Yang Mulia! Cintai Saya!

Yang Mulia! Cintai Saya!
Bab 22 : Permohonan Frederica #1


__ADS_3

"Selesai, seperti itulah nasib keluarga Viongozi sekarang." Ucap Dinda ia pun menutup koran berita yang sering ia ambil diam-diam di ruang tamu keluarga Raheem.


Tak-tak-tak...


"Keluarga Viongozi dinyatakan bersalah, atas penghianat yang dilakukan oleh nona Viona Viongozi dan juga pencabutan gelar bangsawan Viongozi!" Teriak Gilberto salah satu kepala pengadilan kekaisaran, Viona beserta keluarganya pun hancur berantakan.


Ini semua karena lady Evita! memang benar-benar bere*gsek!


"Ini bukan salah nona Evita, jangan anda memasang wajah seperti itu nona Viona." Ucap salah satu perempuan yang tepat berdiri dibelakangnya, Viona menoleh ke arah belakang dan membulatkan matanya.


"Kau Dinda kan!? salah satu pelayan kepercayaan lady Evita!? hah berani-bernai sekali kau mengatakan hal itu, itu semua memang benar! ini semua terjadi karena majikan mu!" Teriak Viona ia menunjukkan jari ke adalah Dinda, Dinda mengerutkan keningnya lalu menangkap pergelangan tangan Viona.


"Seharusnya anda jangan bermain-main dengan pelayan seorang nona Evita! sekarang anda hanyalah seorang rakyat biasa, anda tidak berhak menyebut lady Evita, tetapi kau harus menyebutnya dengan nona Evita!" Bisik Dinda tepat ditelinga Viona, Viona membulatkan matanya lalu melepas paksa tangannya.


"Sepertinya kau seorang yang sangat Evita sayangi ya!? sehingga kau mewakilinya datang kepersidangan ini karena perintahnya." Ucap Viona lalu ia tersenyum Dinda yang melihatnya pun ikut tersenyum.


"Tentu saja nona Evita adalah lady yang berkualitas dibandingkan dengan anda... hihihihi, baiklah sepertinya saya harus pergi dulu, dan terimakasih kau ingin membantu nona Evita, semoga kehidupan anda lebih baik dari sebelumnya, jika bisa... ENYAHLAH!" Bisik Dinda tepat ditelinga Viona, Viona pun melihat Dinda semakin jauh dari pandangannya, dan ia meneteskan air mata disana.

__ADS_1


Tes-tes-tes...


"Mengapa kau tidak membantu ku Dinda!" Teriak Viona dari kejauhan sehingga membuat Dinda menghentikan langkah kakinya lalu menoleh kearah belakang.


"Mengapa saya harus memberikan keadilan!? seharusnya nona Helen tidak melakukan hal ini kan jika anda itu benar-benar sahabat nya!?" Ucap Dinda mata coklatnya membuat Viona tekejut.


Dinda melangkah kakinya lagi dan pergi dari hadapan Viona, Viona terjatuh di lorong tersebut seperti orang yang tak berdaya lagi, karnea ibunya tiba-tiba saja jatuh sakit dan ayah lnya kabur entah kemana.


Tok-tok-tok..


"Memang siapa yang ingin menemui saya?" Tanya Frederica ia membukakan pintu kamar nya. "Itu nona yang datang menemui anda itu nona Evita Raheem, ia datang tanpa memberi kabar nona." 7cap pelayan itu seketika mata Frederica membulat.


Drap-drap-drap...


Frederica pun menuruni tangga dengan terburu-buru sehingga ia tak sempat untuk bersiap-siap menemui Evita. "No-nona Evita..." Ucap Frederica yang sudah kelelahan berlari menuruni tangga, Evita yang melihatnya tersenyum.


Tak...

__ADS_1


"Jadi untuk apa nona Evita datang kesini?" Tanya Frederica ia sangat ketakutan jika Evita mengetahui perbuatan yang ia pernah lakukan bersama Helen dipanti asuhan saat itu.


"Jangan panggil aku nona, lady Frederica panggil saya lady seperti para lady lainya, saya kurang nyaman dengan panggilan nona seperti itu lady." Ucap Evita, Frederica menganggukan kepalanya saja ia tak berbicara sama sekali.


"Saya hanya ingin berkunjung kerumah lady, dan saya juga ingin bertanya soal lady dan keluarga lady bisa kah kita berbicara ditempat lain agar lebih sepi?" Tanya Evita mata nya mulai menghipnotis Frederica, Frederica menganggukan kepalanya dan mempersilahkan Evita untuk pergi ketaman belakang.


"Jadi lady Evita, anda ingin berbicara hal apa kepada saya?" Tanya Frederica dengan gugup, Evita mengeluarkan sebuah informasi tentang kemauan paksa kerja kepada Helen.


Rupanya Frederica menjadi salah satu pembantu Helen dengan jalinan kontrak dan tertera beberapa persyaratan dan juga tanda tangan nyonya Kent beserta dengan Helen. Frederica tekejut mengapa Evita bisa mendapatkan surat kontrak itu.


"Me-mengapa anda bisa mendapatkan surat itu, dan mengapa ibu saya dan juga nona Helen bekerja sama membuat nama keluarga saya menjadi terkenal di bangsawan kelas atas!?" Ucap Frederica dengan tekejut,Evita memberikan surat kontrak itu.


Suara kontrak itu berisi kan bahwa Frederica akan menjadi bawahan Helen sampai masa ia meninggal dunia, tetapi sebagai timbal balik hal itu Frederica akan tekenal dikelas bangsawan. Hal ini karena nyonya Kent ingin keluarga mereka bisa disebut keluarga bangsawan yang sangat terkenal meskipun mereka tidak mempunyai kontribusi apapun untuk mendukung kekaisaran.


Kontrak tersebut resmi ditandatangani oleh Helen dan juga nyonya Kint agar mereka sama-sama saling menguntungkan, tanpa memberitahu pendapat Frederica, Frederica pun meneteskan air mata setelah membaca surat kontrak itu.


"Jadi kau hanya dimanfaatkan oleh ibumu seperti barang agar keluargamu tetap menjadi terkenal dipergaulan kelas atas, dengan cara kau menjadi sahabat lady Helen dan kau dijadikan oleh pembantunya." Ucap Evita deng dengan jujur ia pun membenarkan posisi duduknya dengan anggun.

__ADS_1


__ADS_2