Yang Mulia! Cintai Saya!

Yang Mulia! Cintai Saya!
Bab 17 : Undangan Amal Lady #1


__ADS_3

'Tap-tap-tap...


"Ok semua para lady yang sudah datang kekegiatan amal kali ini, saya sungguh berterima kasih kepada kalian yang ingin berpartisipasi." Ucap seseorang ia wanita tua yang membimbing para lady-lady bangsawan lainnya untuk mengikuti kegiatan amal kali ini.


Evita melihat kearah Helen semua orang membisikkan Helen yang kali ini dia ikut amal biasanya Helen tak menyukai tempat kotor dan menjijikkan karena ia adalah bangsawan yang sangat bersih.


Cik dasar kau Helen, lihat saja pasti kau tidak akan bisa melangkah kaki ke panti asuhan itu...


Evita tersenyum livik ia ingin melihat ekspresi Helen nanti, mereka memasuki panti asuhan itu, dan benar daja panti asuhan itu sedikit kotor dan juga ada beberapa anak-anak yang bermain dengan pakaian yang sudah kotor.


Evita lagi-lagi melirik kearah Helen, semua para lady sudah masuk kedalam panti, tetapi Helen beserta kedua sahabat dekatnya itu masih tetap berdiri digerbang. "Ehem... seharusnya jika kau bertingkat seperti itu, kau bisa saja membebani nyonya, seharusnya kau pikiran dulu sebelum kau pergi!" Ucap sindir Evita, Helen yang mendengarnya pun mengerutkan keningnya tetapi Evita tetap melangkah masuk kedalam panti asuhan.


"Dasar kau Evita sialan!" Gumamnya pikirannya sedang beradu dengan Evita, rasanya ia ingin memukul dan melukai Evita agar ia tak bisa berkutik lagi.

__ADS_1


"Wah lihat ada nona Evita! nona Evita! ayo bermain bersama kami dan makan bersama!" Teriak sekumpulan anak-anak yang tengah bermain diluar, ia menghampiri Evita seketika Evita dikerumuni banyak anak-anak.


"Wah sepertinya kalian sehat-sehat! bagaimana dengan kabar kalian apakah kalian baik-baik saja bersama teman-teman kalian?" Ucap Evita ia memberikan sedikit semangat untuk anak-anak itu, mereka pun berteriak-teriak dan mengatakan bahwa mereka baik-baik saja.


"Kami selalu menunggu kunjung nona Evita, saya sangat senang jika nona Evita mengunjungi kami setiap tahunnya!" Teriak anak kecil itu, Evita pun menggandeng tangan anak kecil itu dan berjalan masuk kedalam, Evita menolak kearah Helen lalu ia melontarkan senyum lebarnya.


Beradaptasilah dengan anak-anak ini Helen! bagaimana kau bisa menjalani hubungan baik dengan anak-anak!


"Kalian berdua harus mendukungku dan membantuku! kalian mengerti!" Teriak Helen kepada kedua lady bersamanya itu, salah satu dari mereka hanya menganggukkan kepalanya tetapi raut wajahnya sangat cemas.


"Sekarang bagaimana dengan kesehatan anak-anak, dan juga beberapa anak-anak yang sudah mulai mendapatkan pendidikan apakah mereka sedikit lebih baik?" Tanya Evita, kepala panti pun mengangguk kepalanya Evita pun tersenyum tipis.


"Sudah beberapa anak yang bisa bersekolah itu berkata para lady semua, dan juga beberapa anak-anak yang sakit pun sudah lebih baik dan semua anak-anak selalu melakukan kontrol kesehatan setiap 1x sebulan, ini semua berkata nona-nona, jika tidak mungkin anak-anak sekarang sudah tidak bisa hidup lagi hiks-hiks" Ucap kepala panti ia tiba-tiba saja menangis, Evita juga sedikit sedih melihat anak-anak panti saat pertama kalinya ia berkunjung.

__ADS_1


"Memang semiskin apa sampai semua anak-anak bisa terkena penyakit, dan untuk apa juga ada kontrol kesehatan setiap bulan." Gumam Helen yang duduk di belakang dengan wajah sombongnya, Evita yang mendengarnya pun mengerutkan keningnya.


"Jika kau tidak pernah mengikuti amal dari awalkau tidak perlu menyombongkan diri lady Helen." Bisik Evita dari depan lalu tak lupa ia memasang wajah senyuman liciknya.


"Ohiya kami juga sedikit membawa beberapa bahan pokoknya makanan dan juga beberapa pakaian dan mainan untuk anak-anak, ini mungkin gak seberapa dari beberapa lady lainnya tetapi tolong terima ini sebagai bantuan untuk anak-anak." Ucap nyonya marques itu, kepala panti pun menerimanya dengan penuh terimakasih.


"Oh iya, untuk kali ini hampir semua bahan pokok makan dan juga pakaian diberikan dari lady Helen, semoga anda bisa menerima pemberian lady Helen juga." Ucap nyonya marques, Helen pun tersenyum dan kepala panti pun ikut tersenyum. "Tuan putri Helen terimakasih atas kebaikan yang anda berikan kepada panti ini." Ucapnya, Helen tersenyum dan membalasnya.


Semua parlady berbisik-bisik satu sama lain mereka tidak menyangka bahwa Helen akan memberikan bahan pokok dan pakaian lebih banyak dari biasa.


"Untuk apa memamerkan diri jika kau memberikan bantuan banyak kepada anak-anak, seharusnya nyonya marques tidak membedakan para lady siapa yang memberikan banyak bantuan kepada anak-anak, sesungguhnyanya dewa akan mengetahui nya kan?" Ucap Evita dengan wajah datarnya, seketika nyonya marques itu pun sedikit malu dengan perkataan Evita, dan pujian terhadap Helen pun menjadi bumerang baginya.


"Oh!? apakah kau iri kepadaku lady Evita!?" Ucap Helen ia tersenyum sinis kepadanya, matanya tiba-tiba saja berubah menjadi licik Evita yang mendengarnya pun tekejut dan menatapnya dengan mata membulat.

__ADS_1


__ADS_2