pada tuan Lucas mengapa tidak langsung saja pada bos besarnya yaitu Bryan sambil bergelut dengan pikirannya tiba-tiba langkah kaki Arianna berhenti di salah ruangan yang tak lain adalah ruangan Lucas .
Arianna berdiri tepat di depan pintu tersebut sebelum ia mengetuk pintu tersebut Arianna menatap kearah pintu satu lagi yang berada tak jauh dari tempat ia berdiri . Arianna melihat sekertaris Bryan yang terduduk di mejanya seraya mengerjakan sesuatu di sana . sesaat Arianna tersadar dan hendak mengetuk pintu ruangan Lucas tiba-tiba dering ponsel menghentikan nya hingga membuat Arianna mengalihkan tangannya kearah kantung blazer nya untuk mengambil ponsel tersebut .
Saat melihat nomer yang tertera di layar ponsel tersebut Arianna pun langsung segera memencet tombol hijau dan menempelkan ponselnya ke samping telinganya .
" Hallo " panggil Arianna
" ..... "
Arianna hanya terdiam saat mendengar suara tangisan dari sebrang sana dan seketika jantungnya berhenti berdetak saat mendengar ucapan orang tersebut yang tak lain adalah Hellen ibunda Arianna .
" Cepatlah pulang nak " ucap sang ibu dengan suara serak dari sebrang sana
Arianna pun langsung berlari meninggalkan ruangan tersebut dan meninggalkan berkas-berkas yang berserakan di lantai karena ia melepaskannya saat mendengar kabar dari sang ibu tadi . seketika Arianna lupa dengan tugas nya dan ia pun tidak perduli dengan keadaan saat ini yang ada di pikiran nya hanyalah keluarga nya saat ini .
Arianna berlari menuju ruangannya dan mengambil tas yang ada di mejanya dan bergegas pergi meninggalkan ruangan tersebut . banyak pasang mata yang menatap heran dan bingung kearah Arianna namun yang di tatapan hanya fokus dengan pikirannya sendiri saat ini .
" Arianna . apa yang terjadi ?? " tanya salah satu senior Arianna seraya memasang wajah bingung dan penasaran namun yang di tanya hanya terdiam dan berlalu tanpa menyahuti ucapan tersebut
.
__ADS_1
.
.