
Tap-tap-tap...
Drap-drap-drap...
Grep....
"Argh! siapa yang menarik tanganku!" Teriak Evita lalu ia membuka matanya, lalu seketika mata Evita tekejut bahwa ia berada di tempat asing yang GELAP DAN SUNYI...
Di-dimana ini!?
"Uhuk! uhuk! dimana dame Frederica!? uhuk! uhuk!" Ucap Evita sambil terbatuk-batuk mengatakannya. Ia melihat sekeliling ruangan itu tetapi tetap saja tak ada cahaya sedikit pun disana.
Hik-hik-hik!
Hik-hik-hik!
Hik-hik-hik!
Hik-hik-hik!
"Mengapa hidupmu lebih baik Evita!? aku sangat iri denganmu, dan kau tahu aku sangat terkejut denganmu Evita, sungguh kau adalah lady yang menjijikkan!" Ucap seseorang tiba-tiba saja terdengar suara diruangan kosong dan gelap itu.
Hingga membuat Evita tekejut dan merinding ketakutan, lalu disatu sisi ia terus berjalan tanpa arah dikegelapan itu.
__ADS_1
"Siapa kau dan mengapa kau menggunakan sihir hitam seperti ini!" Teriak Evita dengan kencang diruangan itu, sehingga suaranya bergema dimana-mana, lalu tiba-tiba seseorang menyentuh bahu Evita dari belakang.
"Hik! siapa kau!" Teriak Evita ia tanpa takut menoleh kearah belakang lalu Evita membulatkan matanya melihat seseorang tersenyum dibelakangnya Frederica yang tengah menepuknya.
"Ini saya nona Evita, maafkan saya saya sepertinya tersadar tetapi disisi lain, tetapi barusan saja saya merasakan bahwa saya menggengam tangan nona, tetapi ketika saya tersadar nona sudah pergi."
"Ah... itu maafkan aku aku sangat ketakutan sehingga aku tidak tahu jika dame Frederica ada disamping saya sebelum saya sadar, lalu apakah dame tahu dimana ini?" Tanya Evita, Frederica menggelengkan kepalanya. "Tetapi saya merasakan ada sihir tapi hitam di ruangan ini." Ucap Frederica kepada Evita, mereka menggengam tangan satu sama lain dengan erat agar mereka tidak terpisa lagi.
"Hihihi... rupanya kalian sudah bersama-sama ya." Ucap seseorang seketika itu juga langkah Evita dan Frederica terhenti karena kedatangan suara tersebut.
Sing...
"Siapa kau! cepat keluar dari Singapura sekarang!" Teriak Frederica ia mengulurkan pedangnya dan berusaha melindungi Evita beserta anaknya itu.
"Apa yang kau lakukan lady Helen! seharusnya kau tidak menggunakan sihir hitam!" Ucap Evita ia membulatkan matanya dan berteriak dengan kencang, tetapi disisi lain Frederica masih tetapi melindungi Evita.
"Astaga lihat lah, ada 2 orang perempuan yang satu dame Frederica Kint dan yang satu lagi lady Evita Raheem dari keluarga conut yang terkenal."
"Kedua perempuan ini sudah menghianatiku, apa lagi terutama denganmu dame Frederica! aku tidak menyangka jika kau melakukan penghianat ini kepadaku." Ucap Helen ia tiba-tiba mendekati dan memegang kepala Frederica.
"Diam! sekarang aku akan tetap setia kepada nona Evita yang bisa membuatku tersadar bahwa dan menjadikanku seperti ini selama 10 tahun! untung saja nona Evita selalu mendukungku untuk menjadi seorang kesatria kekaisaran!" Teriak Frederica dengan kencang lalu mengerutkan keningnya dan menatap Helen dengan benci.
"Oh... jadi kau sudah sangat mempercayai Evita, tetapi apakah kau tahu bahwa namamu yang sekarang kau lindungi itu adalah lady yang sangat menjijikkan!?" Ucap Helen kepada Frederica, Frederica mengerutkan keningnya.
__ADS_1
"Evita aku tahu bahwa kau bermalam bersama tuan duke Jason ketika hari pertama kau sudah bertunangan dengannya dan melakukan hal yang melanggar aturan kekaisaran, sehingga perutmu besar karena kau hamil benar kan?" Tanya Helen kepada Evita, Evita terdiam mendengar jawaban nya itu, lalu Helen mengelilingi Evita.
"Ha!? bagaimana? ha!? bagaimana?"
"Ha!? bagaimana? ha!? bagaimana?"
"Ha!? bagaimana? ha!? bagaimana?"
"Mengapa kau mengetahui rahasia itu!" Teriak Evita secara spontan, lalu Helen menghentikan ucapannya, dan seketika Frederica ikut tekejut dengan pengakuan Evita. "Itu karena anak yang berada didalamnya adalah anak tuan Jason-"
"Tidak! ini bukan anaknya! aku tidak akan mengaku bahwa anak ini adalah anaknya!" Teriak tegas Evita ia tak rela jika si penghianat Jason adalah ayah dari anaknya itu.
Hiks-hiks-hiks!
"Nona Evita, anda tidak perlu menangis, anda harus kuat!" Ucap Frederica ia mengelus-elus punggung Evita, Helen yang melihat mereka hanya tersenyum dan tertawa.
"Sepertinya ini adalah perbincangan terakhirmu Evita! baiklah mari aku akan membantumu mencabut nyawamu." Ucap Helen ia langsung menggengam tangan Evita dengan kuat.
"Selamat tinggal-" Ucap Helen ia sudah mengengam sebuah pisau ditangannya itu, tetapi secara spontan seseorang langsung mencekik leher Helen.
"Argh! hentikan siapa yang melakukan ini!" Teriak Helen ia sampai tak hisa bernafas karena cekikan orang itu sangat kuat, tetapi akhirnya Evita terlepas dari genggaman tangan Helen dan Frederica langsung melindungi nya.
"SIAPA YANG MELAKUKANNYA!" Teriak Helen dengan kencang. "Aku mantan tunanganmu lady Helen, Stefan Artemis." Ucap Stefan dari belakang dengan mata merahnya yang menyeramkan.
__ADS_1
"Apa!? mantan tunangan!?" Gumam Helen