
Sesampainya di balkon atas istana, angin sangat bertiup kencang membuat semua helai rambut Evita terbang, Evita berusaha untuk membuat rambutnya tidak terbang. Disisi lain Stefan melihatnya seperti orang yang didepannya sangat cantik hari ini.
"Baiklah pada bagaimana kita mulai, karena pesta dansa kedua sudah dimulai di dalam?" Tanya Stefan ia mengulurkan tangannya, ia juga sebenarnya sangat gemetaran Evita mengulurkan tangannya dan mereka mulai berdansa sesuai dengan iringan musik.
Ting-tung-ting-tung...
Rasanya jantung Evita ingin copot ia tengah menarik dengan seorang pria yang tampan dan juga hangat meskipun dia sedikit menjengkelkan dan percaya diri, tetapi Evita ingin pria itu menjadi miliknya.
Seketika Evita menggelengkan kepalanya, ia sangat keterlaluan memikirkan yang mulia putra mahkota menikahinya, apa lagi dengan masalah rahasia dirinya dan Dinda saja semua para pria pasti akan menjauh darinya.
Setelah dansa berhenti, mereka saling memberikan hormat, Evita meminta untuk pergi terlebih dahulu karena tubuh nya sudah tak kuat lagi.
"Yang mulia maaf saya harus pergi." Ucap Evita ia langsung berlari begitu saja dari hadapan nya, Stefan yang melihatnya dari kejauhan sedikit sedih entah perasaan apa yang membuat dirinya berfikir seperti itu.
Hos-hos-hos...
Drap-drap-drap...
__ADS_1
Evita berlari sekencang mungkin agar ia bisa menjauh dari istana tersebut, tanpa sepengetahuan orang lain, ia langsung menaiki kuda bayaran yang mengantarkannya kekediamannya, Stefan yang melihatnya dari bawah mengerutkan keningnya.
Kenapa dia memegang mulut dan juga perutnya!?
"Yang mulia putra mahkota rupanya anda berada disini, seharusnya anda berdansa dengan nona Helen." Ucap salah satu pria yang sepertinya seumuran dengan Stefan, siapa lagi jika bukan Jason.
Stefan yang melihatnya memasang wajah datarnya, ia justru tak ingin bertemu dengannya justru malah dia sendiri yang menemukannya.
"Untuk apa anda kesini? mengapa anda meninggalkan tunangan anda sendirian?" Jcap Stefan ia justru melontarkan pertanyaan balik kearah Jason, ketegangan mulai terasa di antara mereka.
Rasa saling menatap tajam seperti pembunuh antara satu sama lain, Stefan menjauh dari Jason karena ia tak menjawab pertanyaannya itu, disisi lain Jason sangat kesal dan ia mengepalai tangannya.
Sesampainya dirumah Evita langsung masuk kedalam kediaman, Dinda terkejut melihat kedatangan Evita yang sudah berantakan, ditambah lagi ia memakai jas seseorang dipundaknya itu.
"Nona Evita, apakah anda baik-baik saja!? seperti nya anda mual lagi?" Ucap panik Dinda, ia mulai membantu Evita melepaskan gaun yang merepotkan itu dari tubuhnya.
Evita segera berlari kearah kamar mandi, Dinda yang melihatnya dari kejauhan pun hanya bisa menatapnya dengan khawatir. "Semoga nona baik-baik saja" Gumam Dinda sendiri.
__ADS_1
Keesokan harinya Evita bersiap-siap untuk bertemu dengan Stefan ditempat sebelumnya mereka bertemu tetapi kali ini mereka akan membahas kelanjutan dari perjanjian mereka itu.
"Salam hormat kepada yang mulia putra mahkota, senang bertemu dengan anda kembali." Ucap Evita ia menunduk hormat kepada Stefan, Stefan mengangguk kepala dengan malas.
"Bisakah jika kau datang langsung duduk saja, hah... kau sama saja dengan para menteri lainnya yang selalu seperti itu, ughh... itu sungguh menjijikkan." Ucapnya dengan asal-asalan.
"Jika saya tidak menundukkan hormat kepada anda saya akan dianggap tidak sopan kepada anda." Ucap Evita ia duduk dikursi yang sudah disediakan, mereka mulai merencanakan dan misi yang mereka buat adalah untuk mempermalukan dan membongkar hubungan mereka didepan semua orang.
Sebagai kerja keras, mereka juga akan melakukan misi-misi dan mendapat harta sebagai gantinya. "Aku sudah mendapatkan beberapa informasi teman dan kenalan Jason beserta Helen." Ucap Stefan ia mengemukakan sebuah kertas.
Evita melihat isi kertas itu, berisikan identitas beserta foto mereka. "Anda mendapatkan ini dari mana?" Tanya Evita yang terkejut melihat sangat mudah sekali Stefan mendapatkannya.
"Tentu saja dari saya nona Evita Raheem, sangat kebetulan bertemu dengan anda perkenalkan saya Norbert." Ucap Norbert ia memberikan salam hormat kepada Evita.
"Kau adalah ketua guild informasikan!? jadi namamu adalah Norbert." Ucap Evita ia terkejut karena selama ini ia hanya mendengar informasi bahwa ada sebuah guild yang menjual informasi secara rahasia.
"Ya itu saya hahaha, yang mulia putra mahkota sudah membeli informasi itu dengan koin gold yang banyak, jadi saya tak ingin mengecewakan beliau." Ucap Norbert dengan santain, Evita menatap kertas informasi tersebut, ia tekejut melihat foto seorang wanita yang berada di dalamnya.
__ADS_1
I-inikan lady waktu itu bersama Helen!