
Kini Bryan dan Jenny sudah berada di salah satu Bar ternama . Bar tersebut sering di datangi oleh Bryan dan Lucas jika keduanya merasa sangat suntuk dengan rutinitasnya , Bryan sengaja mengajak Jenny ke tempat itu untuk menemani dirinya yang saat ini tengah merasa sangat jenuh .
Sedangkan Jenny yang berada di dekat Bryan merasa sangat senang pasalnya jarang sekali Bryan mengajak Jenny pergi seperti ini pikirnya . kini keduanya sangat menikmati alunan musik yang sangat keras itu dan sesekali meminum minuman yang sudah mereka pesan .
Waktu pun terus berlalu karna terlalu banyak minum kini Jenny sudah terlihat sangat mabuk dan ia juga terus melontarkan ucapan yang menurut Bryan tidak jelas , Jenny bersandar di bahu Bryan seraya berbicara tidak jelas tentang uneg-uneg dan perasaan nya , Bryan yang mendengarnya hanya terdiam seraya mendengarkan ucapan demi ucap dari mulut wanita tersebut dan tiba-tiba bibirnya tersenyum simpul saat mendengar ucapan Jenny saat ini .
" Aku mengerti apa yang kau rasakan Jenny , karna saat ini aku pun mengalami nya " ucap Bryan sambil tersenyum simpul dan meneguk minumannya
Melihat Jenny yang sudah sangat mabuk Bryan pun mengeluarkan ponselnya dan menelpon seseorang di sana . dan tak berapa lama Lucas pun datang menghampiri meja mereka .
" Ya Tuhan , kalian ini !! " ucap Lucas saat tiba di depan meja mereka
" Berhentilah mengomel Tuan , antarkan lah Jenny pulang dia sudah sangat mabuk " suruh Bryan
" Lalu bagaimana dengan mu ?? " tanya Lucas
" tidak perlu memikirkan ku , aku akan pulang setelah bosan " ucap Bryan yang masih sadar
" baiklah " ucap Lucas seraya memapah tubuh Jenny.
" Aku akan datang menemani mu setelah mengantarkan nya pulang " sambung Lucas
" Kau tidak perlu datang , aku akan segera pulang setelah ini " tolak Bryan dan di patuhi oleh Lucas
Lucas pun memapah tubuh lemas Jenny menuju mobilnya dan menduduki jenny di kursi depan seraya memasangkan sabuk pengaman pada tubuh wanita itu . dan seketika mata Lucas menatap kearah wajah Jenny yang terlihat sangat cantik di matanya . Lucas pun menyingkirkan sedikit rambut yang menutupi wajah cantik tersebut dan ia tersenyum senang saat melihat wajah Jenny yang kini berada tepat di depannya dan terlihat jelas di depan matanya saat ini .
__ADS_1
" Aku ingin kau dan Bryan hidup bahagia , itu sudah cukup untuk ku " ucap Lucas seraya merubah ekspresi wajahnya menjadi lirih
sejujurnya Lucas sangat menyukai Jenny sejak masa sekolah dulu namun saat ia mengetahui bahwa Jenny menyukai Bryan sahabatnya , Lucas langsung memendam perasaannya sampai saat ini dan sebisa mungkin bersikap biasa saja seolah ia tidak menyukai wanita tersebut .
Setelah puas memandangi wajah Jenny Lucas pun langsung menempati kursi kemudi ya dan menjalankan mobilnya menuju rumah Jenny . sesekali Lucas menatap kearah wanita cantik tersebut yang saat ini tengah tertidur lelap efek mabuk .
Setelah menempuh perjalanan panjang akhirnya Lucas mengetikan mobilnya di salah satu rumah besar yang terlihat sepi dan tak berpenghuni karena Jenny menang tinggal sendiri di sana , kedua orang tuanya kini menetap di luar negeri untuk mengurus perusahaannya di sana dan Jenny lebih memilih untuk menetap di tempat kelahiran nya tersebut karna memang ada niat lain dalam pikirannya .
Lucas membopong tubuh Jenny ala bridal menuju rumah tersebut . ia membaringkan tubuh Jenny di sofa karna Lucas memang tidak tau dimana kamar wanita itu pikirnya .
" Hay , dimana kamar mu ?? " tanya Lucas seraya duduk di sisi sofa dan menepuk pelan pipi Jenny
Jenny yang tak sadarkan diri tidak menjawab pertanyaan Lucas ia hanya menggelinjang kan tubuhnya di sofa tersebut . Lucas yang melihatnya pun kembali memukul pelan pipi wanita cantik tersebut
" Baiklah , aku akan meninggalkan mu di sini , tidurlah dengan nyenyak " sambungan Lucas seraya bangkit dari duduknya dan berniat meninggalkan Jenny
Lucas berjalan menuju pintu keluar namun tiba-tiba langkah kakinya terhenti saat mendengar suara seseorang tengah memuntahkan isi dalam perutnya . dengan segera Lucas menghampiri Jenny yang saat ini sudah berada di depan wastafel tengah memuntahkan isi dalam perutnya .
" Apa kau baik-baik saja ?? " tanya Lucas memasang wajah khawatir
Jenny menatap kearah asal suara tersebut dan melihat Lucas yang saat ini berada tepat di belakangnya .
" Kau " ucap Jenny seraya menyipitkan matanya
" Bagaimana keadaan mu ?? " tanya Lucas
__ADS_1
" Pusing " Sahut Jenny seraya memegangi kepalanya
" Di mana kamar mu ?? " tanya Lucas seraya menggendong Jenny ala bridal
Jenny yang yang mendapat perlakuan tersebut merasa sangat terkejut dan langsung terdiam menatap kearah Lucas .
" Di mana ?? " tanya Lucas lagi hingga membuat Jenny tersadar dan menunjuk kearah lantai atas
Lucas pun langsung membawa Jenny menuju kamarnya , ia berjalan santai menaiki anak tangga satu persatu menuju lantai atas . Jenny yang berada di pelukan Lucas hanya terdiam seraya menatap wajah Lucas yang memang tampan namun ketampanan nya masih di bawah Bryan sedikit menurutnya .
Jenny menatap mata Lucas yang di tumbuhi bulu mata lentik di sana , bohong jika saat ini jenny tidak merasakan sesuatu di dalam dirinya . semua wanita pasti merasakan hal aneh saat berada di pelukan pria manapun walaupun ia tidak menyukai pria tersebut namun rasa aneh dalam dirinya pasti ada seperti merasa gugup atau malu itu bisa saja terjadi kan . Dan saat ini Jenny tengah merasa sangat gugup dengan perlakuan Lucas padanya , di tambah lagi dengan jantungnya yang saat ini berdetak sangat cepat di dalam sana hingga membuat otak Jenny berpikir dengan keras " Ada apa dengan dirinya saat ini " pikirnya hingga mengakibatkan kepalanya semakin terasa sakit .
Setelah sampai di kamar Jenny Lucas membaringkan pelan tubuh Jenny di ranjang king size miliknya dan dengan lembut Lucas melepaskan sepatu heels yang saat itu masih menempel di kaki Jenny , Jenny yang sejak tadi mendapatkan perlakuan lembut dari Lucas hanya terdiam seraya memegangi kepalanya yang sedikit pusing dan sesekali menatap kearah pria tersebut yang saat itu masih terlihat sibuk .
" Apa kau menginginkan sesuatu ?? " tanya Lucas lembut seraya menutup tubuh Jenny dengan selimut
" Bisakah kau mengambilkan ku air , tenggorokan ku sangat kering " ucap Jenny dengan suara serak karna saat sadar tadi Jenny langsung memuntahkan isi perutnya dan Lucas pun langsung membawanya ke kamarnya
" Baik , tunggulah " ucap Lucas seraya berlalu meninggalkan Jenny
.
.
.
__ADS_1