
"Berani-beraninya kau!" Teriak nyonya kent ia ingin menampar wajah Evita, seketika tangannya itu dihentikan oleh seseorang.
Grep...
"Hentikan ibu!" Teriak Frederica ia dengan cepat memegang tangannya, agar Evita tak menampar wajahnya, Evita tekejut tentu nyonya kent pun terkejut.
"Apa yang kau lakukan Frederica! sekarang apakah kau lebih membela lady yang tidak mempuyai sopan santun ini!" Teriak nyonya kent dengan kencang, Frederica seketika terdiam rasanya ia ketakutan mendengar ibunya berteriak.
"Maafkan saya ibu, saya hanya ingin ibu tidak marah lagi, tapi tolong jangat marahi nona Evita karena nona Evita tak bersalah sebenarnya saya yang membawa beliau kekediaman, ibu marahi saja saya." Ucap Frederica dengan cepat, nyonya kent pun terdiam mendengarnya lalu ia pun duduk kembali.
"Saya tak ingin ribut dengan nyonya saya hanya ingin anda mengakui apa yang anda perbuatan karena itu membuat lady Frederica juga penasaran dengan perbuatan anda dengan lady Helen." Ucap Evita ia pun ikut duduk kembali dan mengambil posisi sempurnanya kembali.
"Ya sebenarnya saya memang melakukannya dengan lady Helen, tapi itu demi kebaikan keluarga kent dimata kekaisaran, jika tidak mungkin keluarga kent sudah jatuh dari dulu." Ucap nyonya kent yang langsung jujur tanpa ada rasa kasihan kepada Frederica.
__ADS_1
"Jadi anda menjadikan lady Frederica sebagai tumbal dalam hal ini, apakah anda mendapatkan persetujuan dari lady Frederica terlebih dahulu sebelum melakukannya." Tanya Evita matanya melirik ke arah Frederica, Frederica menahan air matanya agar tak jatuh.
"Ya memang tidak sih, tapi tidak apa-apa kan!? karena Frederica adalah anakku, aku tidak perlu mendapatkan izin darinya." Ucapnya dengan sombong. "Itu artinya anda bisa melakukan apa saja kepada lady Frederica karena itu adalah anak anda!? bukankah seperti itu seperti sama saja lady Frederica seperti boneka bagi anda?" Tanya Evita ia memiringkan kepalanya lalu tersenyum licik.
Seketika keadaan semakin sunyi tak ada pembicaraan diantara mereka, Frederica terlihat ingin menangis sedangkan nyonya kent terlihat tak peduli. "Seharusnya ibu tak melakukan ini untuk saya!" Teriak Frederica dengan kencang, suaranya bergema diseluruh ruangan.
"Apa maksudmu Frederica! ini semua adalah demi kebaikan nama keluargamu! apakah kau tidak bisa berkorban!" Teriaknya nyonya kent langsung berdiri dan mengerutkan keningnya.
"Demi keluarga!? demi keluarga apa! ibu tidak tahu bagaimana rasanya aku dikendalikan oleh nona Helen digenggamannya selama bertahun-tahun! hanya demi nama baik keluarga ini terlihat megah di depan bangsawan lainnya!" Teriak Frederica, nyonya kent seketika menampar Frederica.
Evita yang melihatnya hanya teridiam saja, ia hanya menyaksikan dan menonton pelampiasan amarah Frederica kepada nyonya kent.
"Kenapa seolah-olah kau tak menyetujui perbuatan itu Frederica!? dan mengapa kau sekarang lebih menentang perintah ibu!? apakah lady ini sudah mencuci otak mu!?" Tanya nyonya kent, seolah-olah perubahan sikap Frederica dilontarkan oleh Evita.
__ADS_1
"Mengapa nyonya kent justru memfitnah saya!? seharusnya anda sadar, jika ingin mendapatkan nama baik keluarga bangsawan dengan baik dimata lainnya, anda harus meneruskan sword master didalam salah satu keturunan anda." Ucap Evita ia pun langsung berdiri dari tempat duduknya, dan memegang pundak Frederica.
"Apa maksudmu!? jadi kalau menyuru ku untuk melatih diri Frederica menjadi sword master selanjutnya!?" Tanya nyonya kent, Evita menganggukan kepalanya.
"Lady Frederica mempunyai potensi yang sangat besar dalam generasi penerus sword master, tetapi kenapa kalian tak memberikan kesempatan kepada lady?" Tanya Evita ia tersenyum lebar, Frederica menatap kearah Evita.
"Apa!? Frederica tak akan menjadi sword master meskipun dirinya mempuyai potensi dan juga bakat itu, dia harus melahirkan keturunan dan Frederica tak pantas mendapat posisi sebagai kepala keluarga!" Teriaknya dengan kencang, Evita dan Frederica hanya terdiam saja.b"Apakah ibu merasa bahwa aku tak pantaspantas mendapatkan posisi itu?" Tanya Frederica, seketika nyonya kent terdiam ia melihat anaknya pertama kali menangis dihadapan nya.
Tes-tes-tes...
"Bu-bukan begitu maksud ibu Frederica, ibu hanya ingin memiliki cucu saja, ibu tahu yang terbaik untuk kamu-" Ucap nyonya kent ia memegang kedua bahu Frederica, Frederica menepisnya dengan kasar.
"Apa maksudnya! ibu tidak tahu apa yang terbaik untukku!" Teriak Frederica ia dengan cepat berlari kekamarnya, Evita memutuskan untuk kembali ketempat asalnya, kini rencana keduanya untuk menyingkirkan sebuah teman-teman Helen selesai.
__ADS_1
Tinggal merubuhkannya salah satu orang lagi, dan semua orang selesai memberitahu keseluruhan para bangsawan...