Yang Mulia! Cintai Saya!

Yang Mulia! Cintai Saya!
Bab 46 : Pembalasan Penghianat (END)


__ADS_3

"Tetapi mengapa kau tidak memberitahuku Evita!? MENGAPA KAU LEBIH MEMBERI TAHU YANG MULIA PUTRA MAHAKOTA!?" Ucap Jason, ia dengan cepat berjalan mendekati Evita dan memegang tangannya lalu mengusapnya dengan pipinya itu. Saat itu juga Evita tekejut dan membulatkan matanya melihat tangannya dielus seperti itu.


Pats...


Plak...


Seketika gerakan tangannya sungguh cepat, Evita menepis tangannya dan langsung menamparnya dengan kencang , seketika itu juga semua orang tekejut. Jason hanya mematung diam ia tak bisa mengatakan apa-apa lagi, rasanya sangat malu.


"UNTUK APA ANDA MELAKUKAN INI! SAYA TAK AKAN PERNAH MENERIMA ANDA!" Teriak Evita dengan kencang, suaranya sendiri yang bergema Jason masih tetap berada di posisinya.


"Tetapi mengapa kau tidak memberi tahuku lady Evita?" Tanya Jason wajah nya berubah menjadi seseorang yang sangat lesu dan merasa bersalah.


"KAU TIDAK PERLU BERPURA-PURA! AKU TIDAK AKAN PERNAH MEMBERI TAHUMU SOAL ANAK INI! AKU AKAN MENYEMBUNYIKANNYA SELAMANYA! KAU INGAT ITU! SELAMANYA!" Teriak Evita ia mulai jengkel dengan wajah dan juga sikap tulus Jason kepadanya.


"SETELAH SEMUA PERBUATANMU!? APAKAH MUNGKIN AKU AKAN MEMAAFKANMU! BERSELINGKUH DENGAN LADY HELEN! DAN JUGA TIDAK MEMPUNYAI RASA BERSALAH! hiks-hiks-hiks..." Teriak Evita, tetapi ia tak bisa lagi menahan tangisannya itu lalu air mata itu meluncur saja, sehingga membuat Dinda tekejut.

__ADS_1


"Nona! apa nona baik-baik saja? seharusnya nona jangan berteriak-teriak." Ucap cemas Dinda yang langsung memegang punggung Evita, beserta ibunya yang berada disampingnya itu. Evita membalasnya dengan gelengan kepala.


"Ku katakan sekali lagi, jangan kau menganggap bahwa ini anakmu! selamanya aku tidak akan pernah menganggapmu sebagai ayah dari anak ini!" Ucap Evita, seketika itu juga tubuhnya langsung pingsan tanpa aba-aba, lalu segera itu juga Stefan mendekati Evita beserta beberapa orang lainnya untuk menolong Evita.


"Cepat bawa lady Evita keruangan kamarku sekarang!" Ucap suruh Stefan, lalu mereka mulai membawa Evita, Dinda dan nyonya Raheem mengikutinya dari belakang.


Lalu keheningan sempat terjadi, sehingga membuatnya tak bisa berkata apa-apa lagi, semua orang justru kasihan dengan Evita karena sudah berbulan-bulan merawat anaknya seorang diri tanpa ada orang yang tahu, selain Dinda.


"Tuan duke Jason, sepertinya kau berselingkuh dengan tunangan putra mahkota, astaga lancang sekali anda!" Teriak baginda ratu yang merasa kesal dan marah, dan disatu sisi ia merasa jijik dengan Helen.


Disisi lain, Evita terbangun dari pingsannya, rasa nyeri dari belakang tubuhnya dan juga rasa sedikit pusing dikepalanya membuatnya tak bisa duduk dengan benar.


"Nona Evita! apakah keadaan anda baik-baik saja!? apakah anda tidak terluka? atau apakah ada yang masih sakit!?" Ucap cemas Dinda, Evita menggelengkan kepalanya lalu memeluknya dengan erat. "Terimakasih banyak Dinda kau telah merawatku dan anakku dengan baik berkatamu." Ucap Evita ia meneteskan air mata Dinda mengerutkan keningnya lalu tersenyum.


"Tidak masalah, karena saya siap melayani nona dan setia kepada nona." Ucap Dinda, ia mengelus-elus punggungnya. "Nona! apakah nona Evita baik-baik saja!" Teriak Frederica yang tiba-tiba saja menyelono masuk kedalam karena khawatir melihat keadaan Evita.

__ADS_1


"Dame Frederica, iya saya tentu baik-baik saja, oh dari mana saja anda?" Tanya Evita, Frederica terdiam sebentar. "Saya baru saja membawa tuan duke Jason dan juga nona Helen ketempat penjara bawah tanah, karena pengeksekusian dan hukum sudah baginda kaisar tentukan." Ucapnya.


"Memang mereka mendapat hukuman apa!?" Lalu Frederica mendekati kepada Evita."Kalau nona Helen dihukum pegal mati, dan kepalanya digantung dipintu gerbang kekaisaran, lalu tuan duke Jason karena kontribusinya sangat penting bagi kekaisaran sehingga baginda memutuskan untuk menghukumnya, bahwa gelar nama Dionyus akan dicabut, dan kekaisaran memotong semua dana kontribusi sebesar 70%"


"Apa!? lady Helen dihukum mati!?" Frederica hanya menganggukan kepalanya saja. "Aku harus menemuinya sekarang dipenjara bawah tanah." Ucap tekad Evita, ia kini bangun dari kasurnya itu, tetapi Dinda menghentikan tindakannya.


"Untuk apa nona kesana!? dan yang paling terpenting bahwa penjara bawah tanah kekaisaran itu sangat dingin, nona bisa sakit nantinya!" Ucap Dinda yang kini ia marah-marah lagi seperti biasanya. "Aku tidak akan lama-lama ko, aku hanya ingin melihat keadaannya saja." Ucap Evita memohon kepada Dinda.


"Huh... baiklah kali ini saya akan mengizinkan nona pergi tetapi dame Frederica harus menemani anda!" Ucap tegas Dinda kepada majikannya, Evita menganggukan kepalanya, dan segera pergi kepenjara bawah tanah kekaisaran.


Tak-tak-tak...


"Helen..." Lalu saat itu juga Helen yang tengah duduk diam didalam kegelapan dengan kepalanya yang tertunduk pun melihat kearah sumber suara itu.


Akhirnya selesai juga novel ini, terima kasih para pembaca yang sudah berniat untuk membaca novel receh ini ^w^

__ADS_1


Besok akan up bab extra ditunggu ya... THANKS...


__ADS_2