
Apa yang akan dia lakukan!? mengapa dia tiba-tiba ingin membuat keributan!? apakah ini ada hubungannya dengan kau Evita!?
Semua saling memandang satu sama lain dan saling berbisik ditelinga mereka, Frederica terus menatap kearah Helen dengan wajah kesalnya itu, Evita hanya menatap mereka dari kejauhan.
"Saya selalu diperbudak oleh nona Helen, saya selalu melakukan apa yang dikatakan oleh nona Helen, seperti halnya tadi, saya dipaksa untuk duduk bersama nona Helen dan juga Isabella disana, tetapi Helen tetao saja memaksa saya." Ucap Frederica tak takut, Helen tekejut tetapi ia lagi-lagi memutar bola matanya.
"Apakah perkataanmu bisa dipercaya kau kan bisa saja mengelabuiku dengannya perkataanmu seperti itu dan ingin membuat para lady disini mempercayaimu? dan mungkin saja kau membuat bukti itu dengan lady Evita kan?" Ucap Helen ia malah memutar balik kesalahan itu kepda mereka, Frederica mengerutkan keningnya.
"Apakah perlu bukti jika kau benar-benar bersalah?" Tanya Frederica dengan berani, Helen tersenyum."Tentu saja kau harus mempunyai bukti jika tidak itu sama saja fitnah iya kan para lady?" Tanya Helen kepada para tamu disana, mereka menganggukan kepalanya dengan cepat.
Tak-tak-tak...
"Jika kau ingin membuatku bersalah didepan orang lain, maka jangan lupa kau harus memiliki bukti terlebih dahulu, hihihihi." Ucap Helen lalu ia tertawa tepat ditelinga Frederica, Frederica yang mendengar cara tawa Helen sedih mengerikan.
"Wajahmu cantik nona Helen, tetapi sepertinya kau harus belajar cara tertawa yang benar." Ucap Frederica lagi ia melontarkannya perkataan pedasnya itu kepada Helen, Helen yang mendengarnya mengerutkan keningnya lalu ia menatap Frederica dan Evita yang pergi dari pesta tersebut.
__ADS_1
"Nona Evita, maafkan saya." Ucap Frederica ia menundukkan kepalanya saat berada dikereta kuda dengan wajah muramnya. "Untuk apa lady meminta maaf?" Tanya Evita.
"Saya sudah membuat nama baik anda tercemar tadi, karena saya tak mempuyai kekuatan apa-apa pada saat itu, maafkan saya." Ucap Frederica seperti nyamerasa bersalah. Evita tersenyum lalu memeluk Frederica, ia pun ikut memeluk Evita balik.
"Tetapi dengan ini kau akan bebas dari jeratan lady Helen kan? kau bisa saja menjalankan kehidupanmu sesuai dengar kehidupanmu iya kan?" Tanya Evita, Frederica menganggukan kepalanya lalu tersenyum tipis.
"Saya sungguh berterima kasih dengan nona Evita karena ingin menolong saya dari jeratan nona Helen." Ucap Frederica, Evita tersenyum. "Sama-sama, soal nyonya Kent saya akan berbicara berdua dengannya beliau, bagaimana?" Tanya Evita ia menawarkan dirinya untuk menolong Frederica.
"Benarkah? terima kasih banyak nona Evita, saya sedikit terbantu hiks-hiks, saya terkadang takut untuk melakukannya karena jika ibu sampai ketahuan mungkin saya akan dipukulin habis-habisan hiks-hiks..." Evita membelai rambutnya.
"Astaga lady Evita, kebetulan sekali anda ingin menghampiri kediaman kent, silahkan duduk dan nikmati teh nya lady." Ucap nyonya kent, Evita pun memberikan responnya, Frederica yang tengah bersiri diatas tangga pun ketakutan disana seperti orang aneh.
Astaga, semoga saja nona Evita tak terkena tamparan ibu, jika tidak pasti nona Evita sangat marah denganku...
"Jadi apa yang membuat lady Evita datang kesini? apakah ada hubungan khusus tentang ekonomi atau politik yang harus anda bahas?" Tanya nyonya kent, Evita menggelengkan kepalanya. "Saya ingin membicarakan tentang lady Frederica nyonya kent, anda pasti tahu kan soal surat ini?" Tanya Evita ia tak mau basa-basi ia langsung mengeluarkan surat itu.
__ADS_1
Deg!
Seketika nyonya kent tekejut dan panik, mengapa surat itu berada ditangan Evita dan mengapa Evita mengetahuinya. "Su-surat itu!? mengapa surat itu berada di tangan mu!?" Tanyanya, Evita tersenyum. "Itu karena saya mengetahui seluruh urusan dalam dan luar para bangsawan lainya, jadi anda tak bisa membohongi saya kali ini." Ucap Evita, nyonya kent tak ada respon.
Itu juga membuat Frederica sedikit panik ia sangat ketakutan jika ibunya yang tiba-tiba mengamuk, ia ingin sekali mengajak Evita untuk pergi tetapi disisi lain juga itu adalah perilaku tak patut dihormati.
"Lady Evita apa yang anda lakukan!? mengapa Anda menuduh saya seperti itu? padahal saya sangat menyayangi Frederica, anak saya sendiri lady? dan sepertinya keluarga Raheem tak mempuyai sopan santun sama sekali ya..." Ucap nyonya kent ia seperti tak ingin mengakui perbuatannya itu.
"Apa maksud anda nyonya kent!? astaga jangan membuat saya memaksa melakukannya, saya tahu anda hanya memutar balikan fakta saja! saya tahu anda bekerja sama dengan lady Helen!" Teriak Evita seluruh ruang tamu itu bergema sehingga suara Evita terdengar oleh para pelayan.
Kereta wajah Evita sangat marah, mata merahnya sangat mencolok membuat siapa saja menatapnya dengat lama akan ketakutan, dan juga seperti dikendalikan.
"Mengapa anda meninggikan suara anda lady Evita! apakah ini perilaku dan tata krama keluarga Raheem!" Teriak nyonya kent "Jangan bawa-bawa nama keluarga nyonya kent, anda sendiri juga ingin popularitas tertuju kepada keluarga anda kan!" Teriak Evita dengat kencang, Frederica yang melihatnya pun dengan segera menuruni tangga dengan isak tangisnya.
"Berani-beraninya kau!" Teriak nyonya kent ia ingin menampar wajah Evita, seketika tangannya itu dihentikan oleh seseorang.
__ADS_1