
Hiks-hiks-hiks...
"Nona Evita ayo makan bubur ini sedikit, dari tadi siang nona tidak makan apa-apa, nona harus makan jika tidak nona sakit, dan itu akan berpengaruh dengan anak nona nantinya." Ucap Dinda, Evita terus saja berbaring menatap kearah jendela dengan matanya tak berkedip.
Matanya sudah lembab karena terus saja menangis dan bola matanya sudah merah karena Evita sedari tadi bengong. Dinda meletakan bubur itu diatas meja.
"Dinda kau harus berjanji rahasia ini tidak boleh diketahui oleh orang lain, dan rahasia ini antara kau dan aku kau mengerti." Ucap Evita terasa tak berenergi sedikitpun, ia tetap memikirkan kejadian saat dirinya bersama Jason.
Flashback On
Cup...
Seketika suara itu terdengar suara kecupan dari Jason kearah Evita, Evita yang mendengarnya mengintip dan tekejut, ia rupanya dicium oleh Jason dengan sangat hangat.
Jantung Evita seketika berdegup dengan kencang, melihat tindakan Jason yang secara tiba-tiba melakukannya. Setelah itu Jason memeluk Evita mereka melakukan hal yang tak boleh mereka lakukan.
"Mengapa kau melakukan hal ini!?" Tanya Evita, ia menatap tunangannya itu, seketika Jason tersenyum, lalu mendekati diri Evita lebih dekat dari sebelumnya.
__ADS_1
Grep...
"Aku ingin melakukan hal ini bersamamu, kau tahukan, aku sudah menunggu hal ini juga, aku tidak sabar menunggu nya lebih lama lagi." Ucapnya, Evita terkejut bukan main, mereka pun melakukan nya sampai subuh sebelum pelayan terbangun.
Flashback Off
Prang...
Seketika vas bunga yang berada di kamar Evita dilempar olehnya karena terus memikirkan kejadian itu yang membuatnya berakhir seperti ini sekarang, Dinda yang melihatnya pun terkejut.
Entah sudah berkas kali Evita menangis rasanya ia ingin bunuh diri dibanding aku dirinya hidup dengan seperti ini, bagaimana Evita bisa menjalani hidupnya lagi, apakah ini sebuah karma baginya.
"Maafkan aku Dinda, aku salah entah kenapa aku merasa benci dengan anakku sendiri yang ada didalam kandunganku sendiri, sepertinya aku kasih belum menerimanya Dinda hiks-hiks..." Ucap Evita dengan terbata-bata, Dinda menggelengkan kepalanya.
"Nona harus menerima jika nona tidak menerimanya bagaimana anak ini lahir, apakah nona tidak tega jika anak yang didalam kandungan nona tidak bisa hidup seperti anak lainnya." Ucap Dinda seketika Evita terdiam ia menatap kearah perutnya itu.
"Karena saya yakin anak yang didalam kandungan nona sekarang adalah anak kandung yang akan membuat masa depan lebih baik, dan anak yang nona kandungan akan menjadi anak yang membawakan kebahagiaan." Ucap Dinda, Evita menghentikan air matanya, seketika ia mengelus-elus sendiri perutnya.
__ADS_1
"Kau benar, aku sebenarnya sangat benci dengan Jason karena aku mencintainya, sehingga menjadi seperti ini tetapi aku akan berusahalah membuatnya menyesal." Ucap geram Evita, kali ini ia tak ingin lemah karena keadaannya sekarang, ia harus bisa berdiri sendiri, Dinda dan juga Stefan akan membantu dirinya membuat Helen dan Jason menyesal.
"Nona harus bisa melakukannya! nona pasti bisa menghadapinya! nona pasti bisa saya yakin itu! jika nona butuh bantuan Dinda akan selalu ada disamping nona." Ucap semangat Dinda kepada Evita, Evita menganggukan kepalanya lalu menggenggam erat tangan mereka masing-masing.
"Tapi nona apakah soal anak ini akan diberitahu kepada tuan duke Jason?" Tanya Dinda kepada Evita, Evita mengerutkan keningnya lau menggelengkan kepalanya.
"Untuk apa aku memberitahu laki-laki bren*sek itu soal anak yang aku kandungan! justru aku tidak akan memberitahu kepadanya jika dia adalah ayah kandungan dari anakku!" Ucap Evita dengan cepat seperti nya keadaan Evita sedikit lebih baik karena dorongan Dinda.
Dinda mengerutkan keningnya dan menganggukan setuju. "Itu benar nona Evita! tuan duke Jason memang tidak pantas dipanggil sebagai ayah! saya akan mendukung anda nona Evita!" Teriak Dinda keoada Evita, Dinda juga mengetahui setiap cerita yang dialami Evita.
Ia terkejut, tentu saja ia terkejut justru ia sangat terkejut karena Evita melakukannya dengan dirinya sendiri, Dinda tak ingin membiarkan Evita sendiri menjalani ini semua, jadi ia akan selalu berada disampingnya.
Nona Evita, saya sudah bekerja melayani 2 nona dari berbagai bangsawan tetapi saya tidak menyangka bahwa nona yang saya layani ini berbeda dengan nona bangsawan lainnya, beliau sangat tegar...
"Dinda tolong siapkan gaun untuk pesta untuk ulang tahun kekaisaran minggu depan, aku tidak ingin memanggil penjahit, jadi tolong beli baju yang berada ditoko langganan lady Helen." Ucap Evita ia seperti memikirkan sesuatu, Dinda melaksanakan tugas tersebut.
Kali ini aku harus bisa bekerja sama dengan yang mulia putra mahkota, ini adalah kesempatan bagus, aku harus berdiri lagi aku tidak akan menyerah!
__ADS_1