
"Mengapa lady menggunakan gaun yang sedikit empit!?" Tanya Stefan secara spontan, membuat keduanya pasangan suami istri itu terlihat kebingungan, dan juga membuat Evita sedikit tekejut dengan lontaran kata-kata Stefan.
"Eh!? a-apa maksud yang mulia putra mahkota?" tetapi bagi saya ini tidak terlalu sempit, saya tidak apa-apa yang mulia." Ucap Evita dengan panik, ia tak ingin jika kedua orang tuanya mengetahui kedekatan dan hubungan mereka karena kerja sama.
"Hem... saya sudah membawa beberapa oleh-oleh untuk Lady Evita, semoga lady menyukainya." Ucap Stefan ia menyuruh para pelayan untuk mengambil beberapa barang yang sudah ia bawa dikereta kudanya itu.
Semua orang tekejut karnea Stefan secara tiba-tiba membawa banyak gaun, makan dan juga selimut dan bantal, beserta beberapa obat-obatan yang sangat bagus dan juga mahal.
Evita tahu bahwa Stefan mencemaskan keadaan Evita, sehingga ia bersikap seperti ini secara berlebihan, tetapi menurut Stefan ini saja belum cukup untuk membantu Evita dalam masa hamilnya itu.
"Hahaha... yang mulia putra mahkota sungguh baik kepada saya, saya sangat menghargai pemberian yang mulia putra mahkota, tetapi ini sedikit berlebihan untuk saya yang mulia." Ucap Evita ia menajamkan matanya seperti memberikan apa-apa kepada Stefan agar membawa semua barang-barang itu balik.
"Saya sungguh tak kerepotan lady, saya hanya ingin lady tak terlalu memakai gaun yang membuat lady sesak, dan juga apakah lady belum makan?" Tanya Stefan ia memutar topiknya itu, tetapi Evita terus saja menatapnya dengan kesal dan marah.
__ADS_1
"Saya sudah sarapan yang mulia, sekarang yang mulia nikmati teh buatan pelayan kami." Ucap Evita dengar senyum lebarnya sembari meletakan gelas terebut didepannya.
"Astaga lady Evita, anda tidak perlu repot-repot menuangkan teh kedalam gelas saya, anda tahu anda tidak boleh lelah melakukan banyak kegiatan." Ucap Stefan ia langsung saja mengambil teko tersebut dari tangan Evita.
Yang mulia putra mahkota!!
"Tidak apa-apa yang mulia, lagi pula jika saya tidak banyak bergerak maka tubuh saya akan mudah kelelahan, malah saya lebih suka banyak bekerja dan bergerak, dari pada harus diam seperti patung!" Ucap Evita dengan emosi ia langsung merebut kembali teko tersebut dari tangan Stefan dan menuangkannya.
"Ah... jadi kedatangan yang mulia putra mahkota secara mendadak seperti ini untuk apa?" Tanya nyonya Raheem yang tak ingin mereka berdebat lagi hanya karena masalah sepele.
"Mengapa harus saya yang mulia? bukankah lady Helen bisa melakukannya? dan lady Helen juga adalah tunangan resmi yang mulia?" Tanya Evita dengan lancangnya. Sehingga membuat kedua orang tua Evita sedikit panik mendengar perkataan Evita.
"Huft... saya tahu anda tidak ingin menjadi partner saya, soalnya lady Helen tengah melakukan destinasi bersama dengan para lady lainnya." ucap Stefan ia sepertinya memohon kepada Evita, karnea pada nyatanya Helen melakukan destinasi bersama Jason ia sengaja berbohong di depan kedua orang tua Evita.
__ADS_1
Jadi lady Helen tengah melakukan destinasi bersama tuan Jason!? pantas saja yang mulia putra mahkota ingin mengajakku kepesta kekaisaran sebelah...
"Baiklah, kalau begitu saya menerimanya yang mulia." Ucap Evita yang menyerah kepada ucapan Stefan, Stefan yang mendengarnya pun ikut senang.
"Kegiatannya akan dilakukan 2 hari lagi, jadi saya akan menjemput lady dari sini, dan menunggu kedatangan lady." Ucap Stefan, Evita menganggukan kepalanya, ia melihat beberapa dessert yang dibawa oleh Stefan untuknya.
Mengapa yang mulia putra mahkota memberikan makanan dan juga barang-barang ini? apakah yang mulia cemas dengan keadaanku? tetapi mengapa dia sangat peduli!? mengapa!?
"Baiklah sepertinya, saya ingin berbicara sebentar dengan lady Evita apakah bisa?" Tanya Stefan yang sebenarnya ingin memberi tahu sesuatu kepada Evita. "Baiklah sepertinya kami harus pergi, yang mulia bisa berbicara sepuasnya kepada Evita." Ucap tuan Raheem yang tak keberatan dengan permintaan Stefan.
Brak...
"Baiklah sekarang aku ingin memberitahu sesuatu kepadamu lady Evita, besok diacara ulang tahun kekaisaran sebelah, Heleh akan membuat kekacauan besar bersama lady Isabella!" Bisik Stefan kepada Evita, Evita mengerutkan keningnya.
__ADS_1
"Memang masalah apa yang akan mereka perbuat yang mulia?" Tanya Evita yang memang tak tahu. "Mereka akan menyuruh teman-teman Helen untuk memasukkan beberapa obat kedalam minuman para tamu, dan membuat kekacauan, dan perbuatan itu akan tertuju kepada kekaisaran kita!" Teriak heboh Stefan seketika ia emosi sendiri, Evita ikut membulatkan matanya.
"Maksudnya anda, lady Helen ingin membuat kekaisaran ini menjadi target musuh kekaisaran sebelah!" Teriak Evita dengan kencang, Stefan menganggukan kepalanya. "Kita harus bergerak besok!" Ucap Stefan ia mengerutkan keningnya, Evita pun hanya mengiyakan saja.