Yang Mulia! Cintai Saya!

Yang Mulia! Cintai Saya!
Bab 31 : Evita Memohon Kepada Stefan #2


__ADS_3

"Lady Evita!" Teriak Stefan dengan cepat menghampiri Evita dan menepuk-nepuk pipinya tetapi tak ada respon juga "Evita!? Evita!? Evita!" Teriak Stefan seperti orang aneh, ia dengan cepat menggendong Evita dan berlari terbirit-birit.


"Bagaimana keadaannya dokter Rara!? mengapa nona Evita tiba-tiba muntah darah?" Tanya Dinda kepada dokter Rara, Rara menghela nafasnya. "Nona Evita kurang banyak air putih untuk minum, seharusnya beliau sering minum air putih agar kesempatan tenggorokan beliau tak sampai terluka, saya sudah mengobatinya menggunakan sihir, lalu juga tolong jaga nona Evita karena masa kandungannya tinggal 6 bulan lagi, aku mohon Dinda tolong jaga beliau." Ucap Rara ia juga sebenarnya ikut cemas dan memikirkan Evita.


Dinda mengangguk kepalanya, ia tahu meskipun Rara menyembunyikan fakta ini dari semua orang, ia takut jika dirinya tak bisa menyimpan rahasia ini terlalu lama, dan selalu dibantui rasa cemas dan gelisah terhadap Evita.


"Terima kasih dokter Rara, aku tahu kau cemas kepada nona Evita, saya juga akan berusaha membantu nona Evita dan juga lebih memperhatikan beliau." Ucap Dinda kepada Rara, Rara pun membuka pintu kamar Evita disana, Stefan tengah berdiri dengan raut wajahnya yang cemas.


Rara mempersilahkan masuk Evita, tanpa sepengetahuan orang-orang disana kedatangan Stefan tanpa mereka sadari. "Apakah Lady Evita baik-baik saja!?" Tanya Stefan yang terus cemas sedari tadidiluar, Rara menganggukkan kepalanya.


"Beliau hanya kekurangan air karena beliau selalu muntah tak terkendali sehingga terjadi dehidrasi." Ucap Rara dengat cepat, Stefan mengerutkan keningnya dan menatap Dinda dan Rara secara tajam sehingga membuat mereka sedikit ketakutan.

__ADS_1


"Mengapa Evita bisa muntah-muntah!? padahal Evita tak makan atau minum di toko itu tadi!? mengapa tubuhnya juga bisa sedikit lebih besar dari sebelumnya!?" Tanya Stefan yang penasaran, tetpai Dinda dan Rara tak menjawab apa-apa, mereka hanya diam dan menundukkan kepalanya.


"Cepat! jawab saya! jawab apa yang klian sembunyikan dari saya! cepat!" Teriak Stefan yang sepertinya sudah marah dan emosi, karena ada sesuatu yang tak boleh ia ketahui karena disuruh oleh Evita.


"Maafkan saya yang mulia putra mahkota, saya tak bisa berkata apa-apa, tolong tunggu nona Evita yang menjelaskan semuanya kepada yang mulia, saya tahu anda cemas dan juga ikut kesal tetapi saya dan dokter Rara hanyalah orang kepercayaan nona, jadi mohon maaf yang mulia saya tka bisa menjawab nya sekarang." Ucap Dinda dengan tegas, Stefan yang mendengarnya pun mendendangkan meja dengan kesal lalu duduk disana.


Dinda menyuruh Rara untuk pergi dari sini, karena hawa Stefan yang membuat Rata sedikit sesak dan ketakutan, Rara menundukkan kepalanya lalu pergi melewati pintu kamar Evita.


"Ugh! Dinda!? dimana Dinda!? apakah dia sudah pergi tidur!?" Bisik Evita ia mencari Dinda disekeliling kamarnya tetapi ia tak menemukannya juga, sketika mata Evita terlihat seseorang yang tengah terbaring disofa.


Mengapa kau tidur disana Dinda... astaga! dan mengapa yang mulia putra mahkota juga menungguku disini!? sebenarnya apa yang terjadi disini!?

__ADS_1


"Eh... Lady Evita apakah kau sudah bangun!?" Tanya Stefan yang menyadari bahwa Evita sudah bangun dari tidurnya, padahal baru saja ia menatap wajah tampan Stefan dengan rambut hitam yang terkena sinar bulan.


"Eh itu!? iya saya sudah bangun yang mulia putra mahkota, tetapi mengapa yang mulia putra mahkota menunggu saya disini dan tidur dengan posisi seperti itu? seharusnya Dinda memberikan kamar tamu untuk yang mulia putra mahkota!" Ucap Evita dengan gugup dan juga marah kepada Dinda, Stefan menggelengkan kepalanya lalu duduk dikasur Evita.


"Jangan salah kan Dinda, dia sudah menawarkanku kamar tamu, tetapi saya ta ingin dan mau tetap disini hingga kau sadar." Ucap Stefan nada suaranya yang lembut membuat Evita tekejut. "A-apa!? tetapi mengapa yang mulia putra mahkota ingin menunggu saja disini?" Tanya Evita dengan gugup terkejut dan ketakutan.


"Karena saya ingin bertanya kepada lady, mengapa lady muntah-muntah!? dan mengapa tubuh lady lebih besar dari biasanya? saya tahu jika anda berbohong saat dicafe itu, tolong jawab pertanyaan saya dengan jujur lady!" Ucap Stefan nada suaranya tiba-tiba tegas sehingga membuat Evita sedikit ketakutan mengatakan kebenarannya kepada Stefan.


"Sa-saya, saya sangat ketakutan untuk mengatakannya yang mulia, saya tahu bahwa saya adalah lady yang tak pantas untuk mengatakan hal ini kepada yang mulia." Ucap Evita ia sangat ketakutan ia seperti tak ingin Stefan mengetahui rahasianya bersama Rara dan Dinda yang sudah mereka sembunyikan berbulan-bulan.


"Tolong katakan yang sejujurnya lady, saya juga tak peduli jika anda dipandang rendah oleh orang-orang! saya akan selalu bersama Lady Evita." Ucap Stefan dengan tegas, Evita yang mendengarkannya terdiam seketika air matanya turun tanpa perintah Evita.

__ADS_1


"Mengapa yang mulia putra mahkota baik kepada saya!? hiks-hiks-hiks." Ucap Evita ia menangis dengan cepat, Stefan memeluk Evita dan meletakan kepalanya didadanya itu dan mengelus rambutnya dengan pelan.


__ADS_2