When A Man Falls In Love

When A Man Falls In Love
Bagian 45


__ADS_3

Sejak keduanya resmi menyandang status berpacaran kini hubungan keduanya berjalan dengan sangat baik . terlihat jelas keduanya sangat menikmati hubungan mereka dalam beberapa bulan ini , walaupun jika di dalam kantor keduanya seperti tidak memiliki status yang spesial namun lain hal nya jika mereka di luar kantor keduanya seperti pasangan pada umumnya yang saling memberi perhatian satu sama lain .


Sebenarnya Bryan tidak mempermasalahkan jika satu kantor mengetahui hubungan mereka namun tidak dengan Arianna . Arianna lebih memilih untuk merahasiakan hubungan mereka dengan berbagai alasan yang membuat dirinya mengerti , Bryan yang sangat menyayangi wanita tersebut hanya bisa pasrah mengikuti keinginan wanita itu , Bryan hanya ingin Arianna merasa nyaman saat berpacaran dengan nya jadi Bryan pun menuruti usulan yang di berikan oleh Arianna .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Saat ini kedua tengah berada di sebuah taman yang terdapat di salah satu kota , Bryan dan Arianna menghabiskan kencan mereka di tempat tersebut seraya menatap kearah panggung yang terdapat musisi jalan yang tengah menghibur para pengunjung di tempat tersebut .


Arianna menyandarkan kepalanya di bahu Bryan dan sang empunya dengan peka pun langsung merangkul tubuh mungil wanita tersebut seolah mendekatkan tubuh sang kekasih kedalam pelukannya .


" Apa kau sudah merasa lelah ?? " tanya Bryan lembut . karna mengingat waktu pun sudah menunjukan pukul 21:30


Arianna pun menatap kearah Bryan seraya tersenyum lembut dan menggelengkan kepalanya .


" Aku hanya merasa dingin Kak " ucap Arianna pelan dan kembali menatap kearah depannya


Seperti mendapat code dari sang kekasih Bryan pun langsung melonggarkan pelukannya dan melepaskan blazer yang saat itu tengah ia kenakan , setelah terlepas Bryan pun langsung memakaikan nya pada sang kekasih dan kembali merangkul tubuh mungil wanita itu .


Arianna yang mendapat perlakuan tersebut pun langsung menatap kearah Bryan dan tersenyum lembut seolah mengucapkan terima kasih pada pria tersebut .


Waktu pun terus berlalu hingga hampir tengah malam dan kini keduanya sudah berada di depan rumah Arianna . Untung saja besok adalah hari weekend hingga keduanya bisa beristirahat sebelum kembali bekerja di hari Senin maka dari itu tak masalah bagi keduanya untuk pulang lebih larut pikir nya .


Kini Bryan dan Arianna tengah berdiri di depan rumah Arianna . tangan Bryan terus menggenggam kedua tangan wanita itu seolah tak ingin melepaskan genggaman tangannya .


" Apa kita akan terus seperti ini ?? " tanya Arianna sambil tersenyum lucu kearah Bryan yang saat itu memasang wajah lesu

__ADS_1


" Ah . Baiklah , aku akan menemanimu berjalan-jalan sebentar " Sambung Arianna yang di balas dengan ekspresi senang dari wajah Bryan


Keduanya pun kembali berjalan seolah tengah mencari angin di dekat rumah Arianna hingga keduanya terduduk di salah satu kursi yang berada di dekat tempat tersebut . tangan Bryan masih setia menggenggam tangan kanan sang kekasih seperti tak ingin melepaskan genggaman tersebut .


" Terimakasih " ucap Bryan lembut seraya mengelus lembut permukaan tangan Arianna dengan ibu jarinya


Arianna yang mendengarnya hanya tersenyum lembut menatap balik kearah Bryan yang saat itu masih menatap kearah dirinya .


" Ada sesuatu yang ingin aku berikan pada mu " sambung Bryan hingga membuat ekspresi wajah Arianna berubah bingung


" Bukalah " suruh Bryan seraya memberikan satu buah kotak kecil di tangan wanita itu


Arianna pun membuka kotak tersebut dengan perlahan dan langsung terdiam sesaat setelah melihat isi dalam kotak kecil tersebut .


" Ada apa Arianna ?? " tanya Bryan dengan wajah bingung


" Maaf kak , aku tidak bisa menerimanya " ucap Arianna dan sukses membuat Bryan bingung dan sedikit kecewa


Wajah kecewa terlihat jelas di wajah tampan pria tersebut . ia masih tidak mengerti mengapa Arianna menolak cincin pemberiannya . namun sekuat tenaga Bryan mencoba untuk tetap tenang


" Kenapa ?? " tanya Bryan pelan seolah meminta penjelasan namun yang di tanya hanya terdiam seraya menundukkan kepalanya tanpa berniat menatap kearahnya


" Apa kau ingin aku memberikan waktu lagi pada mu ?? " tanya Bryan dan masih di jawab dengan diamnya Arianna


" Arianna bicaralah " suruh Bryan sedikit memohon

__ADS_1


" Aku belum siap untuk itu kak " ucap Arianna akhirnya seraya masih menundukkan kepalanya


Entahlah apa yang saat ini wanita itu tengah pikirkan dan takutkan hingga sampai mengucapkan hal tersebut yang membuat Bryan bertambah bingung dan juga kecewa .


" Baiklah , lupakan apa yang telah ku katakan padamu tadi ~ " ucap Bryan tenang dan sedikit menggantungkan ucapannya seraya menatap kotak yang ada di tangannya saat ini sebelum ia melanjutkan ucapannya


" Aku minta maaf karena selalu memaksakan kehendak ku padamu Arianna . aku tau kau belum sepenuhnya menerima kehadiran ku di hatimu dan aku juga tau kau mungkin memaksakan hatimu untuk menerimaku dan aku yang tidak tau diri ini selalu menginginkan hal lebih pada mu ,~ " Bryan kembali menggantungkan ucapannya sambil menatap sayu kearah Arianna yang masih menundukkan kepalanya saat itu . Bryan menyentuh dagu wanita tersebut agar pandangannya menghadap kearah dirinya , Bryan kembali memasangkan senyum lembut di bibirnya seolah menguatkan hati dan perasaannya saat ini


" Simpanlah cincin ini untuk mu , aku akan menunggu sampai kau benar-benar siap untuk memakainya dan maafkan aku Arianna karna sudah membuat mu merasa tidak nyaman " ucap Bryan tulus sambil memaksakan senyumnya agar terlihat baik-baik saja di depan wanita tersebut


Sejujurnya di dalam hati pria itu merasa seperti teriris bagaimana tidak hal yang ia takutkan selama ini sepertinya menjadi kenyataan . Selama ini Bryan selalu berpikir Arianna menerima cintanya Karna hanya ingin membalas budinya saja namun sekuat tenaga Bryan selalu berpikir positif dan berjanji akan selalu membuat Arianna semakin mencintainya .


Namun malam ini Bryan harus menerima pil pahit dalam dirinya karna penolakan Arianna tadi dan sekuat tenaga Bryan mencoba tenang dan lebih bersabar lagi untuk meluluhkan hati wanita tersebut .


Sedangkan Arianna hanya terdiam seraya menatap kotak yang ada di tangan saat ini . ada sedikit rasa sakit dan juga tidak enak saat mendengar tuturan dari mulut pria tampan itu namun Arianna tetap terdiam tanpa berniat menjawab ucapan Bryan saat ini .


" Ayo , aku akan mengantarkan mu pulang " ucap Bryan seraya berdiri dan mencoba memperlihatkan ekspresi wajahnya seperti biasa hingga membuat Arianna bertambah tidak enak dengan sikap pria itu


Mau tak mau Arianna pun bangkit dari duduknya . keduanya pun berjalan beriringan menuju rumah Arianna yang memang tak terlalu jauh dari tempat mereka duduk tadi . saat ini suasananya tak seperti sebelumnya keduanya hanya terdiam dan lebih memilih sibuk dengan pikiran dan perasaan mereka masing-masing


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2