
"Aku dijadikan tunangan!" Teriak salah satu perempuan bernama Evita Raheem dari keluarga baron yang ternama, ia dijadikan seorang tunangan dari bangsawan ternama duke.
"Selamat Evita, kau menjadi tunangan seorang duke!" Teriak sang ibu ia memeluk anaknya itu dengan erat, sekarang jarinya sudah dipasang cincin pertunangan Evita dengan tuan duke Jason, ia adalah tunangan nya Evita.
Mereka dipaksa bertunangan? entahlah tetpai mereka mempunyai hubungan yang erat, sebelum bertunangan pun mereka memiliki rasa cinta satu sama lain, tak hanya itu Evita semakin menyukai Jason dari siapapun.
Tetapi hari semakin cepat, Evita memutuskan untuk tidur dikamarnya, tetapi tiba-tiba ia melihat dan tekejut bahwa Jason berada dikamarnya, ia menyelinap memasuki kamar lewat jendela.
"Tuan Jason! seharusnya anda tidak ada didalam kamar saya kan?" Ucap kejut Evita, sebenarnya didalam lubuk hatinya sangat senang melihat Jason datang untuk menemuinya, tetap ia takut seseorang akan melihat Jason disaat itu juga.
"Tidak apa-apa, lagi pula aku kan ingin bertemu dengan tunanganku sendiri masa tidak boleh?" Ucapnya Jason semakin mempercepat langkahnya menuju kea rahasia Evita yang tengah berdiri di dekat kasur miliknya itu.
"Mengapa kau mendekati ku?" Tanya Evita ia sangat panik melihat perbuatan Jason, Jason tersenyum lalu ia mendorong Evita jatuh kekasur miliknya, Evita lantas tekejut.
Evita membuka matanya, ia melihat bahwa Jason sudah berada di depan matanya, oh tidak-tidak-tidak lebih tepatnya ia sedang beradu tatap wajah, nafas mereka semakin bertabrakan saat itu.
"Kenapa kau!? apa yang ingin kau lakukan sekarang!?" Evita semakin panik, tetapi ia juga sedikit takut setelah melihat tindakan Jason, Jason tak menjawab ia semakin mendekati Evita.
Evita hanya terdiam saja, sembari menutup matanya, karena ia tak bisa keluar lagi dari jebakan Jason, ia tahu sebenarnya Jason ingin melakukan apa kepadanya.
__ADS_1
Cup...
Seketika suara itu terdengar suara kecupan dari Jason ke arah Evita, Evita yang mendengarnya mengintip dan tekejut, ia rupanya dicium oleh Jason dengan sangat hangat.
Jantung Evita seketika berdegup dengan kencang, melihat tindakan Jason yang secara tiba-tiba melakukannya. Setelah itu Jason memeluk Evita mereka melakukan hal yang tak boleh mereka lakukan.
Dalam hukum di kekaisaran bahwa, seseorang yang sedang dianggap tunangan tidaklah boleh melakukan hal seperti itu, tetapi Jason sangat ingin melakukannya, Evita juga tak bisa menolak saat itu.
"Mengapa kau melakukan hal ini!?" Tanya Evita, ia menatap tunangannya itu, seketika Jason tersenyum, lalu mendekati diri Evita lebih dekat dari sebelumnya.
Grep...
"Aku ingin melakukan hal ini bersama mu, kau tahukan, aku sudah menunggu hal ini juga, aku tidak sabar menunggu nya lebih lama lagi." Ucapnya, Evita terkejut bukan main, mereka pun melakukannya sampai subuh sebelum pelayan terbangun.
Tok-tok-tok...
"Nona, apakah anda sudah bangun!?" Ucap salah satu pelayan yang tengah mengecek keadaan Evita, seketika pelayan itu tekejut melihat nonanya itu sudah mandi lebih awal dari biasanya.
"No-nona Evita! mengapa anda bisa lebih cepat bangun dadi biasanya!" Teriak pelayan itu, ia itu adalah pelayan pribadi milik Evita bernama Dinda, ia biasanya sering membangun Evita karena Evita sangat tak mampu untuk bangun pagi.
__ADS_1
"Ah... itu karena aku ingin mengubah pola tidur ku, aku ingin bisa bangun lebih pagi agar tuan duke Jason juga tak harus membangunkan ku jika aku resmi menjadi istrinya." Ucap Evita ia merasa malu sendiri mengatakan hal tersebut, Dinda menganggukan kepalanya.
Ia justru sangat terharu jika Evita bisa mengubah pola tidurnya agar bisa lebih baik lagi demi tunangannya itu "Nona saya sangat terharu." Ucap mua ia memeluk Evita, Evita hanya bisa berdiri seperti patung.
Otaknya tiba-tiba mengingat kejadian semalam yang ia lakukan bersama Jason, ia berharap semoga tak ada yang mengetahui kejadian tersebut, jika tidak orang tua Evita pasti akan marah besar.
Astaga mengapa aku mengingat kejadian itu terus sih!
Hos-hos-hos...
Nafasnya yang sangat melekat sehingga Evita bisa merasakan nya, dan dengan tubuhnya yang lumayan membuat Evita terus saja membayangkannya, ia sebenarnya masih tak puas dengan kemarin karena Jason sendiri masih belum leluasa melakukan hal itu, terkait karena Evita sudah kelelahan Jason harus mengalah saat itu.
"Nona Evita anda kenapa? apakah anda baik-baik saja, mengapa wajah anda sepertinya sedang memerah dan apakah anda sedang memikirkan orang lain?" Tanya Dinda kepada Evita, Evita menganggukkan kepalanya, ia tersenyum sendiri lalu ia melirik ke arah kasur yang ia tiduri itu bersama Jason.
Flashback On
"Sebenarnya aku sangat takut, jika kau memutuskan hubungan ini." Ucap lirih Evita waktu itu yang sedang puas-puasnya, Jason menoleh ke arah Evita "Maksudmu?" Tanyanya lagi.
"Aku takut jika kau meninggalkan ku." Ucap Evita ia tak ingin kehilangan Jason, Jason tersenyum lalu mengecup nya dengan pelan "Aku tidak akan meninggalkanmu." Ucap janjinya kepada Evita, mereka pun berpelukan panas lagi saat itu.
__ADS_1
Flashback Off
"Argh! sungguh sangat memalukan!" Teriak Evita yang sadar apa yang ia ucapkan kemarin malam.