
Mobil Ambulance pun terhenti setelah menempuh waktu beberapa menit dan dengan cepat para pegawai rumah sakit membawa Alex Swift masuk kedalam ruang UGD agar segera di tangani oleh sang dokter .
Arianna dan sang ibu hanya bisa menunggu di depan pintu ruang UGD . wajah cemas terlihat dari keduanya saat ini . Arianna yang tengah berdiri di depan ruang tersebut pun langsung memeluk tubuh ibunya seolah menguatkan sang ibu bahwa semua akan baik-baik saja . Rasa lapar yang ia rasakan sejak tadi seolah menghilang dari dalam dirinya , saat ini Arianna tidak berselera untuk memuaskan apa pun kedalam mulutnya yang ia rasakan hanya kekhawatiran tentang keadaan sang ayah saat ini .
Waktu terus berlalu cukup lama Alex Swift berada di dalam ruang UGD , sedangkan sang istri dan anaknya masih setia menunggunya diluar dan berharap akan ada kabar baik yang akan mereka dengar dari sang dokter .
Ruang UGD pun terbuka terlihat sang Dokter yang masih mengenakan pakaian khususnya pun keluar dari ruangan tersebut .
" bagaimana keadaan suami saya dok ? " tanya ibu Arianna dengan wajah panik
sang dokter melepaskan masker yang masih menempel di wajahnya dari raut wajah sang dokter saat ini , Arianna sudah bisa melihat bahwa tidak ada kata-kata baik yang akan ia dan ibunya dengar dari sang dokter .
Arianna hanya berdiri terdiam tepat di belakang Ibunya yang saat itu masih menunggu jawaban dari sang dokter .
" Keadaan Tuan Alex saat ini sangat kritis Nyonya , penyakit yang di deritanya kini sudah menjalar ke organ tubuh lainnya dan kami ingin meminta persetujuan dari pihak keluarga untuk melakukan operasi besar saat ini juga , Bagaimana menurut anda Nyonya ? " ucap sang dokter menjelaskan panjang lebar
ibu Arianna tiba-tiba syok dan melemah ia hampir saja menjatuhkan tubuhnya kelantai untung Arianna dengan sigap menangkap tubuh sang ibu . Kaki Hellen tiba-tiba terasa sangat lemah dan dadanya terasa sakit sama halnya dengan yang Arianna rasakan saat ini namun dengan sekuat tenaga Arianna tidak memperlihatkan kerapuhan itu di depan sang ibu .
" Lakukan saja Dok , jika itu baik menurut anda " Sahut Arianna menatap mata sang dokter dengan tatapan lirih
Hellen menatap kearah sang anak dengan tatapan lirihnya dan juga sedih . ia merasa kaget dengan persetujuan Arianna saat itu karna Hellen tau bawah biaya untuk melakukan operasi besar itu sangat mahal . Arianna menatap sang ibu dan tersenyum simpul seolah memberikan isyarat agar sang ibu tidak perlu merasa khawatir.
" Baiklah saya akan melakukan yang terbaik " ucap sang dokter lalu meninggalkan tempat tersebut
" Nak , Bagaimana kita harus membayar semua biayanya ? " tanya sang ibu lirih Bean khawatir
" Ibu tenang saja , Anna akan mencari jalan keluarnya nanti , Bagaimana pun caranya Anna akan mengusahanya agar ayah bisa segera ditangani " ucap Arianna meyakinkan sang ibu
Sejujurnya Arianna sendiri pun bingung harus mencari uang sebanyak itu kemana namun ia tidak ingin membiarkan ibu nya berpikir banya dan khawatir akan hal tersebut . biarlah dirinya saja yang merasa tertekan dengan keadaan tersebut pikirnya .
Arianna membawa sang ibu menuju kursi tunggu yang ada di depan ruangan UGD tersebut . ia mengusap lembut pundak sang ibu agar merasa sedikit tenang .
" Ya Tuhan , aku mohon bantulah aku dan sembuhkan lah ayah ku " ucap Arianna lirih dalam hati
...****************...
__ADS_1
Di sisi lain di tempat yang berbeda . seorang pria tampan tengah menurunkan kaki nya dari mobil hitam yang terlihat sangat mahal . ia melihat kearah sekeliling tempat tersebut seraya memegang secercik kertas yang ada di tangannya dan dengan tampan ia melepaskan kacamata hitamnya yang saat itu ia kenakan .
" Apa benar ini alamatnya ?? " Tanya Bryan pria tampan yang keluar dari mobil tersebut seraya melihat toko kecil yang saat itu tengah tutup
Bryan berjalan menyusuri toko kecil tersebut dan mengintipnya dari celah-celah jendela kaca . ia merasa sangat penasaran karna tempat tersebut sangat sepi seperti toko kosong , saat Bryan melihat isi dalam toko tersebut melalui celah jendela kaca Bryan di kejutkan dengan buku-buku yang berserakan di lantai di dalam toko tersebut .
" Apa aku tidak salah alamat ?? " tanya Bryan bingung seraya menjauhkan dirinya dari tempat itu
Karena penasaran Bryan melihat lagi kertas yang ada di tangannya dan menyamakannya dengan papan alamat yang ada di depan toko tersebut dan Tiba-tiba mata nya tertuju kearah papan tulis yang memiliki tulisan saat ini . ia tersenyum saat membaca tulisan tersebut .
" Maaf , ada yang bisa saya bantu Tuan ? ". tanya seseorang di belakang Bryan
" Ah , tidak ada " sahut Bryan seraya membalikkan badannya dan menatap kearah asal suara tersebut
" Anda , apa yang anda lakukan di sini Tuan ? " tanya seseorang tersebut yang tak lain adalah Arianna
Arianna memang sengaja kembali ke rumahnya untuk mengambil beberapa barang milik ibu dan ayahnya saat itu .
" Ah , Tidak ada , aku hanya tak sengaja lewat dan melihat toko buku ini dan kebetulan juga aku sedang mencari salah satu buku lama untuk ku baca " ucap Bryan bohong dan sedikit gugup seraya menyembunyikan kertas yang ada di tangannya
" Maaf , karena toko kami saat ini sedang tutup " Ucap Arianna
" Apa terjadi sesuatu ? " tanya Bryan pemasaran karna melihat keadaan Arianna dan tokonya saat ini
Mata Arianna terlihat sangat sembab seperti habis menangis , Bryan yang melihatnya merasa sangat penasaran dengan keadaan gadis kecil itu . mungkin lebih tepatnya khawatir , Bryan sendiri juga merasa bingung dengan dirinya saat ini . pasalnya selama ini Bryan tidak pernah seperti ini pada wanita manapun pikirnya , sejak bertemu Arianna beberapa waktu lalu di rumah sakit pikirannya selalu teringat akan gadis kecil tersebut .
" Tidak ada Tuan , kami hanya sedang ada urusan pribadi saja " ucap Arianna menjelaskan dengan sopan
" Ah ya . baiklah kalau begitu aku akan kembali lagi di lain waktu " ucap Bryan sambil tersenyum canggung
Arianna hanya menatap heran kearah Bryan yang hendak meninggalkan rumahnya saat itu .
" Tuan " panggil Arianna tiba-tiba hingga membuat Bryan menghentikan langkahnya dan menatap kearah gadis kecil itu
" Ada apa ? " tanya Bryan polos
__ADS_1
" Anda bisa melihat-lihat beberapa buku yang anda butuhkan di sini " ucap Arianna
" Benarkah , Terimakasih " ucap Bryan antusias seraya menghampiri Arianna
Arianna pun membuka tokonya tersebut dan sedikit merapikan beberapa buku yang berserakan di lantai karna tadi saat pergi ia hanya melempar asal buku-buku itu ke lantai . Bryan yang melihatnya langsung membantu gadis itu tanpa di pinta oleh sang empunya .
" Tidak perlu di bantu Tuan , anda bisa langsung mencari beberapa buku yang sedang anda butuhkan di sini " ucap Arianna saat melihat Bryan yang sedang membantunya
" Tidak apa-apa , aku bisa membantumu sebentar " sahut Bryan tanpa menghentikan aksinya
" Terimakasih " ucap Arianna
" Sebenarnya apa yang terjadi di sini ? , apa orang-orang itu mengejar mu lagi ? " tanya Bryan semakin penasaran namun Arianna hanya terdiam sesaat
" Tidak Tuan , Orang-orang itu tidak mengejar ku lagi . dan tidak terjadi apa pun di toko kami " ucap Arianna menjelaskan namun ada sedikit keganjalan di mata Bryan saat menatap mata gadis itu
" Syukurlah jika seperti itu , dan maaf aku terlalu ikut campur " ucap Bryan seraya berdiri
" Tidak masalah , Terimakasih sudah membantu , anda bisa langsung melihat-lihat buku-buku di sini " ucap Arianna yang ikut berdiri
Bryan pun melihat-lihat setiap buku yang ada di sana seolah memang benar ia tengah mencari sesuatu di tempat itu . ia juga membuka setiap lembar buku-buku itu namun pikiran nya kini tengah melayang ke pemilik toko tersebut .
Bryan melihat ke sekeliling toko kecil itu dan tidak terlihat Arianna di sana . dengan rasa penasarannya yang memuncak Bryan menyusuri tempat tersebut hingga ia menemukan tangga kecil di samping toko itu . Dengan pelan dan hati-hati Bryan menaiki tangga kecil itu dan saat berada di tengah-tengah tangga Bryan seperti mendengar suara seseorang tengah berbicara . Karna semakin penasaran Bryan melangkah kakinya sampai keatas dan mendengarkan suara tersebut dari balik pintu kecil .
Setelah merasa puas dengan aksi menguping nya Bryan pun kembali kebawah seraya melihat buku-buku itu dan bersikap santai seolah tidak terjadi apapun . Dan kini pikiran Bryan terus terganggu tentang gadis kecil itu , saat ia menguping tadi ia merasa semakin penasaran dengan Gadis kecil itu karna Bryan mendengar Arianna berbicara seolah tengah memohon sesuatu saat itu .
" Apa yang sudah dia alami ?? " tanya Bryan bingung dan penasaran dalam hati pada dirinya sendiri
.
.
.
.
__ADS_1