
Tik-tok-tik-tok...
Jam dinding terus berbunyi dikamar Evita, Evita sedari tadi cemas sembari berjalan bolak-balik entah kenapa, seperti mencemaskan sesuatu yang belum terjadi.
"Nona, nona sudah seperti itu sejak 2 jam yang lalu apakah nona tidak lelah?" Tanya Dinda kepada Evita, Evita menatap kearahnya dengan wajah cemas.
"Ah... sebenarnya aku sangat lelah tapi kalau aku lelah maka aku juga bisa tumbul cemas, jika aku cemas makan aku akan sakit jika aku sakit maka aku akan mati!" Teriak Evita seperti orang aneh, Dinda menggelengkan kepalanya dan menarik Evita untuk duduk sebentar.
"Memangnya nona memikirkan apa sampai membuat nona setres?" Tanya Dinda dengan sabar, Evita menurunkan kepalanya dan menatap kearah bawah. "Sudah 7 hari tuan Jason tak memberikan kabar atau setidaknya berkunjung, aku cemas kemana dia selama ini?" Ucap Evita, Dinda menganggukan kepalanya.
"Mungkin beliau sedang sibuk nona, karena nona tahu kan jika tuan Jason sudah menjadi duke muda saat sebelum nona bertunangan." Ucap Dinda yang ingin menenangkan Evita, tetapi itu tak membuatnya lepas dari Jason.
"Dinda tolong kau siapkan kertas, aku ingin mengirimkan surat kepada Jason, jika dia tidak membalasnya makan aku akan pergi kesana untuk melihat apa yang terjadi dengannya." Ucap Evita dengan panjang lebar, Dinda menganggukan kepalanya dan mempersiapkan apa yang Evita butuhkan.
Setelah mengirim surat Evita tetap menunggu balasan dari kediaman duke, ia masih tak mengerti mengapa Jason tak memberikan surat balaskan kepadanya, padahal ia sangat cemas.
"Aku sepertinya hari berkunjung ke rumahnya besok." Ucap tekad Evita, Dinda menundukkan hormat nya ia akan membantu persiapan Evita untuk pergi kesana.
__ADS_1
Kotlak-kotlak-kotlak...
"Nona Evita Raheem datang menemui tuan Jason Dionysus." Ucap salah satu penjaga keamanan kediaman tersebut, Evita masuk karena sudah diperbolehkan untuk masuk, dari atas terlihat banyak sekali pelayan yang menyambut kedatangannya.
"Selamat datang nona Evita." Ucap mereka dengan serempak, Evita mengiyakan saja ia justru bertanya keberadaan Jason sekarang, kata slah satu pelayan Jason berada di ruang kerja miliknya.
Evita yang mendengarnya segera pergi kesana, ia dengan cepat berlari ke arah ruangannya itu, padahal para pelayan mengikutinya dari belakang pun keheranan.
Brak...
Tanpa basa-basi Evita langsung saja membuka pintu itu dengan kencang, karena amarahnya sudah meluap begitu saja, karena tunangannya tersebut tak dapat dikabari.
Mereka tekejut pun langsung melepaskan ciuman mereka dan menatap kedatangan Evita dengan tekejut, mereka sangat ketakutan melihat kedatangan Evita.
"Si-siapa dia!" Teriak Evita yang marah saat melihat tunangannya itu mencium wanita lain, Evita mendekati mereka berdua ditempat posisi mereka berada.
"Ah dia adalah adik ku Evita-"
__ADS_1
Plak...
Belum saja Jason mengatakan perkataan bya, tetapi dengan cepat Evita menampar pipinya dengan kencang disana, semua para pelayan dan juga tak terkecuali wanita yang bersama Jason ikut tekejut.
"Mengapa kau menampar tuan Jason! berani-beraninya kau bangsawan rendahan seperti kau menamparnya!" Teriak wanita itu, wanita itu bernama Helen Nike salah satu bangsawan viscount Nike, ia adalah tunangan putra mahkota suatu keberuntungan menjadi sepertinya.
Tak semua orang mendapatkan kesempatan tersebut menjadi tunangan putra mahkota, Helen dijuliku dengan putri Helen meskipun masih berstatus tunangan, tetapi disisi lain banyak juga yang menyebut Helen saja.
"Kau adalah Helen Nike dari keluarga viscount salah satu satu tunangan yang mulia putra mahkotakan!?" Ucap Evita yang mengingat wajah Helen, Helen tersenyum licik kearah Evita.
"Wah... seperti nya kau kenal denganku ya nona Evita Raheem dari keluarga Baron rendahan." Ucapnya ia malah menyindir Evita, Evita sangat kesal mendengarnya karena keluarganya direndahkan oleh Helen.
"Jangan kau sebut keluarga ku rendahan! seharusnya kau yang dijadikan rendahan nona Helen Nike." Ucap Evita ia mempertajam matanya kearah Helen, Helen tersenyum tipis.
"Sepertinya kau sangat berani dengan ku ya nona Evita, padahal aku adalah orang yang sebentar lagi akan menjadi orang yang harus kau hormati." Ucapnya ia sangat sombong dengan statusnya sebagai tunangan putra mahkota.
"Jika kau tunangannya mengapa kau selingkuh dengannya!? bukanya orang seperti itu tak pantas untuk dihormati?" Sinis Evita ia mulai memutar kembali ucapan Helen, Helen seketika emosi karena sudah tak bisa bersabar lagi.
__ADS_1
Plak...
"Berani-beraninya kau berkata seperti itu kepada salah satu calon ratu!" Teriak Helen diruangan itu, Evita terdiam ia masih memegang pipinya yang ditampar itu. Disisi lain Jason dan Helen tersenyum melihat wajah lemah Evita.