
Makan malam pun tiba kini Bryan tengah berjalan menuju kamar Arianna untuk memastikan keadaannya wanita tersebut sebelum ia menuju restoran yang sudah ia pesan sebelumnya .
Tok..tok..tok
tak berapa lama pintu pun terbuka terlihat sosok wanita yang saat itu masih mengenakan handuk di kepalanya seperti baru saja menyelesaikan mandinya .
" Bagaimana keadaan mu , Arianna ?? " tanya Bryan langsung saat melihat wanita tersebut
" Aku sudah merasa lebih baik Tuan " ucap Arianna
" Benarkah " ucap Bryan seraya memegang kening Arianna yang sudah lebih membaik dari sebelumnya
" He'em " sahut Arianna meyakinkan dengan wajah canggung seraya menjauhkan wajahnya
" Lalu , apa kau ingin makan malam dengan ku atau kau akan tetap berada dikamar mu ? " tanya Bryan
" Maaf Tuan , Sepertinya aku akan makan malam di kamar ku saja " ucap Arianna pelan
__ADS_1
Sejujurnya saat ini Arianna tengah berbohong pada Bryan . pasalnya ia akan makan malam dengan David karna sebelumnya Arianna sudah membuat janji pada pria tersebut dan merasa tidak enak jika harus membatalkannya di tambah lagi Arianna sangat senang berada dekat dengan pria tersebut pikirnya .
" Baiklah , kau bisa menghubungi ku jika membutuhkan sesuatu " ucap Bryan
" Terimakasih " Sahut Arianna dibalas senyuman lembut oleh Bryan
Setelah melihat keadaan Arianna Bryan pun pergi meninggalkan kamar tersebut dan berjalan menuju restoran itu . Setibanya di restoran Bryan langsung menghampiri salah satu meja yang sudah ia pesan sebelumnya , meja tersebut berada tepat di dekat jendela dimana para pengunjung bisa melihat keindahan alam dari arah jendela tersebut . Bryan dengan sengaja memesan meja itu karna ia berpikir Arianna akan ikut bersama dengannya namun kenyataannya tidak . tapi Bryan memahami kondisi Arianna saat ini pikirnya .
Saat ini Bryan tengah fokus menatap kearah luar jendela sebelum ia menduduki kursinya namun tiba-tiba ada sosok tangan yang memegang pundaknya saat ini hingga membuat sang empunya menatap kearah asal tersebut .
" Apa yang kau lakukan di sini ?? " tanya Bryan dengan wajah kagetnya saat melihat sosok tersebut
" Berhentilah bercanda Jenny " sentak Bryan dengan wajah kesal seraya melepaskan Jenny dalam pelukannya
Ya sosok tersebut adalah Jenny wanita yang sangat tergila-gila pada Sosok Bryan walaupun Jenny tau Bryan tidak menyukai dirinya namun Jenny tetep tak mau menyerah begitu saja , Jenny langsung berubah pikiran untuk menghadiri undangan dari rekan bisnisnya setelah tahu informasi tentang Bryan dari salah satu anak buahnya bahwa Bryan akan pergi ke tempat itu juga .
" Ya memang aku bercanda , aku berada disini bukan karena mengikuti mu " ucap Jenny berbohong setelah pelukannya terlepas
__ADS_1
" Apa yang kau lakukan di sini ?? " tanya Bryan lagi
" Aku menghadiri undangan dari rekan bisnis ku , beliau menyelenggarakan fashion show di kota ini " ucap Jenny menjelaskan agar Bryan tidak merasa curiga
" Aku senang bisa bertemu dengan mu di sini Bryan " sambung Jenny kembali memeluk tubuh Bryan tanpa izin
" Jenny lepaskan " ucap Bryan seraya memegang pundak Jenny namun Jenny tak mau melepaskan pelukannya tersebut
Saat keduanya tengah sibuk dengan adegan tersebut tiba-tiba ada seseorang yang menghampiri meja mereka .
" Apa dia yang akan kau kenalkan pada ku , Tuan Bryan " ucap orang itu hingga membuat keduanya berhati dan menatap kearah asal suara tersebut
Jenny menatap diam kearah sosok yang ada di depannya saat ini . sedangkan Bryan ia merasa sedikit kikuk dan canggung dengan situasi tersebut .
.
.
__ADS_1
.