Yang Mulia! Cintai Saya!

Yang Mulia! Cintai Saya!
Bab 23 : Permohonan Frederica #2


__ADS_3

"Jadi kau hanya dimanfaatkan oleh ibumu seperti barang agar keluargamu tetap menjadi terkenal dipergaulan kelas atas, dengan cara kau menjadi sahabat lady Helen dan kau dijadikan oleh pembantunya." Ucap Evita deng dengan jujur ia pun membenarkan posisi duduknya dengan anggun.


"Me-mengapa nona Evita mengetahui soal ini? padahal saya hanya tau bahwa ibu saya menyuruh saya harus bersahabat dengan nona Helen, makanya sebab itu saya sedikit tertekan." Ucap Frederica, Evita mengerutkan keiningnya. "Jika keluarga mu dianggap bangsawan tetapi tak mempuyai pondasi apapun untuk kekaisaran, bukankah sebaiknya dihancurkan saja?" Ucap Evita, Frederica tekejut jantungan tiba-tiba berdegup dengan kencang.


"Makanya dari sebab itu nyonya Kint hanya ingin pondasi itu lebih kuat, tanpa memikirkan pendapat anda, tetapi ayah anda juga menyetujui hal itu." Frederica tak bergerak sama sekali ia hanya mematang diam mendengar perkataan Evita, air mata langsung jatuh dari matanya.


"Saya hanya ingin memberikan penukaran informasi saja, jika lady mau... dan jika tidak saya harus membawa surat kontrak ini kedalam pengadilan dan mungkin saja tuan Gilberto akan memutuskan pencabutan gelar bangsawan." Evita tersenyum lebar lalu ia menundukkan kepalanya menatap Frederica dengan tajam.


Deg-deg-deg...


"Ba-baiklah saya akan menukarnya, jadi apa yang anda ingin kan, saya akan memberikan tetapi tolong jangan berikan surat kontrak itu-" Ucap Frederica dengan gugup, Evita menatap nya sehingga membuat Frederica ketakutan.

__ADS_1


"Kau hanya mengatakan kepada lady Helen selama ini kau tidak nyaman dengannya dan juga selama ini kau selalu tertekan akan perintah nya, kau boleh saja berteriak-teriak didepannya, tetapi aku akan membantu mu agar nama baik mu tidak tercoreng, bagaimana?" Tawar Evita, Frederica teridiam sejenak lalu ia menganggukan kepalanya, lantas ia memeluk Evita dengan cepat.


"Kau juga manusia bukan alat agar nama baik keluargamu baik-baik saja, kau bisa melakukan kau hanya mengatakan hal sejujurnya kepada Helen nantinya, dan tentang saja aku akan membantu mu untuk mengatakan nya ok." Ucap Evita ia mengelus kepala Frederica, Frederica menganggukan kepalanya Evita mengerutkan keningnya.


Satu orang dari milikmu sudahku rebut Helen, sekarang bagaimana dengan nama baik mu di hadapan kaisar dan juga putra mahkota nanti!? tanpa Frederica yang otaknya jenius membuat sebuah rencana ini semuanya kau bukanlah apa-apa...


Frederica adalah anak jenius dari kecil tetapi ia selalu berpura-pura bodoh dan lugu, sang ibu yang mengetahuinya memanfaatkan Frederica untuk membantu Helen, dan juga mendapat imbalan bahwa keluarga mereka akan tekenal dipergaulan kelas atas meskipun tak memiliki kontribusi apapun.


Rencana dan otak ide Frederica membawa Helen kepada putra mahkota dan juga tuan duke Jason, ia mengengam kedua pria itu berkata Frederica yang membimbingnya, dan diperlakukan tak adil bagi Frederica.


"Mana ada perempuan yang jadi sword master lady Evita, saya tak ingin menjadi apapun saya hanya ingin belajar saja." Ucapnya, Evita menggelengkan kepalanya "Tubuh mu sangat cocok sebagai sword master, aku akan mendaftarkan namamu ya, ets! jangan menggelak kau mengerti!" Ucap Evita seperti seorang majikan yang tengah memerintah peliharaannya itu.

__ADS_1


"Besok lady Frederica datanglah kekediaman Raheem besok, dan kita akan berangkat bersama kekediaman keluarga Nike anda mengerti?" Frederica menganggukkan kepalanya dan mengerti, Evita pamit untuk kembali kerumahnya.


Bruk...


"Hah sungguh melelahkan hari ini." Gumam Evita matanya menatap ke arah langit-langit kamarnya.


"Nona Evita sebaiknya anda minum susu terlebih dahulu, atau setidaknya makan." Ucap Dinda ia membawa nampan berisikan makanan dan juga susu di atasnya. "Dinda bagaimana dengan keluarga Viongozi apakah mereka mendapat hukuman yang selalu dikatakan tuan Gilberto?" Tanya Evita, Dinda mengangguk kepalanya dengan cepat.


"Sepertinya Viona sangat menyesal melakukan hal itu nona, ia sampai memohon bantuan kepada saya nona." Ucap Dinda ia menaruh makanan dan susu itu diatas meja, Evita menatap langit sore berwarna oranye itu.


Bagaimana dengan rencana yang mulia putra mahkota ya!? apakah rencananya akan berhasil?

__ADS_1


"Hutang harus dibayar dengan nyawa kan!? dan nyawa juga selalu dibayar dengan uang kan!? sekarang lunasi semua hutang-hutang kalian kepada pihak kekaisaran sekarang! karena sepertinya kaisar tak bisa menahanmu lagi tuan Cashier Eastron." Ucap seseorang yang seperti nya ingin menagih hutang kepada keluarga Eastron.


Baiklah episode berikut aku akan membahas soal Cashier Eastron itu siapa, sampai jumpa besok...


__ADS_2