
"Baiklah sekarang kau akan mengatakan hal apa? sebaiknya ini adalah hal yang menarik bagiku." Ucap Stefan ia adalah putra mahkota dikekaisaran, ia adalah seseorang yang selalu diperebutkan para lady.
Bukan hanya itu kegemarannya terhadap pedang dan juga bersikap tak pedulinya membuat orang sangat susah jika ingin membuat hatinya itu luluh, tetap sikap menyebalkan nya tertampang jelas.
Dia sangat tampan! tetapi bisa-bisanya Helen menghianati yang mulia putra mahkota...
"Hei kau dengar tidak?" Tanyanya ia sedari tadi tengah menatap Evita tengah bengong, mereka bertemu disebuah ruangan dikekaisaran, sungguh tempat yang sangat sejuk dan juga memenangkan.
"Ah... maafkan saya yang mulia, sebenarnya saya ingin memberitahu sesuatu kepada yang mulia putra mahkota soal tuan putri Helen." Ucap Evita dengan ragu-ragu, ia mengerutkan keningnyanya seperti ingin bersedih.
"Memang ada apa dengan lady Helen? bukankah dia adalah calon tunanganku?" Ucapnya seperti memamerkan Helen kepada Evita, Evita hanya tersenyum tipis dengan paksa.
Aku tahu bodoh! dia adalah calon istrimu yang bodoh!
"Jadi sebenarnya yang mulia putri Helen itu telah berselingkuh dengan tuan duke Jason, saya mengaku benar yang mulia putra mahkota, saya benar-benar jujur mengucapkan nya-" Ucap Evita seketika tatapan mata Stefan berubah lebih dingin, Evita yang melihatnya terkejut dan ketakutan setengah mati.
__ADS_1
"To-tolong jangan bunuh saya yang mulia putra mahkota, saya benar-benar bersalah, jika anda ingin membunuh saya tetapi tolong jangan bunuh keluarga saya, saya mohon." Ucap Evita ia mulai memohon ketakutan, Stefan tak ada respon apapun tetapi tatapan nya yang mengerikan itu membuat Evita ketakutan.
Apakah aku harus lari dari sini, dan meninggalkan kekaisaran ini, lalu hidup ditempatkan kekaisaran lain dan juga bekerja sebagai seorang gadis malang dan hidup sendiri lalu mencari pasangan rakyat biasa dan menikah!?
"Apa kau bilang? Helen berselingkuh dengan Jason?" Tanyanya, Evita menganggukan kepalanya matanya masih menundukan kearah bawah, jarinya sedari dari menggenggam dengan erat dengan jari lainya.
"Hahaha... kau tahuku pikir kau tidak akan pernah mengetahui hal ini." Ucapnya seketika suasana tak menjadi tegang lagi, Evita mengangkat kepalanya berlahan-lahan.
"Astaga kau tidak perlu ketakutan lady Evita, aku hanya memasang tampang serius saja, aku kira kau ingin memberitahu soal apa." Ucapnya ia berlagak santai seperti tak ada rasa cemburu ataupun marah kepada Helen.
"Aku sudah mengetahuinya lebih dulu dibandingkan kau, ketika peresmian Helen dan aku bertunangan, ia adalah lady yang terlalu menyukai pria tampan, jika ada yang lebih tampan dari yang lainnya maka ia akan lebih sayang." Ucapnya, seperti ada rasa kesedihan yang terlihat di matanya itu, Evita yang melihatnya pun merasa sedih.
"Tetapi mengapa pangeran tidak ingin ingin memutuskan pernikahan itu dengan lady Helen?" Tanya Evita dengan raut wajah kesalnya, padahal dia mempunyai kekuasaan yang cukup untuk menjatuhkan Helen.
"Aku hanya ingin kau mengetahuinya dulu, dan yang lebih terpenting aku ingin membuat dirinya menyesal makannya aku tak ingin melepaskannya, agar aku bisa balas dendam." Ucapnya, Evita yang mendengarnya pun tersenyum.
__ADS_1
"Sepertinya tujuan pangeran sama seperti saya ya? bagaimana jika kita bekerja sama?" Tanya Evita yang menawarkan dirinya juga untuk ikut balas dendam, Jason yang melihat nya pun tersenyum.
"Baiklah, sebaiknya dalam balas dendam ini kita harus sama-sama seimbang bagaimana?" Tanyanya ia mengulurkan tangannya kearah Evita, Evita mengulurkan tangannya balik dan berjabat tangan sebagai tanda setuju.
"Baiklah, tapi agar lebih baik lagi saya akan membuat surat perjanjian kontrak bagaimana?" Tanya Evita ia sudah menyiapkan sebuah surat perjanjian diantara Stefan dan Evita.
Di kertas itu merupakan saling bertanda tangan dan memberikan sebuah cap kekaisaran, sungguh Evita sangat senang akhirnya rencananya sedikit mulus, tetapi tetap saja Helen dan Jason adalah orang yang licik mungkin saja mereka sudah membuat rencana lain.
"Tetapi pastikan jika yang mulia putra mahkota dan juga saya tidak saling mengenal satu sama lain?" Tanya Evita ia mempertegas perkataannya, Stefan menganggukan kepalanya dengan santainya.
"Baiklah, oh iya kudengar kau membuat surat perjanjian juga antara kau dan Jason benar?" Tanya Stefan ia tengah menyantap tehnya itu, Evita menganggukan kepalanya ia memasang wajah sedihnya.
"Jangan sedih lady Evita Raheem karena wajah lady terlalu cantik untuk memasang raut wajah seperti itu." Tetapi tiba-tiba saja saja Stefan mendekati Evita dan merapikan rambut Evita, mata mereka saling menatap satu sama lain, tindakan yang dilakukan Stefan membuat jantung Evita berdegup dengan kencang.
A... apa yang dia lakukan!
__ADS_1