
"Apakah dia sudah membacanya?" Tanya seseorang yang tengah duduk bersantai, salah satu pelayan menganggukan kepalanya, seketika orang tersebut tersenyum licik, orang itu adalah Stefan.
"Sepertinya mereka tak akan menentangnya lagi, karena kaisar juga pasti sudah sabar menunggu uang itu dibayar kan?" Ucap Stefan, kaisar menganggukan kepalanya. "Baiklah terimakasih kau telah membantu, tetapi mengapa kau ingin membantu pekerjaanku? biasanya kau memberontak tak ingin?" Tanya kaisar kepada putranya itu, terkait Stefan justru pergi begitu saja.
"Hei! jawab dulu pertanyaanku dasar anak nakal!" Teriak kaisar dengan kencang, tetapi Stefan tak peduli sama sekali.
"Tolong kirim surat kepada masyarakat Evita suruh dia untuk datang kecafe yang sering aku temui." Ucap Stefan kepada orang kepercayaannya itu, ia menganggukan kepalanya dan segera mengirimkan surat itu kepada Evita.
"Nona! nona! nona Evita bangun sekarang nona!" Teriak Dinda dengan heboh padahal baru saja Evita bangun dengan keadaan tenang tetpai secara spontan Dinda masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, dan berlari secara terbirit-birit.
"Apa Dinda? mengapa kau berlari seperti orang aneh!? padahal barusan aja aku bangun?" Ucap Evita dengan raut wajah kesalnya, Dinda memberikan surat ketangan Evita, Evita seketika kebingungan dan terheran-heran.
"Ini surat dari siapa? mengapa tiba-tiba saja ada surat datang?" Tanya Evita kepada Dinda "Itu surat dari yang mulia putra mahkota nona!" Teriak Dinda, Evita yang mendengar nya Evita tekejut dan ia langsung berdiri dari duduknya itu.
"Cepat bantu aku bersiap-siap Dinda!" Teriak Evita ia mulai berlari kearah kamar mandi "Hati-hati jalannya nona!" Teriak Dinda yang mengikutinya dari belakang.
__ADS_1
Hos-hos-hos....
"Sepertinya kita sudah sampai ditempatkan yang diinginkan oleh putra mahkota nona." Ucap Dinda, Evita melihat kearah toko itu lalu ia mengerutkan keningnya. "Ini bukanya toko dessert yang pernah kita makan bersama kan Dinda?" Tanya Evita, Dinda juga ikut merasakan hal yang sama.
"Iya nona, sepertinya beliau ingin makan disini bersembunyi seperti biasanya." Ucap Dinda, Evita menganggukan kepalanya lalu menyuruh Dinda untuk pergi berkeliling sambil menunggu Evita selesai berbicara bersama Evita.
"Tapi nona harus hati-hati ya! jangan lari-lari lagi! jangan makan makanan yang tak bergizi! nona mengerti!" Dinda memperingati Evita, karena Evita sering makan-makanan yang tak bagus untuknya.
"Iya-iya aku pergi dulu."
"Yang mulia." Ucap Evita ia tekejut melihat pakaian yang dihuni sedikit berbeda dari pakaian biasanya, tak menggunakan pakaian yang terlalu mencolok alias dengan warna gelap, dan tak menarik mata, menggunakan hode seperti biasanya.
"Astaga yang mulia anda sangat lucu menggunakan hode seperti itu, anda terlihat seperti anak kecil." Ucap Evita lalu ia tertawa kecil, Stefan menatap tawa Evita ia sangat cantik dan juga menyenangkan.
Tetapi sorot mata Stefan tiba-tiba berubah melihat bentuk tubuh Evita sedikit berubah, ia sedikit besar tubuhnya apa lagi dibagian perutnya itu.
__ADS_1
"Lady Evita, maaf saya lancang mengatakan hal ini, mengapa sepertinya tubuh anda sedikit lebih besar dari pertama kali kita bertemu?" Tanya Stefan yang mulai curiga dengan Evita, Evita menghentikan tawanya dan melihat kearah mata Stefan tertuju.
"Ah itu... itu karena akhir-akhir ini banyak sekali perkumpulan para Lady, selalu pesta di mana-mana, jadi karena makanan dan minuman dipesta itu sangat enak saya tak bisa berhenti memakannya... oh! apakah saya terlihat jelek dengan tubuh seperti ini? sepertinya saya harus mengurangi jumlah porsi makan saya?" Ucap Evita dengan panjang lebar, tentunya itus emua bohong karena tak sering juga para Lady bangsawan melakukan gelar pesta.
Tetapi mengapa yang mulia putri tak pernah ikut pesta itu? biasanya banyak sekali para bangsawan mengirimkan surat? apakah Lady Evita berbohong!?
Huek!
Seketika Stefan tekejut dengan tingkah Evita yang seolah-olah ingin muntah, Evita pantas langsung pergi kekamar mandi dengan cepat, padahal Stefan ingin menanyakan keadaan Evita.
Dikamar mandi Evita terus saja muntah tak terkendali sehingga membuatnya sedikit kerepotan karena Dinda sedang tidak ada bersamanya, sehun membuat gaun yang dikenakannya juga ikut basah.
"Hah... mengapa sangat mual sekali? apa ini karena bulan ke 6 jadi sepertinya sangat mual!?" Tanya Evita ia terus melanjutkan kegiatannya itu, Stefan yang cemas dengan keadaan Evita karena sudah lebih dari 30 menit tak keluar dari kamar mandi pun memutuskan untuk pergi menghampiri Evita karena cemasnya.
"Permisi Lady Evita apakah kau disana!? bagaimana dengan keadaan anda lady-" Ucap Stefan ia berjalan berlahan-lahan ditoilet wanita itu, seketika ucapanya terhenti melihat keadaan Evita tergeletak pingsan dengan tangannya yang dilumuri darah banyak sampai mengenai gaunnya itu.
__ADS_1
"Lady Evita!" Teriak Stefan dengan cepat menghampiri Evita dan menepuk-nepuk pipinya tetpai tak ada respon juga "Evita!? Evita!? Evita!" Teriak Stefan seperti orang aneh, ia dengan cepat menggendong Evita dan berlari terbirit-birit.