
"Sudahlah Evita, kau seharusnya menerima saja surat pembatalan pertunangan itu, kau hanya menandatanganinya saja, lalu sisanya biarkan aku yang mengurusnya." Ucap Jason kepada Evita, Evita menatap kearah mereka ia mengerutkan keningnya.
"Apakah kau tidak berfikir jika kau tiba-tiba saja membatalkan pertunanganmu, itu akan membuat nama keluarga kau dan aku menjadi tercoreng!?" Ucap tegas Evita, sebenarnya Evita masih tak Terima dengan keputusan Jason.
Seketika Jason dan Helen terdiam, mereka saling menatap satu sama lain, disinilah rencana Evita dimulai. Mereka masuk kedalam perangkat pertama Evita menuju kesuksesan nya itu.
"Jadi harus bagaimana lagi, aku hanya ingin kita tak mempunyai hubungan apa-apa lagi." Ucap Masuk, Evita tersenyum licik ia mengambil selembar kertas dari meja kerjanya itu.
"Aku akan membuat surat kontrak, aku dan kau tetap menjadi tunangan didepan semua orang, tetapi tenang saja aku juga akan membuat pengecualian jika didepan orang tua dan juga para bangsawan lainnya kita harus berpura-pura mesra." Ucap Evita yang menjelaskannya dengan panjang lebar, ia menuliskan beberapa peraturan disurat itu.
"Untuk apa kau membuat surat kontrak itu!?" Tanya Helen yang tak mengerti apa yang akan dilakukan Evita, Evita terus saja menulis, sedangkan keduanya melihat nya dari belakang.
"Selesai, ingin adalah beberapa peraturan yang akan kita sepakati, dan seperti biasanya juga ini akan saling menguntungkan, kau masih bisa menjalani hidup mu dengan nona Helen." Ucap Evita ia memberikan kertas itu kepada Jasin dan Helen, keduanya melihat isi surat itu.
__ADS_1
"Baiklah aku setuju, aku akan menandatangani dan mengecap menggunakan stempel keluarga duke." Ucap Jason ia seperti nya sedikit lebih tenang dari tadi, Evita tersenyum tipis.
Evita seperti ingin memohon kepada Jason akan keputusannya itu tetapi jika ia bersikap seperti itu, maka dia tak akan beda jauh dari lady lainya yang berlutut memohon bekas kasih. Sungguh Evita tak ingin sama seperti lady lainnya itu, ia sudah membuat rencana ketika pipinya telah ditampar oleh Helen.
"Aku sangat terkejut nona Evita, aku kira kau akan berlutut kepada Jason agar tidak memutuskan pertunangan ini." Ucap sindir Helen kepada Evita, Evita ttersenyum paksa.
Untuk apa aku melakukan hal konyol seperti itu! dia itu memang tak pantas untukku, dan berani-beraninya dia seperti menantang ku, ku kira dia sadar diri karena telah merebut tunangan orang lain, ternyata tidak ya!?
Evita sangat jijik melihatnya wajah Helen, yang seolah-olah dirinya bisa mendapatkan dua laki-laki dalam hidupnya, kau tahu seperti seseorang yang sering ada didalam novel-novel. Diperebutkan oleh dua orang laki-laki, astaga sungguh bukanya Helen melirik putra mahkota dan juga Jason.
"Baiklah sepertinya aku harus pergi dari tempat yang menyesakan ini, dan seperti mencium bau pe selingkuh." Ucap Evita ia keluar dari ruang kerjanya dengan elegan, ia tak seperti lady lainnya.
Pergi dengan perasaan sedih dan memiliki rasa penyesalan, astaga itu terlalu sadis bagi Evita, disepanjang perjalanan menuju kediamannya, Evita sangat marah bukan karena ia marah karena Jason memutuskan pertunangannya dan mengganti pertunangan itu menjadi seperti tunangan palsu didepan semua orang, tetapi melainkan Evita seperti dikhianati.
__ADS_1
Rasa sakit bertubi-tubi, ia menangis disana seperti orang gila, sedangkan Dinda yang melihatnya turut kasihan kepadanya "Seharusnya nona Evita menampar pipinya balik! mengapa tuan Jason bisa mengkhianati anda seperti itu!" Ucap kesalahan Dinda, Evita yang sedari tadi menangis tersedu-sedu menatap kearah Dinda.
"Dinda tolong jangan beritahu ibu dan ayah, beserta para pelayan lainya, tolong sembunyikan hal ini dari mereka mengerti!" Ucap Evita ia mulai mengelap air matanya itu, Dinda yang mendengarmya tekejut bukan main.
"Mengapa nona tidak memberitahunya, bukankah itu akan lebih baik, tuan Jason sudah menghianati anda loh!" Ucap heboh Dinda, Evita menggelengkan kepalanya ia menatap kearah jendela kereta kuda itu.
"Aku tidak bisa hanya bisa sedih dan menerima penghianat mereka itu, aku akan membuat mereka menyesal! aku akan membantai mereka satu persatu hingga mereka tobat!" Ucap Evita dengan sangat sungguh-sungguh, Dinda yang mendengarnya terharu bukan main.
"Nona, nona ingin membalaskan dendam kepada mereka!? nona memang yang terbaik!" Ucap Dinda ia mengarahkan kedua jempolnya kearah Evita, Evita mengerutkan keningnya.
Evita sangat kecewa karena ia sudah salah mencintai Jason dengan sepenuh hatinya, ia tidak akan membuat mereka hidup bahagia, Evita harus benar-benar membuat mereka benar menderita.
"Dasar kau Jason bren*sek!" Teriak Evita didalam kereta kuda itu, suaranya bergema di seluruh kereta kuda itu, tidak-tidak lebih tepatnya di sepanjang jalan itu terdengar suara Evita.
__ADS_1