Yang Mulia! Cintai Saya!

Yang Mulia! Cintai Saya!
Bab 29 : Bakat Dan Rahasia #2


__ADS_3

Tinggal merubuhkannya salah satu orang lagi, dan semua orang selesai memberitahu keseluruhan para bangsawan...


"Hah... akhirnya sudah selesai juga, dan pastinya lady Helen akan mengirimkan surat kepada nyonya kent, dan memutuskan untuk tak bekerja sama lagi." Ucap Evita ia langsung saja melepas semua pakai gaun beratnya itu dan membaringkan tubuhnya dikasur.


"Nona Evita sangat lama sekali pulang, seharusnya anda tahu bahwa kondisi anda mulai tak stabil karena terus mual." Ucap Dinda, Evita tak ingin mendengar ocehan Dinda lagi.


"Hah, tolong jangan marahi aku lagi Dind-" Ucap Evita tetapi ia memotong perkataannya itu dan seketika mual pun mulai terasa.


Huek! huek! huek!


"Seharusnya anda juga lebih tahu bagaimana kondisi tubuh anda, sekarang nona harus lebih banyak istirahat karena nona sudah menjalani ini selama 2 bulan, tuan dan juga nyonya juga sangat menghawatirkan anda." Ucap Dinda ia sangat jujur dan juga memutar kejadian yang dialami Evita.


Flashback On


"Evita mengapa sepertinya perutmu semakin besar? apakah kau sedang sakit, biar ibu bawakan dokter kerumah?" Tanya nyonya Raheem, Evita yang makan diruang keluarga pun tekejut dan menggelengkan kepala.

__ADS_1


"Saya tidak apa-apa ibu, saya hanya ingin makan banyak dari biasanya hahahah." Ucap Evita yang ingin membohongi kedua orang tuanya itu. "Apakah kau yakin Evita!? sepertinya kau juga hari ini banyak sekali makan? apaka kau benar-benar tak sakit?" Tanya ayah Raheem, Evita menggelengkan kepalanya.


Setelah beberapa menit kemudian Evita pun dengan terburu-buru masuk kekamarnya, Dinda yang melihatnya hanya bisa menghela nafasnya.


Flashback Off


"Seharusnya nona memberitahu saja kepada tuan dan nyonya, agar tidak menimbulkan permasalahan-" Ucap Dinda tetapi Evita langsung mengencangkan suara muntahnya itu segini membuat Dinda sedikit cemas.


"Seharusnya kau jangan berkata seperti itu, seharusnya kau huek! mengatakan hal yang baik-baik saja huek!" Teriak Evita dari kamar mandi, Dinda terdiam lalu berbicara kembali. "Mengapa saya harus mengatakan hal itu? tuan dan nyonya juga selalu mengatakan hal itu kepada saya setiap saat 'Apakah nona Evita baik-baik saja!? tetapi saya hanya bisa menganggukan kepalanya' Seharusnya disaat itu anda juga harus membantu saya!" Teriak Dinda dengan kesal, karena menang kedua orang tua Evita mulai mencurigainya sejak minggu terakhir.


Brak...


"Apa kaisar memotong dana yang diberikan oleh serikat dagang Dionyus!?" Teriak Eastron dengan kencang diruang kerja nya itu, sekarang semua orang yang menjadi tangan kanannya hanya bisa terdiam.


"I-iya tuan Eastron, sepertinya kaisar sudah sedikit kesal karena tunggakan hutang, saya sungguh minta maaf karena saya memang tidak becus bekerja tuan Eastron!" Teriak Yosa salah satu tangan kanan Eastron untuk bisa menjalankan asosiasi dagang.

__ADS_1


"Huft.... sepertinya ini semakin serius aku harus segera pergi kekediaman Dionyus sekarang dan memberitahu kabar ini." Ucap Eastron ia dengar cepat pergi kekediaman Jason.


"Tuan! tuan Eastron ingin bertemu dengan anda dan sekarang beliau sangat marah tuan!" Teriak pelayan yang memberitahu kepada Jason yang tengah mengurus beberapa rencana pembangunan wilayah baru.


"Untuk apa dia datang kembali dan membuat keribut seperti ini!?" Gumam Jason, ia dengan segera pergi mendatangi Eastron. "Ada apa ini Eastron? mengapa kau seperti orang yang tengah kesal dan marah?" Tanya Jason yang langsung berjalan terburu-buru kearahnya.


"Argh! bagaimana aku tidak mara tuan Jason! anda tahu kan! kaisar memotong dana yang selalu diberikan setiap tahunnya menjadi lebih sedikit! kaisar memotong 20% dari dana yang telah diberikan, padahal dana sebelum nya kan hanya diberikan 80%!" Teriak Eastron dengan kencang ia marah-marah sambil berdiri.


"Jadi kaisar memotong 20% dari dana 80%? mengapa beliau tiba-tiba saja langsung memotong dana itu!? bukankah kaisar juga sangat mendukung penjualan ekspor dan impor tambang ini kekaisaran lainnya!?" Tanya Jason ia langsung membuat matanya, Eastron memberikan surat pernyataan dan surat dana yang diberikan untuk mereka tahun ini.


"Apa ini!? mengapa disini terlihat tanda tangan yang mulia putra mahkota yang menandatanganinya dan mengecapnya!?" Tanya Jason, Eastron yang mendengarnya ikut penasaran dan ikut melihat cap dan tanda tangan itu.


"Ini memang benar ini memang tanda tangan beliau dan juga cap khas yang mulia putra mahkota!?" Teriak Eastron, Jason mengerutkan keningnya. "Apa jangan-jangan kaisar menyerahkan kegiatan ini kepada yang mulia putra mahkota!? dan berencana untuk menghancurkanku!?" Gumam Jason ia terus memandangi surat itu.


"Apakah dia sudah membacanya?" Tanya seseorang yang tengah duduk bersantai, salah satu pelayan menganggukan kepalanya, seketika orang tersebut tersenyum licik, orang itu adalah Stefan.

__ADS_1


__ADS_2