Yang Mulia! Cintai Saya!

Yang Mulia! Cintai Saya!
Bab 14 : Pilih Dia Atau Ikuti Aku #2


__ADS_3

"I-iya yang mulia putra mahkota." Ucapnya dengan ragu-ragu, sekarang nyawanya tengah diambang kematian. "Kau tahu siapa yang diselingkuhi oleh Jason!?" Tanya Stefan, Fertell menganggukkan kepalanya dengan cepat.


"Iya saya tahu, saya mengetahuinya!" Teriaknya karena ia ketakutan, Stefan menjauh darinya dan kembali ketempat duduknya semula, sehingga tatapan Stefan sedikit membaik dari sebelumnya.


"Baiklah kau harus menjadi bawahanku selama aku tidak ada diistana, kau harus mengerjakan sebagian dari tugasku, kau mengerti! sekarang kau kirimkan surat kepada keluarga Dionyus." Ucap Stefan dengan panjang lebar, Ferrell menganggukkan kepalanya lalu ia segera pergi dari ruangan itu.


"Baiklah seperti yang kau tahu kan, aku akan membahas soal apa?" Tanya Helen kepada Viona, Viona menundukkan kepalanya dan menganggukkan kepalanya saja tanpa berbicara.


"Mengapa kau secara tiba-tiba memberikan surat agar aku tidak bisa bekerja sama lagi dengan toko pakaianmu itu!?" Ucap sinis Helen, Viona meneguk ludahnya lalu menyeramkan tangannya.


"Sa-saya hanya ingin bisa sukses sendiri nona Helen, dan saya ingin membangun toko pakaian itu tanpa bantuan nona." Ucapnya dengan ragu, lalu Helen yang mendengar nya justru tertawa.


Hahahhaa... Hahahahhaa....


"Astaga kau sangat lucu sekali Viona, kau tahu kan pertama kali yang ingin membantu peminjaman keuangan agar toko pakaianmu bisa lebih berkembang kan keluargaku!? keluarga Nike!" Ucap Helen dengan tegas, Viona haya terdiam saja tanpa suara.


"Seharusnya kau lebih tahu diri, jika keluarga Nike tidak membantu mendorong toko pakaianmu sampai mempuyai cabang diberbagai tempat mungkin kau tidak akan bisa sesukses ini!" Ucap Helen lagi ia semakin kesal dan juga marah.

__ADS_1


"Kau tahu kan... jika aku kehilanganmu maka pionku satu-satunya yang sangat berharga itu sangat menyakitkan..." Helen semakin menekan Viona, Viona meneruskan kening nya dan menatap kearah Helen dengar berani.


"Maksud nona Helen apa!? mengapa nona Helen mengatakan pion!?" tanyanya, Helen menatap kearahnya "Karena kau adalah pion caturku yakin berharga, astaga aku tidak menyangka bahwa kau sudah direbut oleh seseorang" Ucapnya yang seolah-olah tahu apa yang dilakukan oleh Viona.


"Siapa yang menyuruhmu untuk melakukan tindakan bodoh ini Viona... tolong jawab yang jujur." Ucap Helen sembari tersenyum tipis, Viona meneguk ludahnya. "Yang menyuruh saya adalah lady Evita-" Ucap Viona, tetapii belum saja ia selesai berbicara tiba-tiba Helen melemparkan gelas kelantai.


Prang...


Brak...


"SIAPA KAU BILANG! EVITA!? DIA YANG MELAKUKANNYA, SEHINGGA KAU MENURUT APA KATANYA!?" Teriak Helen ia menatap tajam kearah Viona sambil memegang lengan Viona dengan kencang.


"APA YANG MEMBUATMU TAK HISA BERKUTIK DARI ANCAMANNYA!" Teriak Helen kepada Viona, Viona semakin ketakutan ia baru pertama kali melihat mata ungu pekat Helen membuatnya takut.


"Sa-saya di-diancam jika saya tidak melakukan apa yang diinginkan olehnya, maka hubungan gelap saya dengan tuan-" Ucap Viona lagi-lagi terpotong karena Helen langsung mendorongnya jatuh kelantai.


Brak...

__ADS_1


"DASAR PION YANG TIDAK BERGUNA KAU! HANYA KARENA HAL ITU KAU SAMPAI SEPERTI INI!" Teriak Helen, sepertinya ia sudah berpasrah dengat Helen, karena surat tersebut sudah ada tanda tangan resmi Viona dan juga sudah tertanda cap dikertas itu.


"Maafkan saya nona Helen, saya sungguh minta maaf hiks-hiks..." Ucap Viona dengan nada lirih, ia meneteskan air mata disana, sekarang keadaan Viona semakin buruk, Helen hanya duduk dengan pose seperti antagonis dan tak memperdulikan perkataan Viona.


Sekarang kau keluar dari RUMAH INI! DAN JANGAN LUPA KAU MEMPUYAI UTANG KEPADA KELUARGA KU LALU JUGA AKU AKAN MEMBONGKAR HUBUNGAN GELAP MU KEPADA SEMUA ORANG!" Teriak Helen ancamannya tak main-main lagi, Viona yang melihatnya terkejut dan ia menggelengkan kepalanya.


"Jangan tolong jangan beritahu hubungan saya nona Helen, saya mohon!" Teriak Viona ia memegang kaki Helen, Helen yang melihatnya pun langsung menendang Viona tanpa perasaan sedikit pun.


"Aku tidak akan memberitahu hubungan gelapmu, tetapi lihat saja aku akan membuatkau dan seluruh keluargamu tidak akan bisa mendapatkan nama bangsawan lagi!" Bisik Helen tepat ditelinga Viona, Viona pun diusir paksa oleh pelayan keluarga Nike.


"Tidak! saya mohon jangan lakukan ini kepada saya nona Helen! saya mohon nona! saya mohon...." Teriak Viona sampai suaranya bergema di ruangan Heken, Helen menutup telinganya laku berjalan kearah luar jendela kamarnya.


Grep!


Tangan Helen memegang erat gagang besi jendelanya itu, dan mata ungunya terlihat seperti seseorang yang sedang marah sekarang.


Sepertinya kau tidak mau aku bahagia ya Evita!? tunggu pembalasanku!

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2