
Waktu kini pun terus berlalu tak terasa bulan pun ikut berganti . hubungan Bryan dan Arianna masih berjalan biasa saja namun Bryan tak putus semangat untuk terus mendekati Arianna dengan berbagai alasan seperti mengantarkan wanita itu pulang , atau sekedar menjenguk kedua orang tua Arianna dan lagi dengan banyak alasan yang Bryan ucapan , apapun Bryan lakukan agar bisa dekat dengan wanita tersebut walaupun sempat menimbulkan penolakan dari Arianna namun dengan sedikit jurus memaksa dari Bryan membuat wanita itu hanya bisa pasrah dengan keinginannya . hingga akhirnya kini sikap Arianna terlihat sedikit santai pada Bryan tak seperti sebelumnya walaupun Masih ada rasa kecanggungan dalam diri wanita itu . namun dinding yang di pasang oleh Arianna kini semakin menipis dan hal tersebut membuat Bryan merasa sangat senang Bryan merasa ada secercik harapan untuk bisa bersama dengan wanita tersebut .
Siang ini Bryan tengah mengecek salah satu bangunan proyek yang tengah di tanganin oleh perusahaan nya . Bryan menyusuri bangunan kosong tersebut bersama dengan anak buahnya hingga tiba-tiba pandangannya terhenti pada sosok wanita yang tengah berbicara dengan seseorang wanita tersebut tak lain adalah Arianna .
Seketika bibir Bryan tersenyum saat melihat Arianna yang terlihat sedikit sibuk dengan tablet yang ada di tangannya , sekilas pikiran nya mengingat kejadian tadi saat berada di kantornya saat Bryan dan para karyawan tengah mengadakan meeting , Bryan dengan sengaja mengajak Arianna untuk mengecek proyek tersebut bersama dengan dirinya agar ia bisa terus berdekatan dengan wanita itu pikirnya . sedangkan Arianna yang di ajak oleh sang bos merasa sangat bingung pasal nya ini kali pertama Arianna bekerja di luar kantor bersama dengan bos besarnya . dengan dukungan para rekan kerjanya akhirnya Arianna pun menuruti perintah bos besarnya itu . tanpa pikir panjang Bryan langsung menghampiri wanita tersebut.
" Bagaimana ? " tanya Bryan saat tiba di dekat Arianna
" Aku sudah mencatat bagian-bagian pentingnya Tuan " ucap Arianna sambil menatap kearah Bryan
" Baiklah " sahut Bryan Seraya melihat jam di pergelangan tangannya
" Sepertinya sudah waktunya untuk makan siang , Arianna . mau kah kau menemaniku makan siang " sambung Bryan sambil menatap kearah Arianna
" Maaf tuan .. " ucap Arianna terpotong
" Tidak ada penolakan Arianna , ku mohon " ucap Bryan seperti biasa memotong ucapan Arianna
Arianna pun hanya bisa pasrah lagi dan lagi dengan ajakan bos besarnya itu . sejujurnya saat ini Arianna benar-benar merasa canggung dengan situasi tersebut Bagaimana tidak Arianna tau betul dengan sikap Bryan selama ini terhadap dirinya , Arianna tau jika saat ini pria itu tengah mengambil hatinya agar bisa menerima dirinya sebagai kekasih untuknya maka dari itu Bryan selalu mencari alasan untuk selalu berdekatan dengannya .
namun lain hal nya dengan Bryan . pria itu pun langsung memasang wajah ceria dengan senyum senang yang terukir jelas di bibirnya saat ini hingga membuat Arianna semakin merasa tidak nyaman .
...****************...
__ADS_1
Saat ini suasana di restoran sangat hening hanya terdengar dentingan sendok yang saling beradu dengan garpu dan piring . ke canggung terlihat jelas di wajah Arianna sejak tadi ia hanya fokus pada makanan nya tanpa menatap sang bos dan tanpa memulai pembicaraan apapun .
Bryan yang saat itu duduk tepat di depan Arianna dengan sesekali menatap kearah wanita tersebut . Bryan sangat sadar dengan kecanggungan Arianna saat ini karna ia sudah biasa melihat situasi seperti ini saat tengah bersama dengan wanita tersebut.
" Apa kau ingin mencicipi makanan lain nya ?? " tanya Bryan memulai pembicaraan agar rasa canggung di antara kedua nya mencair
" Tidak Tuan terimakasih , makanan ini sudah cukup untuk ku " tolak Arianna sopan dan kembali menatap kearah piring nya
" Arianna " panggil Bryan hingga membuat sang empunya nama menatap kearahnya
" Terimakasih " sambungnya sambil tersenyum lembut kearah wanita itu
" Dghhh... "
" Terimakasih Untuk apa tuan ?? " tanya Arianna seraya menetralkan ekspresi nya
" Terimakasih karna selalu pasrah menerima ajakan ku , dan juga aku ingin minta maaf karna selalu memaksa mu hingga membuat mu merasa tidak nyaman " ucap Bryan lembut
Arianna yang mendengarnya pun merasa tidak enak pada pria tersebut , rasa bersalah pun kini menyelimuti hati nya saat ini .
" A.. aku hanya merasa tidak nyaman saja dengan pandangan orang-orang sekitar Tuan " ucap Arianna setengah jujur dengan memasang wajah bersalah seraya. menundukkan wajahnya .
memang kenyataannya di sisi lain Arianna merasa tidak nyaman dengan kebaikan Bryan terhadap nya karna hal itu membuat pandangan orang di sekitar tertuju kearah dirinya . di tambah lagi dengan perasaan pria itu Arianna yang tidak memiliki perasaan apapun pada Bryan pun semakin merasa tidak nyaman namun di sisi lain Arianna tidak bisa berbuat apapun saat melihat kebaikan pria tersebut .
__ADS_1
" Maafkan aku Arianna " sahut Bryan lirih hingga membuat Arianna menatap kearahnya
" Kau tidak perlu minta maaf Tuan " Sahut Arianna cepat
" aku harus melakukan nya Arianna , aku benar-benar bersalah pada mu " ucap Bryan semakin membuat Arianna merasa tidak enak pada sang bos
" Aku benar-benar minta maaf karena rasa suku ku pada mu membuat dirimu merasa sangat tidak nyaman . aku benar-benar tulus menyukainya Arianna , bahkan jika kau bukan karyawan ku aku tetap menyukai mu dan mengejar mu , aku sengaja menyuruhmu bekerja pada ku agar aku bisa semakin dekat dengan mu , tapi kenyataannya apa yang kulakukan semua salah aku semakin membuat mu merasa tidak nyaman padaku " sambung Bryan panjang lebar mengeluarkan unek-unek di dalam dirinya
Arianna yang mendengar nya pun terdiam sejenak seraya mencerna semua yang di ucapkan pria tersebut , ada rasa tidak enak dalam dirinya saat ia mendengar keluhan Pria tersebut . mata nya terus menatap kearah Bryan yang saat itu tengah menatap lirih kearahnya , Arianna terus menatap kearah mata Bryan terlihat jelas tatapan sedih di mata pria tersebut hingga membuat hati Arianna sedikit teriris saat mata mereka beradu satu sama lain .
Tatapan lirih dan sendu yang Bryan tampilkan membuat Arianna semakin merasa bersalah pada pria tersebut .
" Maafkan aku Tuan , aku harap kau masih mau memberikan aku waktu untuk memikirkan nya " ucap Arianna lirih seraya mengalihkan pandangannya ke meja
" Aku selalu siap memberikan mu waktu Arianna , aku juga selalu siap menunggu sampai kau benar-benar mengatakan ya pada ku " sahut Bryan lembut
" Sudahlah , aku tidak ingin membuat mu semakin tidak nyaman pada ku . kau bisa mengatakan nya kapan saja jika kau siap aku akan selalu menunggu nya Arianna " sambung Bryan mencairkan suasana
.
.
.
__ADS_1
.