Yang Mulia! Cintai Saya!

Yang Mulia! Cintai Saya!
Bab 19 : Hubungan Palsu


__ADS_3

Brak...


"Evita apa kau tidak apa-apa!? apakah kau sakiti lagi!?" Teriak sang ibu ia langsung saja memeluk Evita, Evita membalasnya dengan cepat sangat ayah memberikan sebuah surat kepada Evita.


"Ini surat dari siapa ayah?" Tanya Evita yang bingung lalu ia membolak-balikan surat itu."Itu dari keluarga tuan Jason, kedua orang tuanya saat ini sedang khawatir karena sepertinya kalian mempunyai hubungan yang masalah, apakah hubungan kalian baik-baik saja!?" Tanya ayahnya dengan cemas, Evita yang mendengarnya pun menggelengkan kepalanya.


"Baiklah sepertinya kita harus pergi dari sini Margaret." Ucapnya, ibunya pun mengangguk kepalanya dan pergi dari kamar Evita, seketika Dinda yang bersembunyi pun sesak nafas.


"Hem... surat undangan makan bersama, apakah aku harus ikut!? disini Jason bila jika kedua orang tuanya mulai curiga dengan hubunganku dengannya mulai renggang." Gumam Evita, lalu ia menyetujuinya dan bersiap-siap sekarang.


Kotlak-kotlak-kotlak...


Kereta kuda yang Evita tunggangi pun berhenti, ia keluar dari kereta kuda itu menggunakan pakaian yang sedikit tertutup, menggunakan lengan panjang lagi.


"Untunglah kau datang dengan cepat, jika tidak ibu dan ayah akan menghampiri rumahmu, dan mengapa kau bisa memakai pakai panjang seperti itu?" Tanya Jason kepada Evita, Evita pun mengerutkan keinginan lalu menatap kearah lengan baju milikinya.

__ADS_1


"Untuk apa kau menanyakan hal itu!? untuk apa juga kau peduli denganku!? aku baru tahu kau baru saja memperdulikanku, seharusnya kau tidak perlu memperdulikanku kau mengerti!" Ucap Evita dengan tegas ia sangat marah lalu ia berjalan terlebih dahulu kedalam dan mengabaikan Jason.


"Mengapa dia seperti itu!? mengapa nada bicaranya sedikit berbeda dari Evita yang dulu!?" Gumamnya terus, Evita memberikan sedikit hormat kepada nyonya dan tuan duke yang sudah berada di ruang makan.


"Salam kepada nyonya dan tuan duke, senang bertemu dengan anda kembali, apakah saya mengangu tuan dan nyonya?" Tanya Evita ia merasa tidak enak krena seperti nya mereka sedang berbincang satu sama lain, mereka menggelengkan kepalanya dan menyuruh Evita duduk disamping tempat duduk Jason.


"Ayo duduk nak Evita, jangan malu-maku jika kau ingin duduk didekat Jason, kai tidak akan memarahimu ko." Ucap nyonya duke itu, Evita tersenyum tipis tetapi sebenarnya ia sangat tak ingin jika ia duduk disebelah Jason.


"Baiklah terimakasih, nyonya duke." Ucap Evita tak lupa dengan senyuman palsunya itu, lalu ia duduk disebelah Jason, Evita melirik kearah Jason lalu memutar bola matanya.


Semua tampak hening, tak ada pembicaraan diantara mereka hanya ada suara garpu dan pisau saja yang saking memotong daging tersebut.


Setelah selesai makan, Evita memutuskan untuk pulang cepat dari biasanya, karena ia tak ingin berlama-lama di lsini, melihat wajah Jason.


"Lady Evita tunggu saya sebentar!" Teriak Jason dari belakang, karena Evita terburu-buru untuk naik kedalam kereta kudanya itu, lalu Evita menoleh dan mengerutkan keningnya.

__ADS_1


"Apa lagi tuan duke!? saya hanya ingin pulang, sudah selesaikan drama suapan dan gandengan tangan nya tadi!?" Ucap Evita ia sedikit emosi mengingat kejadian yang ia lakukan dimeja makan itu.


"Maafkan saya, dan juga mengapa tiba-tiba sikapmu berubah Evita!? kau tidak pernah memarahiku dan juga bersikap sedikit kadar kepadaku!?" Tanya Jason kepada Evita karena hatinya sedikit merasa kesal. Lalu Evita tersenyum miring. "Mengapa aku berubah!? apakah kau tidak sadar!? astaga aku baru tahu kau adalah seorang laki-laki yang tidak bertanggung jawab, dan sekarang kau mempertanyakan hal itu!?" Ucap Evita dengan sedikit nada tinggi, Jason membulat kan matanya.


"Seharusnya kau jaga saja lady Helen! mengapa kau jadi seperti orang yang menyedihkan terhadapku!? aku tidak butuh uluran tanganmu!" Ucap Evita dengan bengis, Jason yang sedari tadi diam pun hanya melihat kereta kuda Evita semakin menjauh dari kediamannya.


Malam hari tiba, Jason sama sekali tak bisa tidur, ia terus memikirkan perkataan Evita, sehingga membuatnya sedikit kesal dan marah "SIALAN! SIAKAN! SIALAN!!" Teriak Jason dikamarnya ia terus membandingkan beberapa barang dikamarnya itu.


Flashback On


"Untuk apa kau menanyakan hal itu!? untuk apa juga kau peduli denganku!? aku baru tahu kau baru saja memperdulikanku, seharusnya kau tidak perlu memperdulikanku kau mengerti!"


"Seharusnya kau jaga saja lady Helen! mengapa kau jadi seperti orang yang menyedihkan terhadapku!? aku tidak butuh uluran tanganmu!"


Flashback Off

__ADS_1


Prang...


"Hiks-hiks-hiks... Dinda..." Ucap Evita yang tengah menangis dikamarnya itu, Dinda dirumah cepat memeluknya dan membelai rambutnya.


__ADS_2