Yang Mulia! Cintai Saya!

Yang Mulia! Cintai Saya!
Bab 42 : Kegilaan Helen #1


__ADS_3

"Katanya harus disentuh saja sih?" Gumam Helen lalu ia melakukannya, memasukan tangan itu kedalam kotak itu, seketika sebuah asap hitam mengelilingi tangannya.


Argh! argh! argh!!!!


Ting-ting-ting...


Tap-tap-tap...


Bisik-bisik...


"Selamat datang untuk keluarga Raheem, sangat kebetulan sekali tuan Raheem datnag ketempat ini, saya ingin berbicara dengan anda soal kelanjutan penjualan tanah apakah bisa?" Tanya seseorang yang langsung saja menghampiri tuan Raheem, lalu mereka pergi keluar untuk membincangkannya.


"Baiklah sepertinya ibu harus bergabung dengan para nyonya lainya." Bisik nyonya Raheem kepada Evita, seketika Evita hanya menganggukan kepalanya sambil melihat kepergian ibunya itu.


Keluarga kekaisaran datang dan duduk tepat didepan aula, semua orang mengucapkan selamat ulang tahun kepada kaisar, disaat itu juga Stefan dan juga Helen duduk dikursi khusus untuk mereka berdua.


Semua lady menggosip kan Helen karena kejadian teman dekat Helen Isabella menjadi salah satu orang yang mati karena melanggar aturan kekaisaran.


Disaat itu juga, tak banyak dari para lady lainya mulai tak menyukai Helen, dan sebagian lainya masih menuju kecantikan dan kesopanan serta kebaikan Helen.

__ADS_1


"Nona Evita!" Ucap seseorang dari belakang, lalu Evita yang dari tadi duduk dikursi seperti seseorang yang tengah sendiri pun menoleh ke arha belakang, dan ia tekejut dengan kedatangan Frederica.


"Lady Frederica!? wah kebetulan sekali anda datang ketempat ini." Ucap Evita dengan rasa senangnya, lalu Frederica duduk didepan Evita sambil tersenyum. "Tentu saja karena saya adalah salah satu pasukan kesatria yang sudah diangkat oleh kaisar." Ucap sombong Frederica.


Lalu selama perbincangan banyak lady yang menggosip tentang perut Evita yang tiba-tiba saja besar tak seperti biasanya, mereka mengira bahwa Evita hamil, itu juga yang membuat Evita takut dan malas bersosialisasi.


"Oh iya, tuan duke Jason dimana nona Evita? bukanya seharusnya dia ada disisi anda?" Tanya Frederica kepada Evita, Evita menoleh kearah Jason yang tengah berdiri disana.


"Ah... dia tidak terlalu penting, sekarang bagaimana dengan keadaan-" Ucap Evita yang ingin mengubah topik tetpai gagal karena seseorang baru saja duduk diantara mereka.


Drek...


"Tentu saja ini saya lady, saya Joana Gavrel dari kekaisaran sebelah, sepertinya saya baru melihat dame baru disini, wah... siapakah nama anda dame yang cantik dan kuat ini?" Ucap lirik Joana tanpa merasa bersalah.


"Eh!? salam untuk yang mulia Joana Gavrel! perkenalkan nama saya dame Frederica!" Ucap Frederica dengan ketakutan dan gugup, Joana menganggukan kepalanya.


"Oh iya lady bagaimana perut anda sebesar itu?" Tanya Joana yang melirik kearah Evita, Evita seketika membeku disana, ia tak tahu apa yang harus ia jawab, tetapi kedinginan itu diatasi dengan kedatangan Jason secara tiba-tiba.


"Halo semua, dame Frederica, yang mulia putri Gavrel, dan juga lady Evita..." Ucap Jason datang secara tiba-tiba lalu menyapa mereka bertiga yang duduk secara bersama-sama disana. Matanya masih melihat kearah Evita sedikit lebih lama menatap wajahnya itu, tetapi Evita menatapnya dengan wajah dinginnya.

__ADS_1


"Oh anda tuan duke Jason kan! suatu kehormatan bisa bertemu dan bersapa dengan anda!" Ucap Joana dengan girang, lalu Jason hanya menganggukan kepalanya lalu memperhatikan perut Evita yang semakin membesar.


"Lady Evita... mengapa perut anda seperti orang yang tengah hamil." Ucap Jason lalu Evita menghentikan makanya dan menatap Jason. "Anda tidak perlu tahu mengapa perut saya seperti orang hamil!" Ucap tegas Evita kepada Jason.


"Tuan duke mengapa anda sepertinya penasaran dengan lady Evita?" Tanya seseorang yang membuat mereka tekejut, lalu mereka membulatkan matanya, melihat pemandangan mengejutkan.


Yaitu kedatangan Helen serta Stefan, sehingga mereka seperti berkumpul satu sama lain dan membuat para tamu lainya ikut melirik kearah mereka.


"Salam hormat kepada yang mulia putra mahkota!" Ucap salam mereka kecuali Joana yang masih dalam posisi duduknya. "Maaf kan saya yang mulia, tetapi mengapa Anda sepertinya tidak menyukai saya bertanya seperti itu kepada tunangan saya sendiri." Ucap Jason yang malam melunjak.


Bed*bah! berani-beraninya Evita bisa membuat Stefan dan Jason jatuh pandangan kepadanya!


Lalu Evita yang mendengar dan merasakan bahwa mereka akan sedikit bertengkar karenanya memutuskan untuk pergi bersama dengan dame Frederica, dan Joana yang tengah menikmati beberapa dessert disana.


Tap-tap-tap...


Drap-drap-drap...


Grep....

__ADS_1


"Argh! siapa yang menarik tanganku!" Teriak Evita lalu ia membuka matanya, lalu seketika mata Evita tekejut bahwa ia berada ditempat asing yang GELAP DAN SUNYI...


__ADS_2