Yang Mulia! Cintai Saya!

Yang Mulia! Cintai Saya!
Bab 38 : Isabella Di Hukum Mati #1


__ADS_3

Tak-brak...


Seketika Isabella jatuh karena tersandung batu disana, sehingga membuat kakinya keseleo. "Akh! ah! sialan! mengapa ada batu segala sih!" teriak Isabella ia memijat-mijat kakinya itu, tetapi matanya tiba-tiba saja melihat sebuah bayangan besar lalu Isabella mengangkat kepalanya ke atas. "Kena kau!"


"Ah! tuan duke Jason tolong lepaskan saya, saya mohon, anta tahukah jika saya adalah teman sekaligus sahabat dekat nona Helen?" Ucap mohon Isabella kepada Jason, karena Jason tanpa ampun menarik tangannya dengan keadaan kakinya yang pincang itu.


"Aku tidak bisa membiarkanmu, dan sepertinya juga terdengar suara jeritan dari dalam tempat pesta berada, kau pasi sudah melakukan sesuatu terhadap pesta itu kan?" Ucap Jason ekadame Isabella, Isabella berusaha memberontak dati Jason katsna terus ditarik sehingga membuat lengannya sedikit kesakitan.


"Tuan duke Jason anda seharusnya menariknya dengan perlahan-lahan! tangan saya sangat sakit!" Teriak kesal Isabella di sepanjang jalan sangat berisik dan cerewet tetau Jason tak menanggapi perkataan nya itu.


Drap-drap-drap...


"Dimana para pelayan semua disini nenek?" Tanya salah satu seorang nenek yang menjabat sebagai kepala pelayan di istana Gavrel. "Mereka semua sudah dibawa pergi oleh para pengawal kaisar karena insiden yang baru saja terjadi nona." Ucap nenek itu dengan raut wajah cemasnya.


Seketika Evita dan juga Stefan saling menatap satu sama lain lalu segera pergi dan kembali ketempat pesta dansa itu. "Jadi siapa yang membawa jus anggur itu!" Teriak kaisar Gavrel dengan raut wajah kesalnya, semua para tamu ikut mengerutkan keningnya.

__ADS_1


Para pelayan ikut menundukan kepalanya sambil bergidik ketakutan mendengar suara kaisar yang dengan kencang hingga membuat ruangan itu bergema. Disaat itu juga Evita dan juga Stefan datang tepat waktu sebelum kaisar marah.


"CEPAT JAWAB!" Teriak kaisar dengan wajah marahnya, sepertinya kali ini pelakunya akan mendapatkan hukuman, dan disaat itu juga muncul Jasn beserta Isabella dengan raut wajahnyanya yang sepertinya kelelahan.


Tuk-tuk...


"Yang mulia putra mahkota! lihat itu Isabella yang mulia! dia muncul bersama tuan duke Jason, mengapa tiba-tiba Isabella ditarik paksa oleh tuan duke Jason?" Bisik Evita yang langsung menggoyangkan bahu Stefan dengan cepat sehingga melirik kearah Jason dan Isabella seperti yang dikatakan oleh Evita.


"Kita harus mendekati kepada mereka cepat!" Bisik Stefan dengan cepat lalu Evita menganggukan kepalanya sambil mengerutkan keningnya.


Seketika bola mata Helen melirik kearah Stefan dan juga Evita yang tengah mendekati Isabella dan juga Jason di sana. "Apa! mengapa Isabella berada disana! sialan seharusnya dia kan tidak ada disini kan! ger!!" Gumamnya lagi, ia segera mendekati mereka dengan berjalan berlahan-lahan.


Semua orang sibuk mendengar ocehan kaisar dan memarahi serta mengancam para pelayan disana untuk berkata jujur, untungnya saja Helen bisa menghindari dari para tamu lainnya itu.


"Sekarang mengapa keadaannya menjadi seperti ini?" Gunanya Jason sendiri melihat situasi didepan sana, seketika itu juga Stefan menepuk-nepuk bahu Jason, lalu Isabella dan Jason terkejut dan membulatkan matanya.

__ADS_1


"Jason! boleh kah kau memberikan Isabella kepada kami!?" Ucap Stefan dengan wajah kesalnya, Jason melirik kearah Evita, ia justru malah memasang wajah datarannya.


"Ba-baiklah yang mulia, sekarang Isabella kau harus dibawa oleh yang mulia putra mahkota." Ucap Jason ia melepaskan tangannya dari Isabella, Isabella merinding ketakutan melihat wajah Stefan da Evita yang sama-sama menyeramkan, disisi lain Helen berusaha untuk mengejar Isabella.


"Tu-tunggu! mengapa kalian tiba-tiba membawa Isabella!? dia adalah temanku! jangan kalian lukai dia!" Teriak Helen ia secara sontak saja mengatakan hal itu karena ia panik jika Isabella dibawa oleh Stefan.


"Maafkan kami lady Helen, tapi kami harus meminjam teman anda ini untuk melakukan sesuatu, dan juga anda seharusnya mendukung keputusan yang mulia putra mahkota, karena ini semua rencana yang mulia putra mahkota kan? tetapi.... mengapa anda tidak mendukung rencana yang mulia putra mahkota? bukankah.... anda adalah tunangan yang mulia putra mahkota!?" Ucap Evita tatapan tajam nya ke arah Helen membuat Helen tak bia berkata apa-apa lagi, karena kedua laki-laki itu hanya terdiam saja sambil menatapnya dengan tajam dan curiga.


"Ba-baiklah kalian boleh saja membawanya." Ucap Helen ia hanya berpasrah saja saat ini, Isabella yang mendengarnya bahwa nona yang ia percaya justru malah membiarkannya pergi.


"Nona Helen, mengapa Anda tidak membantu saya!" Jerit kecil Isabella dengan mata tajam dan juga marahnya, Helen mengerutkan keningnya dan menajamkan matanya, lalu setelahnya ia membuang wajahnya kearah lain.


Nona Helen mengapa anda melemparkan masalah ini kepada saya!


Hik... kenapa!

__ADS_1


__ADS_2