When A Man Falls In Love

When A Man Falls In Love
Bagian 35


__ADS_3

Saat ini jam menunjukkan pukul delapan . kini Arianna dan Bryan sudah berada di lantai bawah , Arianna berniat untuk mengantarkan kepulangan bosnya tersebut .


" Terimakasih karna sudah mengundang ku untuk makan malam " ucap Bryan sambil tersenyum lembut


" Harusnya aku yang berterima kasih padamu Tuan , karna sudah banyak menolong ku dan keluarga " ucap Arianna


" Tidak masalah Arianna , aku senang bisa menolong mu dan keluarga mu " ucap Bryan di balas senyuman lembut oleh Arianna


" Terimakasih karna sudah mengantar ku , kau masuklah . aku akan pergi sekarang " ucap Bryan dengan nada lembut Seraya tersenyum dan memberanikan diri untuk mengelus kilas rambut Arianna tanpa meminta izin pada sang empunya


Arianna yang mendapatkan perlakuan tersebut pun merasa kaget dan langsung terdiam mematung seraya menatap punggung bosnya dan menyentuh kepalanya . sedangkan Bryan ia terus berjalan menuju pintu mobilnya tanpa rasa bersalah sambil mengukirkan senyum senang di wajah tampan ya .


" Sampai bertemu besok di kantor " ucap Bryan dari dalam mobilnya sebelum pergi meninggalkan rumah tersebut


Arianna yang mendengarnya pun langsung tersadar dan dengan refleks Ariana menurunkan tangannya dari kepala .

__ADS_1


" Ya Tuan , berhati-hatilah saat berkendara " ucap Arianna dengan senyum kikuk di balas senyum lucu oleh pria tersebut


Bryan pun meninggalkan tempat tersebut di sepanjang perjalanan Bryan terus mengukirkan senyum di wajah tampannya . saat ini Bryan benar-benar merasa sangat senang pasalnya ia bisa lebih mengenal Arianna dan keluarganya walaupun pertemuan mereka sangat singkat hari ini namun itu sudah cukup membuat Bryan merasa sangat senang saat ini .


" Aku akan terus mendekati mu Arianna , aku tidak akan menyerah samapi kau benar-benar bisa menerima ku sebagai kekasih mu " ucap Bryan antusias sambil tersenyum dan menatap kearah jalan


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di sisi lain ..


Pandangan Arianna pun beralih kearah boneka yang saat itu masih terbungkus kantong plastik bening namun sudah tergeletak rapi di samping ranjang miliknya . Arianna pun mengambil Boneka tersebut dan memangku nya .


" Hay , Apa yang sedang kau lakukan saat ini ?? " tanya Arianna pada benda mati tersebut


" Maaf karena sudah membuat mu kecewa , mungkin akan lebih baik seperti ini . dan satu hal lagi , aku mohon padamu untuk tidak muncul dalam pikiranku saat ini dan seterusnya " sambung Arianna seperti orang gila

__ADS_1


karena merasa lelah Arianna pun membaringkan dirinya di ranjang bersamaan dengan boneka tersebut namun matanya terus menatap kearah langit-langit seolah tengah mencari sesuatu di atas sana .


" Ya Tuhan . apa yang harus aku lakukan pada Tuan Bryan ?? " tanyanya sambil terus menatap kearah langit


" Haruskah aku menolaknya atau .... " sambung Arianna seraya menghentikan kalimatnya dan mengacak asal rambutnya karna frustasi


Arianna merasa sangat frustasi saat ia mengetahui tentang perasaan bosnya itu . walaupun Bryan tidak meminta dirinya untuk menjawabnya saat ini tapi tetap saja Arianna harus memikirkan jawaban yang tepat untuknya .


Karna merasa lelah dengan pikirannya yang terlalu banyak Arianna pun akhirnya tertidur seraya memeluk boneka yang masih terbungkus kantong plastik tersebut .


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2