
Me-mengapa mereka memperebutkan lady Evita yang tak seberapa itu sih!? dan mengapa yang mulia tiba-tiba peduli dengan lady Evita!? argh!
"Cu-cukup! kalian berdua berhenti!" Teriak Evita dengan kencang, sehingga membuat kedua pria itu menatap kearah Evita dengan wajah emosi dan marahnya.
"Mengapa kalian berdua jadi bertengkar seperti ini!? seharusnya saya tidak setuju datang ke pesta ini jika seperti ini." Ucap kesal Evita ia pun memutuskan untuk bergabung kepada para lady lainnya yang sama-sama tak mempuyai pasangan satu sama lain disisi meja.
"Baiklah sepertinya yang mulia putra mahkota harus berdansa bersama nona Helen, saya permisi terlebih dahulu." Ucap Jason dengan keadaan kesal ia pergi keluar dari ruangan pesta itu, sedangkan Helen menatapnya dengan wajah kesal.
"Hah... baiklah ayo kita berdansa lady Helen." Ucap Stefan ia melontarkan sedikit senyuman tipis kepada Helen, Helen pun mengulurkan tangannya dan mulai berdansa dengan iringan lagi yang sudah sedikit tertinggal jauh.
Tap-tap-tap...
Hutf... apa-apan tadi itu!? astaga aku sekarang tak ingin berada disini, karena pasti sebagian tamu sudah melihat kejadian itu, agrh!
"Lady Evita bukan?" Tanya slaha satu lady yang tiba-tiba saja mengejutkan Evita dengan cara duduk didepan Evita yang tengah bengong. "Ah... iya, saya lady Evita dari keluarga Raheem." Ucap Evita dengan gugup karena baru pertama kali seseorang mengapanya dari kekaisaran lain.
__ADS_1
"Wah... astaga saya baru pertama kali melihat lady disini? apakah lady tamu dikekaisaran ini?" Tanya lady itu lagi, Evita memandang wajah lady itu.
Lady itu sungguh-sungguh sangat sederhana dibandingan dirinya yang terlihat sederhana didepan semua orang, terkait sifatnya yang cepat bergaul dan juga ceria membuat Evita sedikit iri dengan lady itu.
"Iya, saya disini tamu, oh iya maaf saya lancang bertanya lady... siapa nama anda lady?" Ucap Evita kepada lady itu, lady itu tiba-tiba memasang raut wajah tekejutnya. "Astaga maafkan saya lady Evita, sepertinya sayang sangat tidak sopan kepada anda, sampai saya lupa memperkenalkan diri saya." Ucap lady itu, ia tiba-tiba saja bangun dari duduknya.
"Perkenalkan lady Evita, saya Joana Gavrel, saya adalah anak dari yang mulia kaisar tapi simpanan sih hehehehe." Ucapnya dengan cepat, Evita mengerutkan kening nya "Maksudnya anda, anda adalah anak dari yang mulia kaisar Gavrel!?" Tanya Evita dengan penuh kejut.
"Tapi tunggu dulu, maksudnya anda simpan apa lady!? apakah anda anak angkat yang mulia kaisar Gavrel?" Tanya Evita yang penasaran mengapa Joana mengatakan hal itu.
"Saya memang seperti biasa perkenalan seperti itu lady, semua orang pun jika tak mengenal nama saya, saya selipkan kata-kata itu di belakang nama saya." Ucapnya dengan penuh bangga tetapi berbeda dengan Evita ia justru seperti ada yang aneh dengan kata-kata itu.
"Tetapi mengapa kau melakukannya lady? bukanya itu sama saja kau membuat nama baikmu saat pertama kali itu buruk?" Tanya Evita kepada Joana, Joana menutup mulut Evita dan membisikan sesuatu.
"Sit... lady Evita tolong jangan kencang-kencang membahas soal ini, soalnya yang mulia kaisar dan keluarga saya tidak ada yang mengetahui nama belakang saya ini, jadi tolong hika bisa sembunyikan saya." Ucap Joana setelah membisikan itu ia langsung duduk disamping Evita.
__ADS_1
"Tapi mengapa kau mengatakan kau adalah anak kaisar simpan!? seharusnya anda tidak boleh berkata seperti itu." Ucap Evita dengan wajah seriusnya, tetapi Joana hanya mengaduk-aduk kue yang berada diatas meja itu.
"Oh... saya tahu, karena saya memang benar anak simpan kaisar saja, ibu saya adalah seorang selir simpanan saja, sebelum ratu sakit kaisar berhubungan dengan ibu da mengangkat ibu saya menjadi selir." Ucapnya dengan santai, ia langsung mengunyah makanan itu kedalam mulutnya itu.
"Selir!? maksud anda istri simpanan kaisar? tetapi tetap saja anda itu adalah anak asli kaisar." Ucap Evita sepertinya ia terbawa-bawa dengan perkataan Jason seperti orang serius.
"Ibu saya mengatakan hal itu kepada saya, bahwa ibu saya adalah simpanan, jika ibu saya mengatakan dirinya simpanan bukannya saya anak ini juga ikut menjadi simpanan hehehe, tetapi saya sangat bersyukur karnea saya bisa makan dan juga memakai gaun mewah layaknya seperti bangsawan." Ucap Joana yang sepertinya sangat mengerti bahwa banyak sekali anak yang tak seberuntung dirinya.
Evita seketika terdiam tak mengatakan apa-apa lagi. "Apakah lady bisa mengantarkan saya kepada ibu anda?" Tanya Evita kepada Joana, Joana menganggukkan kepalanya dan mulai berdiri dari duduknya, ia berjalan dengan elegan didepan Evita sambil menuntut Evita.
Sesampainya ditempatkan yang ditujukan, Evita dan Joana berada disebuah kamar yang tidak terlalu besar seperti kamar kaisar da juga ratu, Evita dan Joana masuk kedalam kamar itu, Evita tekejut melihat ibu Joana yang berada dikamar dengan mulutnya yang sudah dipenuhi darah.
Deg!
"I-ibu! ibu mengapa ibu bisa seperti ini!" Teriak Joana dengan cepat ia langsung berlari kearah ibunya itu, dan melihat kondisi ibunya itu, sedangkan Evita berjalan mendekati meja rias yang berisikan banyak obat-obat disana, dan salah satunya sebuah jus anggur yang diletakkan disana.
__ADS_1