Yang Mulia! Cintai Saya!

Yang Mulia! Cintai Saya!
Bab 34 : Rencana Isabella #1


__ADS_3

"Maksudnya anda, lady Helen ingin membuat kekaisaran ini menjadi target musuh kekaisaran sebelah!" Teriak Evita dengan kencang, Stefan menganggukan kepalanya. "Kita harus bergerak besok!" ucap Stefan ia mengerutkan keningnya, Evita pun hanya mengiyakan saja.


"Tunggu dulu yang mulia putra, jadi yang Anda katakan didepan orang tua saya itu sebenarnya bohong belaka!?" Tanya Evita kepad Stefan, Stefan menganggukan kepalanya. "Ya, bagaimana pun juga kau harus membantu ku kan?" Ucapnya, Evita memasang wajah datarnya.


"Tetapi mengapa lady Helen melakukan hal seperti itu? bukanya itu sama saja penghianatan terhadap kekaisaran dengan membuat kekaisaran lain menyerang kekaisaran ini?" Tanya Evita, Stefan menganggukan kepalanya.


"Dari sebab itu, aku juga sudah mengajak tuan Jason dalam pesta ini!" Ucap Stefan dengan nada semangatnya, Evita membulatkan matanya.


"Apa maksud anda!? jadi tuan Jason juga ikut serta!? tetapi mengapa yang mulia! apakah mulia ingin sekali saya menderita? bukankah anda tahu situasi saya bagaimana!?" Teriak Evita dengan kencang seketika ia marah kepada Stefan.


"Bukan itu maksudku... hanya saja Helen akan terpancing dengan kedatangan Jason? sehingga jika ia terkelabui maka beberapa obat-obat racun bisa kita hentikan." Ucap Stefan yang ingin menenangkan Evita yang tengah emosi itu.


"Jangat marah lady Evita, anda tahu kan jika wajah anda itu sangat cantik dan tidak baik loh! untuk orang yang tengah hamil, jadi tenangkan diri anda, rileks saja." Ucap Stefan yang menyuruh Evita untuk duduk kembali.


"Baik mari kita jalankan sekarang!" Teriak Evita dan Stefan secara bersamaan, setelah melewati beberapa hari kemudian 1 hari telah berganti, pada pukul 11 malam ditempat kekaisaran sebelah.


Kotlak-kotlak-kotlak...


Dret...


Bruk...


"Huft... apakah obat-obatnya hanya segini saja? apakah tidak ada yang tertinggal lagi tadi?" Tanya seorang lady yang jago menunggangi kuda, wajahnya tertutup oleh hode yang ia pakai.

__ADS_1


Semua para pesuruhnya menganggukan kepalanya, dan mulai mengangkat obat-obat itu kedalam gudang bawah tanah yang sudah disediakan oleh Helen sebelumnya. "Nona untuk pembawaan para pelayan saya sudah sediakan sebanyak 20 orang pelayan... apakah tidak apa-apa?" Tanya salah satu prajurit disana.


Smirk...


"Tidak apa-apa itu sudah lebih dari cukup untuk menyebarkan obat-obat itu, dan jangan lupa sipenungang kuda itu menaruh 1 karung obat-obat itu!" Ucap Isabella dengan tegas, mereka menganggukan kepalanya dan segera melaksanakan tugas dari Isabella.


Tak ada yang tidak bisa rencana dibuat oleh nona Helen, nona Helen memang yang terbaik! aku harus melakukannya dengan baik!


Brak...


Bruk...


Trang-trang-trang...


"Kenapa disana ribut-ribut!" Bisik Isabella yang melihat kearah luar gudang, seketika membulatkan matanya, melihat keberadaan Stefan yang dengan menebas para pesuruhnya itu.


"Mengapa yang mulia putra mahkota datang ke sini! mengapa dia bisa tau tempat persembunyianku!?" Ucap Isabella ia mulai merinding sendiri, Seketika ia menyuruh susah anak buahnya untuk berlari bersama Isabella kearah berlawanan.


Drap-drap-drap...


Sing...


"Beritahu aku siapa yang ketua pengedar obat-obat ini!? JAWAB!" Ucap Stefan dengan mata merekanya yang mulai menghipnotis mereka, salah satu dari pesuruh itu terdiam ia hanya merinding ketakutan tak ingin menjawab.

__ADS_1


"Jika kau tak ingin menjawab baiklah sepertinya aku harus membunuhmu." Ucap Stefan yang mengarahkan mata pedang itu kearah leher pesuruh itu.


Tes-tes-tes....


Sing...


Patsssss....


Blam...


Seketika leher dari pesuruh itu terpotong menjadi dua bagian, sehingga kepalanya terlempar kearah lain, darah terus mengalir dengan cepat, Stefan melihat banyak sekali obat-obat disana yang diletakkan didalam gudang dan juga kereta kuda.


"Cepat bawa obat-obat ini kekaisaran sekarang, lalu minta ahli sihir meneliti obat-obat ini." Suruh Stefan kepada para prajurit yang ia bawa, mereka melaksanakannya dan kembali membawa obat-obat itu balik.


"Sepertinya lady itu lari ya!? seharusnya kau tidak lari I-sabella..." Ucap Stefan ia menajamkan mata merahnya itu ditengah kegelapan.


Kuk-kuk-kuk...


"Sial-sial-sial! mengapa rencanaku bisa gagal dan mengapa yang mulia putra mahkota juga bisa tahu aktivitas yang akan aku lakukan dengan nona Helen!" Bentak Isabella dengan kesal ia menginjak-injak tanah itu dengan kasar, para pesuruh itu hanya menundukkan kepalanya saja dengan rasa takut.


"Aku harus mengabari nona Helen karena pestanya akan diselenggarakan 1 hari lagi, jadi aku tidak boleh membuang-buang waktu!" Ucap Isabella dengan tegas, ia mulai menggunakan sihir miliknya dan memanggil seekor burung gagak hitam kegelapan.


"Gagak hitamku yang baik petsssss... kirimkan pesan kepada nona Helen bahwa rencananya gagal, sekarang hanya ada satu cara, sisa dari obat-obat itu akanku berikan kesebagian orang saja bagaimana?" Bisik Isabella dengan burung gagak hitam itu, dan dengan cepat burung gagak itu pergi meninggalkan Isabella dan terbang jauh menuju kediaman Nike.

__ADS_1


Endus-endus...


Sepertinya seseorang tengah menggunakan sihir disini!?


__ADS_2