Yang Mulia! Cintai Saya!

Yang Mulia! Cintai Saya!
Bab 9 : Pesta Ulang Tahun Kekaisaran #1


__ADS_3

'Apa-apaan kau Evita! berani-beraninya kau melakukan hal itu kepada Jason!


Stefan sedari tadi melirik kearah Helen, ia terus saja menatap kearah Jason dan Evita yang tengah berdansa disana, wajahnya tiba-tiba saja sangat datar dibandingkan sebelumnya.


"Helen apakah kau baik-baik saja?" Tanya Stefan yang seolah-olah tak tahu apa yang membuat mata Helen sedari tadi tertarik, ia sebenarnya tahu apa yang direncanakan oleh Evita.


"Ah... itu tidak ada hanya saja... sekarang saya sedikit lelah, jadi saya ingin mengakhiri dansa kali ini maafkan saya yang mulia." Ucap Helen ia tiba-tiba saja ingin pergi dari ruang dansa itu karena sudah tercampur dengan amarah karena ulah Evita.


Stefan hanya menganggukan kepalanya lalu tersenyum, Helen segera berlari ke arah kamar mandi, Stefan kembali ketempat duduknya dengan wajah datarnya, semua orang saling berbisik satu sama lain.


"Tumben sekali yang mulia putra mahkota dan juga nona Helen menyelesaikan dansa mereka?" Semua orang bertanya dengan penuh tanda tanya, Evita juga bingung mengapa mereka mengakhiri dansa mereka, sehingga Evita pun terus melanjutkan dansa mereka sampai akhir.


Brak...


Trang...


"Sialan! berani sekali gadis rendahan itu!" Teriak Helen didalam sebuah ruangan itu, ia melemparkan barang-barang kesegala arah karena saking kesalnya kepada Evita, padahal disana terdapat dua gadis seumuran dengan Helen.

__ADS_1


"Lady Helen anda harus tetap tenang, karena jika anda sampai ketahuan melakukan hal ini semua, maka semua akan mencoreng nama baik lady." Ucap seorang gadis bernama Viona Viongozi, ia adalah salah satu teman dekat Helen yang selalu mendukung Helen.


"Ah! bagaimana bisa aku tenang kau tahu! dia telah membuatku kesal!" Teriak Helen lagi, Viona memikirkan ide terbaik, ia membisikkan ide tersebut kepada Helen seketika senyum Helen mengembang.


"Ide yang cukup bagus, ayo kalian berdua temani aku sekarang, jangan biarkan gadis itu bertingkat seperti itu!" Ucap Helen ia segera berjalan menuju ruang dansa, bersama dengan kedua temannya di belakangnya.


Ketika Evita berbicara dengan para lady lainya, seketika Helen mendekati Evita dan sontak saja dibuat kejut Evita ditarik paksa oleh Helen ketempat sesuatu, untung saja para tamu lainya tengah mendengar pembicaraan baginda raja.


Tap-tap-tap...


"Mengapa kau menarikku!?" Ucap Evita ia langsung mengerutkan keningnya, Helen menghentikan langkahnya karena sepertinya sudah cukup jauh dari keramaian para tamu, seketika dua orang gadis muncul dan menyiram jus merah kearah Evita.


"Seharusnya kau tidak membuatku kesal, kau kan yang salah terlebih dahulu." Ucap sinis Helen, Evita yang mendengarnya bukan takut justru ia tersenyum licik "Hah! apa itu karena dia adalah pasangan gelapmu!? astaga padahal kami sudah menandatangani kontrak perjanjiankan?" Tanya Evita balik yang membalas perkataan Helen.


"Apa! seharusnya kau tahu diri Evita Raheem! kau adalah bangsawan rendahan yang mudah dijatuhkan." Bisik Helen yang semakin ingin membunuh Evita, Evita menghadapinya dengan berani tanpa rasa takut, Helen mengambil satu buah botol jus anggur lalu menumpahkannya kearah gaun Evita.


"Kau!" Teriak Evita, tetapi Helen dan para gadis lainya itu pergi meninggalkan Evita, Evita yang berdiri disana sendiri pun menatap gaunnya yang ternoda warna merah.

__ADS_1


Tes-tes-tes...


"Hah! mengapa gaun ini sangat susah sekali dibersihkan nodanya? dan sepertinya perut ku mulai mulai lagi." Gumam Evita ia membuang muntahannya itu, ia terus saja memuntahkan sesuatu padahal ia tak makan atau minum sedari tadi.


"Hah... sungguh melelahkan, aku harus bisa menangani ini sendiri, padahal jika di rumah pasti akan di bantu oleh Dinda." Gumamnya lagi, setelah satu jam Evita didalam kamar mandi ia keluar dengan perasaan lemasnya.


Tap-tap-tap...


Sepertinya aku harus segera kembali dan memanggil kedua orang tuaku untuk pulang...


"Lady Evita, apakah anda baik-baik saja?" Tanya seseorang dari belakang, Evita yang mendengarnya pun menoleh kearah belakang.


"Yang mulai putra mahkota! maafkan saya, saya memberikan hormat kepada yang mulai putra mahkota." Ucap Evita ia menundukkan kepalanyanya, Stefan menatap keseharusnya noda yang sedari tadi Evita bersihkan tetapi tak bisa dihilangkan.


"Apakah itu joda jus anggur?" Tanya Stefan kepada Evita, Evita yang melihatnya pun segera menutupinya di antara kain-kain gaun lainya, ia merasa sangat malu karena penampilannya sedikit berantakan.


"Hahahaha, kau ini kau tidak perlu begitu lady Evita." Ucap Stefan ia mendekati Evita seketika Evita yang melihatnya sedikit ketakutan lalu memejamkan matanya, Stefan memberikan jasnya kepada Evita, Evita yang melihatnya pun terkejut, karena Stefan memasangkan jas itu langsung kepadanya.

__ADS_1


"Apa yang anda lakukan pangeran!" Ucap Evita dengan cepat karena ia sangat malu, Stefan mendekati Evita dan mulai merapikan rambut Evita, Evita menatap matanya yang begitu lembut seperti bunga yang tengah mekar "Sebagai gantinya apakah kau ingin berdansa dengan ku lady Evita." Ucap Stefan wajah mereka saling berdekatan sehingga nafas mereka berdekatan.


"A-apa!?" Ucap ragu Evita sekaligus pipinya tiba-tiba saja memerah.


__ADS_2